Melalui Website Wujudkan Keterbukaan Informasi

0
66

BENGKALIS,kompasriau.com Saat meninjau ruang kerja Desa Broadband Terpadu di kantor Desa Wonosari, Kecamatan Bengkalis, Selasa (3/2/2016), Pj Bupati Bengkalis Ahmad Syah Harrofie mengungkapkan agar seluruh desa di Negeri Junjungan ini menjadi desa-desa melek informasi dan teknologi (Dedemit). Karena dengan keradaan Dedemit ini akan memudahkan warga desa melek informasi.

Kehadiran orang nomor satu di Negeri Junjungan ini, didampingi Sekretaris Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Bengkalis Radius Akima, Kepala Bidang Kominfo, Syaiful Bahri, Kepala Bagian Humas Johansyah Syafri, Kepala Desa Wonosari Suswanto dan sejumlah petugas operator  Desa Broadband Terpadu (DBT).

Dikatakannya, ditengah perkembangan informasi dan teknologi, masyarakat bisa mendapatkan informasi lewat gadget, sehingga tidak ada halangan untuk mendapatkan informasi. Untuk itu, dengan adanya fasilitas DBT bagi desa Wonosari ini, merupakan sebuah kemudahan untuk menyampaikan berbagai perkembangan, kebijakan maupun program yang ada di desa.

Ahmad Syah Harrofie menerangkan kemajuan ilmu teknologi dan informasi serta tuntutan masyarakat terhadap keterbukaan informasi mendorong seluruh desa di Kabupaten Bengkalis untuk memiliki website desa. Terlebih lagi, dua desa di Kabupaten Bengkalis telah menjadi pilot project Desa Broadband Terpadu dari Kementerian Komunikasi dan Informasi RI, yakni desa Wonosari Kecamatan Bengkalis dan Desa Kadur Kecamatan Rupat Utara.

Diterangkannya lagi, kehadiran program DBT yang menyediakan akses internet dan website suatu desa, merupakan bagian penting untuk mewujudkan keberadaan Dedemit.Setiap masyarakat mempunyai hak untuk mendapatkan informasi tentang pemerintahan dan program pembangunan di daerah, termasuk di desa.
Keberadaan website desa ini, akan memberikan dampak positif bagi perkembangan desa, karena program desa langsung dapat diketahui oleh publik, khususnya warga desa. Tidak hanya itu desa bisa melakukan promosi-promosi tentang potensi yang ada di desa, sehingga desa bisa langsung mendunia.

“Setiap informasi tentang desa, seperti anggaran desa dan program-program tidak ada lagi ditutup-tutupi. Apabila informasi sudah terbuka lebar, dan diketahui oleh masyarakat, maka tidak ada lagi yang dicurigai,” tandas Pj Bupati Bengkalis.

Selama di ruang operator DBT Desa Wonosari, Pj Bupati Bengkalis langsung mengakses website www.wonosari.desa.id. Setelah mengakses dan membaca beberapa berita yang disajikan dalam website milik Desa Wonosari tersebut, Ahmad minta pihak pengelola agar dapat memanfaatkan fasilitas yang ada untuk menyajikan informasi mengenai program-program pemerintahan, khususnya di Desa Wonosari.

Pj Bupati Bengkalis juga menyarankan kepada operator dan pengelola website Desa Wonosari untuk berkoordinasi Bagian Humas Setda Bengkalis, terutama dalam hal pembuatan berita dan rilis.** (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here