Terkait Penangkapan 7 Unit Mobil Colt Diesel Muatan Bawang, Kasi P2 BC Belum Mengetahui Adanya Penangkapan

0
170

IMG_20160129_121928DUMAI,kompasriau.com  -Kamis ( 28/01 ) kemarin,pihak petugas tim gabungan Bea Cukai, yang terdiri dari Kanwil Direktorat Jenderal Bea Cukai Riau,Sumatera Barat dan KPP Bea Cukai  Dumai,kabarnya berhasil menggagalkan dan menangkap sekitar 60 ton bawang merah import asal Negara Malaysia.

Penangkapan barang ( bawang ) ilegal sebanayak sekitar  60 ton itu menurut sumber,terjadi saat bawang merah sebanyak sekitar 60 ton itu, dimuat dan hendak diberangkatkan ke Pakning dan Dumai mempergunakan alat angkut  7 unit bobil truk Colt Diesel.

Tepat diperjalanan,sekitar Jalan Sei Pakning,Kecamatan Bukit Batu ( Pakning ),Kabupaten Bengkalis ( Riau ),ke 7  (Tujuh ) Unit mobil truk Colt Diesel warna kuning berisi bawang merah itu,distop/hentikan dan diperiksa oleh pihak tim gabungan Bea Cukai.

Hal tersebut terungkap Jum at ( 28/01 ),kemarin, dari salah seorang saksi mata disekitar lokasi penangkapan.Dimana dalam penuturannya,kepada kompasriau.com, saksi mata,yang bernitial Jn itu,,mengaku,kalau dia bersama dua orang rekannya,ada ditempat kejadian penangkapan bawang merah asal Negara Malaysia.

Bahkan,dalam penuturannya via telepon seluler Jn mengaku melihat secara jelas, adanya penyetopan dan pemeriksaan dari oknum yang mengaku tim gabungan Bea Cukai.

“Kami bertiga melihat langsung penyetopan,pemeriksaan dan pemberangkatan ke 7 unit mobil ke arah Dumai.Bahkan,saat itu,kami bertiga sempat curiga,kalau masalah tangkapan itu selesai ditempat.Makanya kami bertiga,memutuskan untuk menginformasikannya kepada saudara.”Ujar Jn,kepada kompasriau.com,via telepon selulernya,Jum at ( 29/01 ) pagi.

Berbeda dengan pihak KPP Bea Cukai Dumai,walau dalam percakapannya dengan kompasriau.com,oknum petugas P2 KPP Bea Cukai ini,mengaku tidak,atau belum mengetahui,akan kejadian penangkapan bawang seberat sekitar 60 ton. itu.”Sampai saat ini,Jum at ( 28/01 ),saya belum ada mendengar adanya penangkapan bawang.”Ujar,salah seorang oknum yang berkompeten di P2 KPP Bea Cukai Dumai,Jum at ( 28/01 ) pagi menjawab kompasriau.com.

Namun,ditempat,waktu dan wartawan yang berbeda. Pihak KPP Bea Cukai Dumai,berani mengaku kalau petugas yang melakukan penangkapan itu adalah tim gabungan Bea Cukai yang terdiri dari petugas Kanwil Direktorat Jenderal Bea Cukai Riau,Sumatera Barat dan KPP Bea Cukai  Dumai.

Menariknya,kendati penyetopan dan penangkapan terhadap ke 7 mobil truk Colt Diesel pengangkut bawang illegal itu dilakukan pihak tim gabungan Bea Cukai pada Kamis ( 27/01 ).Dan pada saat itu,salah seorang dari pihak si penangkap dikabarkan sempat berkomunikasi dengan seseorang si pemilik barang.

Namun,kepada sejumlah wartawan,Jum at ( 28/01 ) sore,pihak KPP Bea Cukai Dumai,berani mengaku,kalau ke 7 ( tujuh ) supir tidak ditahan.Dan barang tangkapan mereka tidak bertuan.”Jadi pada penengahan kita hanya sita muatan bawang.Sedangkan truk tersebut tidak kita sita.Sebab,hanya bertugas mengangkut/melangsir.”Ujar Kasubsi Penyidikan Barang Hasil Penindakan KPP Bea Cukai Dumai,Jayadi,menjawab wartawan,Jum at ( 28/01 )

Dengan demikian timbul kesan dan indikasi, kalau barang ( bawang ) hasil tangkapan dari petugas tim gabungan, yang terdiri dari Kanwil Direktorat Jenderal Bea Cukai Riau,Sumatera Barat dan KPP Bea Cukai  Dumai,awalnya hendak diselesaikan dilapangan.

Indikasi itu diperkuat,adanya jangka /selang waktu 1 hari lebih,antara penangkapan dengan penyerahan barang bukti hasil tangkapan dan adanya pengakuan pihak Kasi P2 KPP Bea Cukai yang menyebutkan,kalau dirinya Jum at ( 28/01 ) pagi,belum mengetahui penangkapan bawang oleh tim gabungan,yang terdiri dari Kanwil Direktorat Jenderal Bea Cukai Riau,Sumatera Barat dan KPP Bea Cukai  Dumai  ( Mulak Sinaga )

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here