Oknum Camat Dumai Timur Diduga terbitkan SKGR Dilahan Sengketa

0
280
lahan
Lokasi Tanah SKGR Bersengketa

Dumai,kompasriau.com -Camat Dumai Timur, Arifin diduga telah bekerjasama dengan Plt Lurah Tanjung Palas untuk menerbitkan dokumen tanah berupa Surat Keterangan Ganti Kerugian ( SKGR ) sebanyak lebih kurang 66 buah dilahan yang masih hutan belukar dan juga sedang bersengketa dengan salah satu kelompok tani di Dumai.

Dugaan adanya penerbitan dokumen berupa SKGR dilahan yang diduga masih hutan dan bersengketa diperkuat dari adanya pengakuan sejumlah masyarakat setempat dan pekerja PT yang menyebutkan, kalau hutan yang disteking ( dibersihkan ) mempergunakan alat berat beko dan Eskapator saat ini adalah milik PT.Rapindo yang beralamat di Pekanbaru ( Riau ).

Menurut sumber dilapangan, dengan dasar alas hak untuk menguasai dan mengelola lahan kawasan hutan, SKGR kepada tim Kompasriau.com, sumber berinitial Pb, dan Mr mengaku resah akibat ulah oknum Plt Lutah Tanjung Palas dan Camat Dumai Timur.

“Masalah sengketa tanah ini sudah 2 kali di mediasi di Kantor Kelurahan Tanjung Palas Kecamatan Dumai Timur,antara pihak kelompok kami ( Purba ) dengan kelompok RT 12 sudah ada kesepakatan, untuk tidak mengelola lahan tersebut,sebelum sengketa masalah lahan ini mendapat titik terang. Namun,kenyataan dilapangan, justru Camat Dumai Timur, berani-beranian mengeluarkan SKGR diatas lahan kami.”ujar dua orang pria tersebut yang mengaku dari kelompok Purba.

Berbeda dengan penuturan seorang pria, yang mengaku pekerja PT Rapindo. Pekerja yang tidak menyebut jati dirinya ini justru mengaku,kalau pihaknya melakukan steking atas suruhan pihak PT Rapindo.

“Kalau kami, apalah bang.Kami ini hanya makan gaji.Makin luas yang kami kerjakan, makin banyak pula penghasilan kami.”ungkap pria tersebut saat ditemui disekitar kawasan hutan Sri Pulau Ujung, Selasa ( 15/12 ) pekan lalu.

Sementara, hasil pengamatan dan konfirmasi tim wartawan kompasriau.com dilapangan mengindikasikan,kalau dilahan yang diduga bersengketa itu telah terjadinya persekongkolan antara beberapa orang oknum warga Sri Pulau, dengan oknum berwenang di Kelurahan Tanjung Palas dan Kecamatan Dumai Timur Kota Dumai-Riau.

Luas lahan kawasan hutan Negara yang diperjual belikan menurut sumber tersebut sekitar 200 Ha.”Kalau tak salah luas lahan yang kami kerjakan sudah mencapai 200 Ha.Namun, bila menyangkut lahan ini bukan urusan kami.Kami kerja sesuai permintaan pihak PT Rapindo.”kata seorang operator Exsapator di kawasan hutan Sri Pulau Ujung.

Namun, ketika hal tersebut dikonfirmasi dengan Plt.Lurah Tanjung Palas dan Camat Dumai Timur, aparat pemerintahan tersebut lebih memilih “Bungkam”. ( Erick ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here