Satpol air Polres Dumai 8 kali melakukan tangkapan Bawang

0
409

DUMAI, kompasriau.comProvinsi Riau, merupakan salah satu daerah atau pelabuhan larangan menerima Bawang impor oleh Pemerintah Pusat. Demikian pelabuhan atau Kota Dumai, adalah salah satu daerah yang dilarang menerima Bawang impor, akan tetapi, walau pelabuhan/Kota Dumai menjadi larangan, namun para oknum pengusaha Bawang di Dumai tampak tidak gentar dengan larangan tersebut.

Buktinya, walau instansi berwenang, baik Bea dan Cukai maupun Satuan Polisi Perairan (Satpol air) Mabes Polri, Polda Riau maupun Satpol air Polres Dumai sudah banyak melakukan penangkapan terhadap Bawang impor illegal, namun hal itu tampak tidak membuat jera para oknum pengusaha Bawang impor dimaksud.

Sebagaimana disampaikan Kasat Pol air Polres Dumai, AKP Yudhi Franata. Sik, pihaknya (Satpol air-red) sudah 8 kali melakukan penegahan atau penangkapan Bawang impor yang coba masuk ke Dumai.

Saat di temui kompasriau.com diruang kerjanya sore tadi, Selasa (5/4), Yudhi Franata yang akrab disapa pak Frans itu mengakui, seluruh penadahan Bawang impor illegal (8 kali-red) yang dilakukan, semuanya telah dilimpahkan kepihak Karantina selaku instansi yang berwenang melakukan proses lanjutan hingga pemusnahan.

Diakui Fran, dari penadahan 8 kasus Bawang impor illegal semenjak dia (Fran) menjabat sebagai Kasat Pol air Polres Dumai, Maret 2015 lalu, pihaknya saat itu menetapkan seorang tersangka.

“Dari 8 kali penangkapan, saat itu kita melakukan pemeriksaan lima orang, namun dari hasil pemeriksaan itu, hanya satu orang saja ditetapkan tersangka karena memenuhi unsur pidana melanggar UU pelayaran. Saat ini sedang proses persidangan”, ujar Fran.

Sementara itu, selain keberhasilan melakukan penadahan terhadap Bawang impor illegal dilakukan pihaknya, Fran mengakui, bahwa penadahan/penangkapan terhadap kapal dan ratusan Ballpress kain bekas maupun kapal pengangkut kayu tidak memiliki dokumen resmi, sudah ada dilakukan Satpol air Polres Dumai itu.**(Tmbn/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here