PT SM Diduga Manipulasi Data Setoran Pajak

0
174

IMG_20151104_210731Dumai-Riau, kompasriau.com  –PT SM yang bergerak dibidang pemasaran/penjualan perumahan type 70/150 dan 48/135 di kawasan Kota Dumai, diduga kuat manipulasi data penjualan untuk setoran pajak daerah Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan (SSPD-BPHTB) di Dinas Pendapatan Kota Dumai, yang merugikan Negara ratusan juta rupiah.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Lembaga Pengawas Pembangunan Nusantara (LP2N) Kota Dumai, Johnesly Meliala kepada kompasriau.com di Jalan Jend. Sudirman Kota Dumai Selasa (12/1).

“Lembaga kita ada pegang data-data akurat, salah satunya SSPD-BPHTB PT SM nama wajib pajak: Asrin, NPOPnya hanya senilai Rp 70 juta rupiah, namun dalam NPOP penjualan senilai Rp. 225 juta rupiah tidak dimasukkan di SSPD-BPHTB PT SM di Dinas Pendapatan Kota Dumai. Oknum direktur PT SM dan oknum Notaris diduga dengan sengaja telah manipulasi data harga penjualan setoran pajak penjualan yang sangat merugikan negara. Untuk itu, dalam waktu dekat, data akurat dugaan manipulasi ini akan kita antar ke instansi terkait di Jakarta. Karena kalau di instansi terkait di Dumai kemungkinan disinyalir tidak bisa terungkap kasus ini, ”ungkap Johnesly.

Berdasarkan data-data surat setoran pajak daerah bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (SSPD-BPHTB), Direktur PT SM diduga tidak yang sebenarnya disetor pajak penjualan hingga ratusan juta rupiah ke dinas pendapatan Kota Dumai. Dalam data NPOP penjualan type 70/150 dengan harga jual sebesar Rp. 315 juta rupiah diduga sengaja direkayasa dalam SSPD-BPHTB menjadi harga penjualan Rp.70 juta rupiah, konon agar nilai pajak yang disetorkan oleh PT SM di Dinas Pendapatan Kota Dumai sangat kecil.

“Harga penjualan rumah type 70/150 senilai Rp. 315 juta rupiah dibuatnya menjadi nilai penjualan Rp 70. Juta rupiah di dalam data SSPD-BPHTB. Hal itu sudah merupakan unsur dugaan tindak pidana melanggar hukum, pasal 39, tata cara perpajakan. Kita masih melacak oknum siapa otak pelaku di dalam kasus ini,  ”beber Johnesly.

Bahkan menurut Johnesly Meliala, informasi yang berhasil dihimpun pengurus LP2N di Dinas Pendapatan Kota Dumai menyebutkan adanya dugaan unsur kesengajaan pelanggaran hukum, kalau oknum direktur PT SM dan oknum notaris diduga dengan sengaja manipulasi data penjualan perumahan untuk setoran pajak daerah di Dinas Pendapatan Kota Dumai.

“Padahal, setiap orang yang melakukan pelanggaran terhadap pasal 39, Undang-Undang dan ketentuan tata cara perpajakan atau setiap orang yang memanipulasi data setoran pajak, diancam dengan pidana penjara maksimal 7 tahun,”terang Johnesly.

Sementara itu, Direktur PT SM di Kota Dumai, ketika dikonfirmasi terkait informasi tersebut, namun hingga berita ini dimuat belum ada jawaban atau tanggapan. Wartawan kompasriau.com akan terus upayakan konfirmasi kepada instansi terkait, menyangkut indikasi manipulasi data setoran pajak PT SM di berita lanjutan.  (red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here