Terkait Perkara Bawang Seludupan, Petugas Patroli PSDKP Kementerian Kelautan Berikan Kesaksian Di PN Dumai

0
133

DUMAI,kompasriau.com -Kamis ( 07/04 ) tadi,dua orang Petugas Kapal Patroli PSDKP ( Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan ) dari Kementerian Kelautan ( KK ) Republik Indonesia ( RI ) hadir di Pengadilan Negeri ( PN ) Dumai.

Kehadiran kedua Petugas PSDKP dari Kementerian Kelautan RI yang bertugas di Kapal Patroli Hiu 13 ini, guna memberikan keterangan terkait perkara bawang merah Import illegal hasil tangkapan mereka 6 february 2016, yang disidangkan hari Kamis ( 07/04 ) diruang sidang Dr Kusuma Atmadja SH PN Dumai.

Dimana dalam keterangannya di ruang sidang Kamis ( 07/04 ), kedua Petugas PSDKP dari KK- RI bernama Yeyen dan Susanto ini, menjelaskan bahwa penangkapan kapal Kapal Motor ( KM ) Ria VII-GT 30, pengangkut Bawang Merah impor tidak resmi, yang mereka lakukan sekitar Pkl 16.00 WIB pada Sabtu, 6 Pebruari 2016 lalu.

Bermula saat mereka  menggunakan kapal Hiu 13 PSDHP melakukan patroli rutin di perairan laut Indonesia. Tepat disekitar perairan antara Bengkalis dengan Pulau Rupat, mereka melihat ada 1 unit Kapal Motor mencurigakan.

Setelah didekati dan diperiksa, ternyata KM Ria VII-GT 30 mengangkut bawang merah sebanyak 24 ton dari Kuala Linggi Malaysia. “Karena para ABK KM Riau VII tidak bisa menunjukkan izin Import barang ( bawang merah ), kami giring ke arah dermaga Dumai dan kami serahkan kepihak Karantina Dumai.”Ungkap Yeyen dan Susanto kepada Majelis.

Seraya mengakui adanya 1 orang tersangka dan Barang Bukti ( BB ) berupa Kapal Motor Riau VII satu unit, uang tunai, lembaran Rp 100 ribu sebanyak 19 juta, uang Negara Malaysia sebanyak 210 ringgit, Hand Phone 3 unit, kompas penunjuk arah 1 buah, Bendera Kebangsaan Negara Malaysia 1 buah dan bawang merah sebanyak 24 ton, yang mereka serahkan.

Bahkan, saat Majelis Hakim, Renaldo MH Lumbantobing SH MH bertanya.”Apakah saudara saksi mengenal tersangka bernama Rajudin ini ?.Kalau kenal,apa jabatannya di KM Ria VII itu ?” tanya Ketua Majelis Persidangan,Renaldo kepada Susanto dan Yeyen.

Yeyen dan Susanto hanya menjawab.”Ya, kami kenal.Namanya Rajudin,saat itu beliau sebagai Kapten di KM Ria VII.”Ujar Yeyen dan Susanto seakan bersamaan menjawab Ketua Majelis persidangan,Renaldo MH Lumbantobing SH MH.

Demikian halnya  saksi Roni,selaku ABK di KM Ria VII,saat ditanya oleh Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) dari Kejakaan Negeri Dumai, Andriansyah. SH.MH dan I.D.G.P Awatara.SH.Roni hanya berkata.” Benar pak Jaksa,Kapten kami di KM Ria VII adalah beliau.”Ujar Roni,seraya mengarahkan jari telunjuknya ke arah tersangka bernama Rajudin.

Dan sebelum menutup jalannya persidangan saat itu.Ketua Majelis persidangan,Renaldo MH Lumbantobing SH MH menanya tersangka Rajudin.“Gimana dengan keterangan para saksi ini.Apakah ada yang kurang tepat menurut terdakwa.”Ujar Renaldo MH Lumbantobing SH MH dengan nada bertanya kepada tersangka Rajudin.

“Pas pak Hakim,seluruhnya benar pak Hakim.”Kata tersangka Rajudin,seraya menganggukkan kepalanya didepan persidangan,yang digelar Kamis ( 07/04 ) tadi.

Setelah mendengar keterangan kesaksian ketiga saksi dan pengakuan tersangka Rajudin,Kemudian Ketua Majelis persidangan berkata.”Untuk sementara,sidang kita tutup,dan kembali kita gelar dua minggu mendatang.”Kata Ketua Majelis persidangan,seraya mengintruksikan JPU utuk menghadirkan saksi dari pihak Karantina Dumai.**(Mulak Sinaga/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here