Ketua DPC Pospera Dumai Minta Copot Kepala KLH Dumai

0
16
Jpeg

Dumai,kompasriau-Ketua Dewan Pimpinan Cabang Posko Perjuangan Rakyat (DPC-Pospera) Kota Dumai, Budiman Sihite meminta kepada Walikota Dumai untuk mencopot Jabatan Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kota Dumai.

Pasalnya menurut Budiman Sihite, kepala kantor lingkungan Hidup Kota Dumai dinilai tidak mampu melaksanakan tugasnya dalam menyelenggarakan pemerintah dibidang lingkungan hidup sebagaimana diamanatkan peraturan dan perundang-undangan tentang lingkungan hidup.

“Salah satu bukti misalnya, seperti usaha pabrik tahu yang tidak memiliki izin operasional dari pemerintah Kota Dumai. Kendati usaha pabrik tahu tersebut sudah cukup lama membuang bau busuk air limbah secara sembarangan diparit masyarakat, namun sampai saat ini, kepala Kantor Lingkungan Hidup Kota Dumai terkesan tidak mampu untuk menertibkan para pelaku usaha pabrik tahu itu agar tidak membuang limbah secara sembarangan disepanjang parit jalan swadaya,”ungkap Budiman Sihite.

Begitu juga Anggota DPRD Dumai yang membidangi Lingkungan Hidup DPRD sebagai wakil rakyat. Menurut Budiman Sihite, DPRD yang membidangi lingkungan hidup di Kota Dumai terkesan belum dapat diharapkan masyarakat untuk memainkan perannya secara optimal mengembang fungsi kontrol terhadap pelaksanaan peraturan daerah.

“DPRD yang membidangi lingkungan hidup di Kota Dumai terkesan belum melaksanakan tugasnya sebagaimana diharapkan masyarakat Bukit Batrem I. Buktinya, sampai saat ini, bau busuk air limbah pabrik tahu di kawasan Bukit Batrem belum bisa dicari solusinya, kendati sudah berulang kali dikabarkan media massa,”keluh Budiman Sihite dengan nada kecewa kepada kompasriau.com, Selasa (19/4/2016).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kota Dumai, Bambang Suprianto, yang didampingi Kasi pengawasan KLH, Dian Arfad, saat dikonfirmasi, mengatakan, ”Kalau pengusaha pabrik tahu tersebut tidak mengindakan solusi yang telah disepakati,  tentu usaha pabrik tahu itu akan ditutup,”tegas Bambang Suprianto kepada wartawan kompasriau.com.

Menurutnya Bambang, bahwa pada hari Rabu (6/4/2016) lalu, pihak KLH Kota Dumai, Disperindag Dumai, dan pihak kesehatan telah dimediasi oleh LKKMD. Kemudian dalam kesimpulannya, pihak pelaku usaha sepakat membuat septic tank.

Lanjutnya, dalam musyawarah tersebut Samuel Turnip sebagai anggota DPRD Dumai mempunyai wacana, kalau permasalahan limbah pabrik tahu tersebut akan dibawa ke tingkat propinsi untuk mencari solusinya, dan akan menyediakan mobil tangki khusus untuk penyedot air limbah tahu itu.

“Dalam minggu ini kita dan instansi terkait akan turun kelapangan untuk mencari solusinya. Setiap pelaku usaha pabrik tahu tersebut wajub membuat septic tank khusus untuk pembuangan air limbah pabrik tahu tersebut, tetapi bila pelaku usaha pabrik tahu itu tidak mengindahkan solusinya, dan tidak mau membuat septic tank, tentu kita akan tutup usaha itu,”tegas Bambang Suprianto.

Anehnya, hingga berita ini dimuat, bahwa bau busuk menyengat hidung air limbah pabrik tahu disepanjang parit Jalan Swadaya masih terus berlangsung.**(Erick).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here