Maraknya Aksi Mafia CPO Dan BBM Di Riau Dilapor Ke Kapolri

0
118

Pekanbaru. Kompasriau.com. – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Pemantau Kinerja Aparatur Negara Propinsi Riau, Jeckson Manalu, Selasa (9/2/2016), akhirnya melaporkan maraknya pengelapan dan penadah Crude Palm Oil (CPO) dan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah hukum jajaran Polda Riau, Kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia di Jalan Trunojoyo N0: 3, Kebayoran Baru, Jakarta.

Pasalnya menurut Jekcson, maraknya aksi para mafia BBM dan CPO di wilayah hukum jajaran Polda Riau diduga akibat adanya pembiaran oleh oknum aparat penegak hukum di wilayah jajaran Polda Riau. Atau bisa jadi akibat adanya indikasi kerjasama terselubung alias KKN antara oknum aparat penegak hukum dengan para mafia BBM dan CPO tersebut. Sehingga aksi mafia CPO dan mafia BBM tersebut terindikasi “diperlihara” oleh oknum aparat tertentu.

“Kita tidak mau  disebut wilayah hukum kepolisian Daerah Riau “sarang mafia BBM dan sarang mafia CPO, karena di daerah Propinsi Riau ini ada kantor kepolisian berdiri megak”, ”keluh Jeckson kepada wartawan kompasriau.com diruang tunggu salah satu Hotel di Pekanbaru.

Anehnya, kendati pihak aparat penegak hukum di jajaran Polda Riau, sudah pernah melakukan razia di sejumlah lokasi tempat penampungan BBM dan CPO tersebut, namun aneh, oknum mafia CPO dan mafia BBM sudah terlebih dahulu mengetahui bakal adanya razia turun ke lokasi tersebut, sehingga aksi mafia CPO dan BBM ilegal tersebut untuk sementara ditutup.

‘Dugaan dugaan adanya oknum aparat tertentu sebagai kaki tangan para mafia BBM dan CPO, untuk memberi info kepada para mafia CPO dan mafia BBM, bahwa akan turun razia aparat ke lokasi para mafia tersebut, sehingga peralatan kegiatan para mafia CPO dan mafia BBM untuk sementara dikosongkan para pekerja dari lokasi usaha penampungan ilegal tersebut,”ulas Jeckson Manalu.

Lanjutnya, maraknya aksi para mafia BBM di wilayah Hukum jajaran Polda Riau diduga merugikan negara ratusan juta rupiah. Karena dalam satu hari oknum para pengelola tempat penampungan BBM tersebut dapat menampung BBM secara ilegal sedikitnya 2 (dua) truk tangki kapasitas 5000 liter jenis solar dan bensin.

Begitu juga oknum pengelola tempat penampungan CPO ilegal diduga dapat menampung atau menadah CPO dalam satu hari sedikitnya 2 (dua) truk tangki berkapatitas 18.000,- (18 ton, karena setiap truck tangki pengangkut CPO milik Perusahaan BUMN seperti PTP III dan PTP V diduga kuat wajib menyelip masuk “kencing” beberapa drum/unit di lokasi para mafia CPO ilegal tersebut.

Lalu sejauhmana tindakan hukum yang dilakukan oleh aparat penegak hukum di jajaran Polda Riau..? Hingga saat ini terkesan kurang jelas. Bahkan disinyalir oknum aparat penegak hukum “tutup mata”. “Untuk itu, kita melaporkan indikasi maraknya aksi mafia CPO dan mafia BBM kepada Kapolri di Jakarta. Karena oknum aparat terkesan “tak bernyali” untuk memberantas mafia CPO dan BBM itu, “keluhnya.

Ditambahkan Jeckson, selama ini oknum aparat penegak hukum di jajaran Polda Riau terkesan hanya menangkap pelaku perkeja CPO dan pekerja BBM ilegal “kelas teri”, sementara para mafia CPO dan mafia BBM ilegal “kelas kakap” terkesan dipelihara alias dibiarkan merajalela. “Hal tersebut diperkuat dengan pengakuan beberapa orang sumber kepada kami di lokasi, bahwa mafia CPO dan mafia BBM disebut memiliki beking atau jaringan orang kuat di Mabes Polri,”beber Jeckson Manalu mengahiri ucapan kepada kompasriau.com, Sabtu (13/2/2016). **(Tim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here