Rewelnya Jonan soal Toilet…

1
160

toiletJAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Perhubungan Ignasius Jonan memberikan perhatian yang sangat besar pada pelayanan publik. Tidak hanya pada fasilitas transportasi publik saja, Jonan juga rewel soal fasilitas publik yang ada di kantor-kantor kementerian.  Di kementeriannya sendiri, Jonan mengakui, masing-masing eselon I dan bahkan eselon II memiliki toilet pribadi.

Kebiasaan yang ada di pemerintahan, kata Jonan, fasilitas untuk publik dibikin ala kadarnya. Jonan pun memastikan, kalau toilet umum di kantor Kemenhub sangat jelek, lebih baik ditutup. “Saya mau keliling lagi. Kalau toilet di perhubungan jelek, kotor, saya tutup semua ini. Tidak usah pakai toilet. Enggak penting!” kata Jonan dalam Capaian Kinerja 2015 dan Outlook 2016, di Jakarta, Rabu (16/12/2015).

Bahkan, Jonan menegaskan jika ada bawahannya yang tidak setuju dengan idenya itu, boleh meminta Jonan mundur, atau mengundurkan diri. “Kalau enggak cocok sama saya boleh milih lho, tulis surat ke presiden, saya diganti, atau anda pergi. Kalau yang ini saya prinsip soalnya,” ucap Jonan.

Dalam kesempatan itu, Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Budi Karya Sumadi tak luput kena sindir Jonan soal toilet di Bandara Kualanamu, Medan. “Coba punya Pak Budi Karya di Kualanamu itu. Saya kemarin marah-marah, tapi sudah diperbaiki sih. Masak toilet itu dengan mushola jejeran begitu. Enggak ada penutupnya lagi. Lha kalau yang sana ngebom, yang sini terganggu, ya,” kata Jonan diikuti tawa hadirin.

Jonan, boleh dibilang termasuk pejabat yang selalu rewel soal toilet. Namun, hal tersebut dilakukannya semata-mata untuk memenuhi dan meningkatkan standar pelayanan publik.

Jauh sebelum menjabat sebagai menteri, Jonan yang waktu itu menjadi bos PT KAI (Persero) juga selalu perhatian dengan yang namanya toilet. Jonan mengakui, saat pertama kali menjabat sebagai Dirut PT KAI, dia memang memulai langkah awal dari pembenahan toilet.

Menurutnya, toilet mencerminkan perilaku suatu masyarakat. Menurutnya, tak ada orang yang bisa hidup tanpa adanya toilet. Dari toilet itulah, lanjut Jonan, dia dapat mengajak seluruh karyawan PT KAI menjadi customer oriented. Padahal, sebelumnya, karyawan PT KAI sangat acuh tak acuh dalam melayani penumpang. “Belum ada semangat customer oriented karena merasa tidak punya saingan. Jadi, orang mau naik kereta syukur, enggak naik alhamdulillah,” candanya. (baca: Kisah Ignasius Jonan dan Toilet Kereta Api)

1 COMMENT

  1. I like the helpful information you supply for your
    articles. I will bookmark your blog and test once more right here regularly.
    I’m fairly sure I’ll be told lots of new stuff proper right here!
    Good luck for the next!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here