Oknum Aparat “Pelihara” Mafia CPO Dan Inti Sawit Di Riau

0
315

Kencing CPOPekanbaru-Riau, kompasriau.com  -Hingga kini, aktivitas tempat penampungan Crude Palm Oil (CPO/Minyak Mentah) dan Inti Sawit (carmel) ilegal di wilayah hukum jajaran Polda Riau masih merajalela setiap hari menampung CPO dari ratusan unit mobil tangki pengangkut CPO yang datang dari berbagai Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Riau, kendati jauh sebelumnya usaha CPO ilegal tersebut telah dikabarkan kepada Kapolda Riau dan Kapolres Bengkalis.

Berbagai kalangan di Bengkalis, seperti Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemantau Kinerja Aparatur Negara Propinsi Riau, Jekson Manalu menyebut oknum aparat penegak hukum di jajaran Polda Riau terkesan disinyalir “Pelihara” aktivitas  para pengusaha tempat penampungan CPO dan Inti Sawit  ilegal tersebut.

Untuk itu, Jekson Manalu meminta kepada Kepala Kepolisian Daerah Riau, Brigjen Pol Dilly Bambang,  untuk menanggapi keluhan masyarakat dan LSM  terhadap maraknya aksi mafia CPO dan inti sawit di wilayah hukum jajaran Polda Riau.

“Apakah oknum aparat di jajaran Polda Riau terindikasi telah menerima “upeti” setiap bulannya dari para oknum pengusaha mafia CPO dan Inti Sawit tersebut, sehingga ada indikasi pembiaran terhadap usaha CPO ilegal tersebut marak di wilayah hukum jajaran Polda Riau,”ungkap Jekson Manalu, Kamis (14/1) di kantor Biro kompasriau.com di Mandau-Duri.

Menurut Jekson Manalu, bila tidak ada tindakan hukum dari jararan Polda Riau terhadap maraknya aksi para pengusaha mafia CPO dan Inti Sawit tersebut, maka DPD pemantau kinerja aparatur negara Propinsi Riau, dalam waktu dekat akan melayangkan surat ke petinggi aparat penegak hukum di  Mabes Polri.

Pasalnya, akibat aksi para mafia CPO dan Inti sawit tersebut, ironis sudah sejak lama merugikan perusahaan milik negara, seperti Perusahaan CPO BUMN (PT SAN) yang berada di kawasan Pelabuhan Dumai. “Sesuai hasil investigasi tim kita di lapangan, setiap hari sedikitnya 30 unit mobil pengangkut CPO milik PTP V Pekanbaru dan PTP III Torganda dengan tujuan DO ke PT SAN di Pelabuhan Dumai, wajib menyelip masuk “kencing CPO” ke lokasi tempat penampungan CPO ilegal tersebut,”ungkap Jekson Manalu.

Lanjutnya, Kalau setiap hari 30 unit mobil tangki pengangkut CPO milik PTP V Pekanbaru dan PTP III Torganda tujuan DO ke PT SAN (BUMN) Pelabuhan Dumai menyelip masuk “kencing” CPO hingga 100 Kg persatu unit mobil tangki, tentu ada CPO kerugian perusahaan milik negara, seperti perusahaan PT SAN Dumai.

“Lalu sejauh mana tindakan aparat penegak hukum di jajaran Polda Riau. Konon tidak tak bernyali melakukan tindakan hukum terhadap aksi mafia CPO dan inti sawit tersebut, ”keluh Jekson Manalu.

Begitu juga Sekretaris Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Propinsi Riau,PH Sitompul, Kamis (15/1) di Pekanbaru menyebut oknum aparat penegak hukum di Bengkalis dan Dumai terkesan disinyalir tak bernyali melakukan tindakan hukum terhadap maraknya aksi pengelapan CPO dan inti sawit di wilayah hukum jajaran Polda Riau.

“Jika tempat penampungan CPO terindikasi terus berlangsung “dipelihara oknum aparat”, tentu perusahaan CPO milik negara, seperti BUMN PT SAN rugi miliaran rupiah setiap tahunnya, karena sedikitnya setiap hari 30 unit mobil pengangkut milik BUMN wajib  menyelip masuk “kencing” CPO di tempat penampungan CPO ilegal tersebut. Maka untuk kasus mafia CPO dan inti sawit ini menjadi catatan khusus di kantor DPD LCKI propinsi Riau, untuk kita ditinjak lanjuti ke Mabes,”ungkap PH Sitompul.

Sementara, Kepala Kepolisian Daerah Riau, Brigjen Pol, Dolly Bambang, ketika di informasikan wartawan kompasriau.com melalui pesan singkat (SMS), terkait maraknya tempat penampungan CPO dan inti sawit di wilayah jajaran Polda Riau, namun hingga berita ini dimuat belum ada tanggapannya.

Begitu juga Kepala Kepolisian Resor Bengkalis, AKBP Suryadi, ketika di infomasikan wartawan kompasriau.com melalui pesan singkat (SMS), Senin (11/1), Kapolres Bengkalis mengatakan terima kasih kepada kompasriau.com.

Namun, dari pengamatan tim pengurus DPD pemantau Kinerja Aparatur Negara Propinsi Riau dan wartawan kompasriau.com, Selasa (12/1), seperti di lokasi tempat penampungan CPO ilegal yang berada di kawasan Dumai, Duri XIII, wilayah hukum Polres Bengkalis, tepatnya tidak jauh dari Kantor Pos Polisi Duri XIII, usaha CPO ilegal tersebut masih bebas beroperasi setiap hari secara terang-terangan di pinggir jalan raya. Sedangkan oknum aparat penegak hukum di Polsek Mandau terkesan tak bernyali melakukan tindakan hukum terhadap indikasi pelanggaran hukum tersebut.

Begitu juga usaha tempat penampungan CPO ilegal yang berada di pinggir jalan raya kawasan Kulim, Km 9 dan Km 8 menuju ke Pekanbaru, ratusan unit mobil truck tangki penggangkut CPO  setiap hari datang dari berbagai Pabrik Kelapa Sawit (PKS) bebas menyelip masuk “kencing CPO” di lokasi tersebut.

Selain itu, disepanjang pinggir jalan raya lintas di kawasan daerah Gelombang, terlihat jelas indikasi pelanggaran hukum disejumlah lokasi tempat penampungan CPO dan inti sawit bebas melakukan aksinya setiap hari hanya menampung CPO dan inti sawit secara ilegal.

Kabarnya aksi mafia CPO tersebut dimodali warga asal Medan-Sumut bernama Kocun. Ironisnya, sejumlah oknum TNI sengaja didatangkan dari Belawan disinyalir khusus ditugaskan untuk menjaga usaha-usaha tempat penampungan CPO ilegal tersebut. (Bagus.S/ M.Purba).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here