Yayasan Riau Madani Gugat Perusahaan CPO Di Dumai

0
12

Dumai, kompasriau-Gugatan Perdata Yayasan Riau Madani (YRM), lewat Pengadilan Negeri (PN) Kelas IB Dumai, menggugat lima perusahaan CPO di Lubug Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, masih agenda penyerahan surat jawaban atas gugatan YRM.

Setelah sebelumnya tahapan mediasi antara penggugat dengan para tergugat tidak ada pemupakatan untuk berdamai, atau untuk tidak berlanjutnya sidang gugatan YRM soal Kawasan Lindung yang diduduki para perusahaan (tergugat), sidang gugatan YRM itu pun berlanjut.

Sebagaimana hari ini, perkara perdata itu sidang lanjutan kembali di buka diruang sidang utama PN Dumai, Selasa (01/3), di mulai sekitar pukul 11. 30. Wib. Para kuasa ke lima perusahaan tersebut, termasuk kuasa dari Pemko Dumai, hadir dalam sidang itu.

Sebagaimana pada sidang sebelumnya, saat gugatan YRM sudah masuk ke PN Dumai, hakim majelis yang menyidangkan perkara itu, di pimpin oleh hakim Krosbin Lumban Gaol SH. MH.

Agenda sidang lanjutan perkara gugatan perdata YRM tadi pagi, pengamatan media ini, masih menyerahkan surat jawaban dari masing-masing para kuasa perusahaan (tergugat).

Hal yang sama dari Kuasa Pemko Dumai, juga menyampaikan surat jawaban atas gugatan YRM (penggugat). Dimana, Pemko Dumai notabene Walikota Dumai, adalah sebagai pemberi izin kepada perusahaan (tergugat).

Ke lima perusahaan yang digugat perdata oleh YRM, diantaranya, yakni ; PT Sari Dumai Sejati (SDS), PT Cemerlang Energi Perkasa (CEP), PT Pacific Indopalm, PT Inti Benua Perkasatama (IBP) dan PT Semesta Alam Permai (SAP).

Ke lima perusahaan yang di gugat YRM, nomor perkaranya terbagi dalam 4 (empat) berkas, yakni PT SDS dan PT CEP, satu berkas dengan perkara nomor 36/Pdt.G/2015/PN/Dum.

PT Pacific Indopalm,  satu berkas, dengan perkara nomor 37/Pdt.G/2015/PN/Dum. PT IBP, berkas perkara Nomor ; 38/Pdt.G/2015/PN/Dum satu berkas, dan PT SAP, satu berkas dengan perkara nomor ; 39/Pdt.G/2015/PN/Dum.

Ke empat berkas perkara ini, Pemko Dumai yang juga sebagai tergugat selaku pemberi izin kepada perusahaan (tergugat), juga masuk dalam setiap berkas gugatan YRM.

Sebagaimana di beritakan media ini sebelumnya, perusahaan CPO (para tergugat-red) yang berjejer di garis pantai Lugug Gaung, Sungai Sembilan Dumai, digugat perwakilan oleh YRM lewat PN Dumai.

Para tergugat dituduh telah merubah fungsi Kawasan Lindung Nasional dan Kawasan Lindung Provinsi, Sehingga, luas Kawasan Lindung Nasional dan Kawasan Lindung Provinsi telah berkurang luasnya.

Kawasan Lindung Nasioal dimaksud, diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 26 tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. Demikian Kawasan Lindung Provinsi diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Daerah Tingkat I Riau, No : 10 tahun 1994, tentang Rencana Tata ruang Wilayah Provinsi Daerah Tingkat I Riau.

Kawasan Lindung Nasional dan Kawasan Lindung Provinsi yang diplot Pemerintah, kawasannya berada di di sepanjang garis pantai Lubug Gaung Dumai. Saat ini, kawasan dimaksud telah dirubah para tergugat menjadi tempat/kawasan perusahaan/industry masing-masing tergugat.**(Tambunan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here