Direktur CV. Wandhan Niaga di tuntut 4 tahun 6 bulan penjara *Kasus korupsi proyek Jalan Teluk Pauh Ujung, Kota Dumai

0
158

DUMAI, kompasriau.com  –Direktur CV. Wandhana Niaga, Ade Rosalina, Warga Dumai, di tuntut bersalah oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Dumai, dengan hukuman selama 7 tahun 6 bulan penjara, dalam perkara dugaan korupsi pembetonan jalan Teluk Pauh ujung, Kota Dumai-Riau.

Tuntutan bagi terdakwa Ade Rosalina ini di bacakan JPU, saat sidang lanjutan perkara itu di gelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), pada Pengadilan Negeri Pekanbaru-Riau, hari ini, Rabu (2/3).

Dalam perkara ini, selain Ade Rosalina sudah di tuntut JPU, tiga orang terdakwa lainnya, perkaranya juga sudah dituntut, diantaranya, Wakil Direktur CV Wandhana Niaga, yakni terdakwa Sopyan, dan dua orang pejabat di Lingkungan Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemko Dumai.

Dalam perkara pembangunan Jalan Teluk Pauh Ujung, disebut-sebut, terdakwa Sopyan berperan banyak dalam proyek Jalan Teluk Pauh, karena itu, hukuman yang diganjarkan kepada terdakwa Sopyan oleh JPU, lebih tinggi dari tuntutan Direkturnya, Ade Rosalina.

Dihubungi kompasriau.com siang tadi usai sidang pembacaan tuntutan para terdakwa perkara Teluk Pauh, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Dumai, H. Kamari. SH, melalui Kepala Seksi Pidana khusus (Kasi Pidsus), Hendarsyah YP. SH. MH, membenarkan tuntutan terdakwa Sopyan lebih tinggi dari Direkturnya (Ade Rosalina-red), karena peran Sopyan dalam perkara itu lebih besar.

Disebut Hendarsyah, bahwa terdakwa Sopyan dalam perkara itu, di tuntutnya selama 7 tahun 6 bulan dengan denda sebesar Rp 200 juta, subsidaer 6 bulan penjara.

Selain tuntutan 7 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 200 juta di jatuhkan kepada Sopyan, hukuman Uang Pengganti Rp 633 juta, masih dibebankan kepada Sopyan. Apabila uang pengganti tidak dibayar oleh Sopyan, maka Sopyan harus menjalani hukuman tambahan selama 6 bulan penjara.

Sementara itu, terdakwa Budi Marman, Pegawai di Lingkungan Kantor Dinas Pekerjaan Umum Pemko Dumai, diketahui selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, JPU Hendarsyah dan Andriansyah. SH.MH, menuntut Budi Marman selama 4 tahun 6 bulan.

Demikian dengan terdakwa Muhamad Nasri Noor alias Anas, yang juga Pegawai di Dinas PU Pemko Dumai selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek Teluk Pauh ini, hal yang sama dituntut selama 4 tahun 6 bulan penjara.

Tuntutan yang dijatuhkan tim JPU Kejari Dumai kepada terdakwa Ade Rosalina, Budi Marman dan kepada Muhamad Nasri Noor alias Anas, masing masing sama 4 tahun 6 bulan penjara, dan sama-sama didenda sebesar Rp 200 juta,subsidaer 2 bulan kurungan. Sedangkan uang pengganti, tidak dibebankan pada mereka.

Menurut Hendarsyah dari ujung teleponnya menjelaskan, bahwa perbuatan ke empat terdakwa terkait perkara Proyek Pembetonan Jalan Teluk Pauh Ujung, di Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat Kota Dumai, sudah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan melawan hukum.

Perbuatan para terdakwa kata Hendarsyah, didakwa dengan pasal Primaer, pasal 2 ayat 1 UU RI Nomor 31 tahun 1999, jo UU RI Nomor 20 tahun 2001, tentang Tipikor, jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sedangkan pasal Subsidaer, dijerat dengan pasal 3 UU RI tahun 1999 jo UU RI Nomor 20 tahun 2001, tentang Tipikor, jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, jelas Hendarsyah.**(Tambunan)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here