SidangPerkara Dugaan Perambahan Hutan Di Dumai. Saksi Akui Transaksi Pembelian Lahan Dengan Terdakwa

0
170

Sidang AshariDumai, kompasriau.com -Sidang lanjutan dugaan perambahan hutan No: 423/Pid.Sus/2015/PN.Dum dengan terdakwa Ashari digelar Selasa (15/12) pekan lalu di Pengadilan Negeri Dumai.

Sidang yang dipimpin Hakim Ketua majelis Syamsul Arif,SH,MHum dengan Hakim anggota, Andiswarna Chainur Putra, SH,MH dan Muhammad Sacral Ritonga,SH dengan mendengarkan keterangan saksi dan mendengarkan keterangan saksi yang meringankan terdakwa.

Dalam persidangan, saksi Oloan Sihite menerangkan bahwa dia (Saksi) ada memiliki lahan dari terdakwa (Ashari). Lahan yang dibelinya dari Ashari tersebut, diperoleh dengan cara pembayaran angsuran.

Menurut saksi, pembayaran lahan yang dibeli tersebut, diangsur sebanyak tiga kali. Angsuran pertama dan angsuran yang kedua diberikan kepada Kusno. Sedasngkan angsuran yang ketiga kalinya, langsung diberikan kepada Ashari.

Ketika ditanya kenapa pembayaran angsuran pertama dan kedua tersebut diberikan kepada Kusno?. Saksi mengakui bahwa Kusno adalah kuasa menjual lahan kepada saksi oleh Ashari. Namun keterangan saksi tersebut dibantah oleh Ashari.

Akan tetapi, Kusno yang turut dihadirkan di persidangan menerangkan, angsuran yang diberikan oleh Oloan Sihite tersebut telah diserahkan langsung kepada Ashari. Akan tetapi keterangan tersebut juga dibantah oleh Ashari dengan alasan bahwa uang tersebut dikumpulkan dari warga untuk membayar upah beko untuk membuka parit dilahan tersebut.

Lebih menariknya lagi, dalam persidangan muncul kwitansi pembayaran angsuran yang ditandatangani Oloan Sihite dengan Ashari diperlihatkan oleh saksi di meja Hakim majelis yang disaksikan oleh JPU dan PH terdakwa.

Diakui saksi, lahan yang dibeli saksi bersama 8 (Delapan) teman yang lainnya, harga per dua hektarnya seharga Rp 5.500.000, namun hingga saat ini, lahan saksi sendiri seluas 10 hektar itu, belum lunas dibayarnya sekitar Rp 10 juta lagi.

Soal lahan yang dibeli saksi dari Ashari ternyata berada di atas lahan izin Konsesi PT Diamond Raya Timber, saksi Oloan menjawab hakim, sudah mengetahuinya sejak mereka dan rekannya melakukan imas tumbang hutan kayu alam di lahannya. (Erick)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here