Rudi Junaidi Bakal Dilapor Setelah Lewati Ketukan Palu PHI

0
62

Dumai, kompasriau-Kasus perselisihan hubungan industrial atau pesangon dan hak-hak buruh yang dibayar perusahaan kepada pekerjanya di bawah ketentuan minimum bisa bernuansa pelanggaran tindak pidana lewat ketukan palu di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).

Seperti halnya yang diduga dilakukan Rudi Junaidi selaku pimpinan CV Jaya Pratama Abadi terhadap pekerjanya bernama Berman Batubara. Dimana pimpinan CV Jaya Pratama Abadi hanya membayar upah atau gaji Berman Batubara sebesar Rp 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah) setiap bulannya sejak tahun 2010 sampai tahun 2015.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kota Dumai Drs Amiruddin,MM mengatakan, pimpinan CV Jaya Pratama Abadi bisa dilapor kepihak yang berwajib atas perkara dugaan tindak pidana pembayaran upah pekerja CV Jaya Pratama Abadi di bawah ketentuan minimum.

“Tapi kita panggil dulu pimpinan perusahaan CV Jaya Pratama Abadi itu. Kalau memang nanti pimpinan perusahaan itu tidak mau lagi menghadiri sidang mediasi ke III pada hari senin, tentu perselisihan hubungan industrial ini akan kita lanjutkan ke PHI di Pekanbaru. Selanjutnya pelanggaran pidananya lewat ketukan palu PHI, kemudian baru pelanggaran pidananya dilapor ke pihak kepolisian,“terang Amiruddin kepada media ini diruang kerjanya, Jum’at (29/4/2016).

Bahwa ketentuan pidana yang dapat dijadikan dasar oleh pelaporan pengusaha yang membayar upah pekerjanya di bawah ketentuan minimum adalah pasal 185 jo pasal 90 UUK dengan ancaman sanksi pidana penjara paling singkat 1 tahun dan palin lama 4 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 100 juta dan paling banyak Rp 400 juta.

Seperti dikabarkan media ini sebelumnya, bahwa Berman Batubara sudah bekerja sejak tahun 2010 di CV Jaya Pratama Abadi yang berkantor di Kecamatan Bukit Kapur. Kemudian pada awal tahun 2015, Berman Batubara di PHK atas kehendak Rudi Junaidi selaku pimpinan CV Jaya Pratama Abadi.

Ironisnya, sejak Berman Batubara di PHK pimpinan CV Jaya Pratama Abadi, sampai saat ini belum menerima pesangon dan hak-haknya sebagai pekerja di CV Jaya Pratama Abadi sebagaimana diamanatkan Undang-Undang ketenagakerjaan.

Kabid Pengawasan dan Syaker Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigasi Kota Dumai, Muhammad Fadhly, Selasa tanggal 19 April 2016 lalu telah memanggil Rudi Junaidi selaku pimpinan CV Jaya Pratama Abadi untuk menghadiri sidang mediasi di kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Dumai, namun Rudi Junaidi tidak menghadiri panggilan tersebut.

“Rudi Junaidi sudah dipanggil Dinas tenaga kerja untuk sidang mediasi, namun beliau tidak datang untuk mengikuti sidang mediasi itu. Jadi kepada siapa lagi saya mengadukan masalah pesangon ini. Karena sudah satu tahun saya di PHK CV Jaya Pratama Abadi, tapi sampai saat ini belum dibayar pesangon saya dan hak-hak saya,”ujar Berman Batubara dengan nada harap wartawan media ini

Dikeluhkan Berman Batubara, bahwa anaknya saat ini sedang rawat inap di rumah sakit Adam Malik Medan, karena mengalami penyakit tumor. Kalau tidak ada halangan minggu depan dioperasi di rumah sakit Adam Malik Medan.

“Dana untuk biaya operasi dan biaya rawat inapnya cukup cukup besar Pak, makanya saya minta tolong kepada Bapak agar pesangon saya dibayar Pak Rudi Junaidi,”tandas Berman Batubara kepada wartawan media ini mengahiri ucapannya.

Sementara dalam surat perjanjian kerja yang ditanda tangani Rudi Junaidi dan berman Batubara tertanggal 02 Januari 2010, pasal 5 ke 4 menyebut, “Dalam hal hubungan kerja yang diputus atas kehendak dari CV Jaya Pratama Abadi, maka CV Jaya Pratama Abadi berkewajiban memberikan pesangon sesuai ketentuan Undang-Undang ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia.

Jika mengacu kepada pasal 156 ayat ke (1) Undang-Undang ketenagakerjaan disebut: “Dalam hal terjadinya pemutusan hunbungan kerja, pengusaha diwajibkan membayar uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan pengganti hak yang seharusnya diterima.

Namun aneh, bahwa sejak tahun 2009 sampai tahun 2014,Berman Batubara bekerja di CV Jaya Pratama hanya menerima upah/gaji sebesar Rp 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu) setiap bulannya.

Kendati wartawan media ini telah melayangkan surat konfirmasi secara tertulis kepada Pimpinan CV Jaya Pratama Abadi, Rudi Junaidi, yang berkantor di Jl. Raya Dumai-Duri Km 12, Bagan Besar, Kota Dumai, namun hingga berita ini dimuat, Rudi Junaidi masih memilih bungkam.?. (Erick).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here