Polisi BNN Pusat di periksa di PNDumai *Terkait Sabu seludupan 2,5 kg

0
76

Dumai, kompasriau.com – Tugio, anggota Polisi Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Selasa (9/2), menjadi saksi alias diperiksa dipersidangan PN Dumai, seputar duduk perkara saat penangkapan tersangka penyeludup Sabu 2,5 kg, 12 Agustus 2015 tahun lalu.

Tugio, hadir di persidangan sekitar pukul 13 45 Wib. Dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Dumai, Andriansyah. SH.

Dalam perkara ini, Tugio, memberikan kesaksian atas terdakwa Ali Muttaqim, yang membawa sabu 2,5 kg dari Malaysia dimasukkan dalam tas besar warna hitam dan untuk terdakwa Faisal Nur, supir mobil Rental dari Medan.

Sidang perkara sabu mendengarkan kesaksian Tugio, antara terdakwa Ali Muttaqim dan Faisal Nur, digelar terpisah dan hakim majelis berbeda.

Perkara dengan terdakwa Ali Muttaqim, disidangkan hakim majelis Krosbin Lumban Gaol SH MH, sebagai pimpinan sidang dan juga sekaligus Ketua PN Dumai, dengan hakim aggota, Firman K. Tjindarbumi SH dan Renaldo Meiji H. Lumbantobing SH MH.

Sedangkan terdakwa Faisal Nur, disidangkan hakim majelis Evelyne Napitupulu SH MH, sebagai pimpinan sidang dengan hakim aggota, Azis Muslim SH dan hakim Adiswarna Chainur P SH MH.

Dalam kesaksian Tugio dihadapan sidang untuk terdakwa Ali Muttaqim, tidak jauh perbedaannya saat penjelasan saksi Abu Kari, Faizal, Ismail, Kartik Alis Juma dan saksi

Faisal Nur,sebelumnya dimintai keterangan oleh hakim majelis, dipimpin Krosbin Lumban Gaol, untuk terdakwa Ali Muttaqim.

Tugio menjelaskan, bahwa perjalanan Ali Muttaqim, saat dijemput oleh Ismail dan Faizal naik Sped dari pelabuhan Sungai Dumai, tanggal 11 Agustus 2015, hingga ke pelabuhan Pidi Malaysia, dan kembali membawa Ali Muttaqim ke Dumai lewat pelabuhan Sungai Mesjid Purnama, hingga dijemput Abu Kari di pelabuhan Sungai Mesjid, kata Tugio sudah dipantau pihaknya (tim BNN-red).

Sementara itu, usai pemeriksaan saksi Tugio atas terdakwa Ali Muttaqim, hakim majelis dipimpin Krosbin Lumban Gaol, saat itu langsung melanjutkan pemeriksaan terdakwa Ali Muttaqim.

Dalam sidang sebelumnya, keterangan terdakwa lainnya, yang dijadikan sebagai saksi silang untuk terdakwa Ali Muttaqim, sudah menjelaskan perjalanan semenjak Ali Muttaqim di jemput dari pelabuhan Pidi Malaysia.

Setiba di rumah Abu Kari di Dumai, Ali Muttaqim bersama Abu Kari, sempat menggunakan sabu di rumah itu sebelum Ali Muttaqim diantar Abu Kari ke jalan Kelakap Tujuh (samping SPBU-red). Hal ini diakui Ali Muttaqim.

Keterangan saksi sebelumnya, setiba Ali Muttaqin dan Abu Kari di rumah Abu Kari, mereka sempat menyabu usai sarapan lalu Abu Kari membuka tas besar warna hitam yang dibawa Ali Muttaqim dari Malaysia, Abu Kari melihat ada dua bungkus dilakban berisi sabu keduanya beratnya sekitar 2,5 kg.

Adanya BB sabu 2,5 kg di dalam tas yang dibawa Ali Muttaqim dari Malaysia, menurut Abu Kari, awalnya tidak mengetahui sebelumnya, karena itu, Abu Kari pun meminta tambahan ongkos, karena yang dibawa Ali Muttaqim, barang berbahaya, jelas Abu Kari sebelumnya.

Berbeda dengan keterangan Ali Muttaqim, saat dirinya diperiksa hakim majelis, Selasa (9/2). Menurut Ali, saat tas bawaanya diperiksa Abu, Ali Muttaqim mengakui tidak mengetahui apa isi bungkusan dimaksud. Dia (Ali Muttaqim-red) mengaku tau isi bungkusan adalah sabu setelah di kantor Polisi.

Ketika hakim mencoba mengulang-ulangi pertanyaan kepada Ali Muttaqim setelah mereka di rumah Abu Kari, keterangan Ali Muttaqim tampak mulai berbelit dan terjebak.

Dalam sidang terpisah oleh hakim majelis berbeda, ketika Ali Muttaqim dijadikan sebagai saksi untuk terdakwa Abu Kari, Ismail, Faizal dan terdakwa Kartik alias Juma, Ali Muttaqim mengakui, awalnya tidak mengetahui isi tas yang dibawa adalah sabu, tetapi diketahuinya setelah di rumah Abu Kari.

Akan tetapi, ketika saat ditanya hakim, bahwa Ali Muttaqim kemudian sudah tau ada sabu di dalam tas yang dibawa dari Malaysia, kenapa dilanjut membawa ke jalan Kelakap Tujuh (maksudnya samping SPBU tempat mereka di grebek BNN-red), Ali Muttaqim menjawab terpaksa karena harus balik ke kampungnya di Pulau Jawa melihat anaknya sakit, ujar Ali Muttaqim saat itu berkilah.**(Tambunan/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here