Oknum Jaksa Diduga Bertemu Dihotel Dengan Istri Terpidana Mati

0
105

DUMAI,kompasriau.com -Salah seorang oknum Jaksa di Kejaksaan Negeri Dumai beberapa waktu lalu dikabarkan bertemu dan berbincang-bincang dengan istri salah seorang tersangka/terdakwa/terpidana mati kasus/perkara narkoba ( sabu sabu ) diruang lobi salah satu Hotel dibilangan Jalan Merdeka lama Dumai.

Konon sesuai dengan penuturan Wk ( istri terdakwa/terpidana mati ) bernama Ali Mutaqin, bahwa pertemuan antara dirinya dengan oknum Jaksa berinitial AW di lobi Hotel Wisata Dumai terjadi sebelum adanya pembacaan tuntutan maupun putusan vonis hukuman mati terhadap suaminya bernama Ali Mutaqin.

“Ya,benar pertemuan saya dengan pak Kasi Pidum berinitial AW, jauh hari sebelum adanya pembacaan tuntutan dan putusan vonis mati dari Majelis Hakim kepada suami saya,”Ungkap Istri terdakwa/terpidana mati, Ali Mutaqin dilingkungan Pengadilan Negeri Dumai, beberapa waktu lalu.

Ditanya siapa saja yang ada dalam pertemuan itu dan apa saja yang mereka bicarakan dalam pertemuan dilobi Hotel Wisata tersebut ?. Wk, Istri dari terdakwa Ali Mutaqin yang dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Dumai, seumur hidup itu hanya berkata.

“Tak banyak yang kami bicarakan. Cuman, saat itu saya memohon kepada pak AW supaya,ancaman hukuman suami saya si Ali Mutaqin dibantu. Dan saat itu pak AW juga mengiyakan.”Ujar Wk dengan nada dan raut wajah sedih seraya menjelaskan satu persatu nama nama yang ada dalam pertemuan diruang lobi Hotel Wisata Dumai.

Namun saat disinggung mengenai dana dan komitmen dalam pertemuan itu.Istri Ali Mutaqin berinitial Wk,justru kelihatan sedikit jengkel.

”Itu lah masalahnya.Andaikata,permintaan mereka bisa cepat saya usahakan hari itu,saya tidak kesal seperti ini.Maklum lah om,kaya saya ini,gimana bisa cepat untuk cari dana sebesar itu.”Ungkap Wk, seakan curhat sama kompasriau.com.

Berbeda dengan H Kamari SH,selaku Kepala Kejaksaan Negeri Dumai,saat dikonfirmasi terkait adanya dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh anak buahnya.H Kamari SH,justru mengatakan.

“Informasi seperti ini larinya bisa fitnah loh.”Ujar Kepala Kejaksaan Negeri Dumai,H Kamari SH,diruang kerjanya,beberapa waktu lalu menjawab tim wartawan.

Namun,saat diperdengarkan isi rekaman suara dari istri terdakwa/terpidana mati Ali Mutaqin.H.Kamari SH berkata.”Saya memang tidak yakin dengan informasi itu,tapi ngomong ngomong,siapa nama oknum anggota saya yang mendatangi istri terdakwa/terpidana mati itu ?.”Ujar H Kamari SH,seraya berjanji akan mempertanyakan hal itu kepada anggotanya.

Anehnya,saat dikonfirmasi ulang terkait,kebenaran isi rekaman yang diperdengarkan kompasriau.com itu, H Kamari SH terkesan tidak  bersedia untuk menjawab.

Hal tersebut diperkuat,tidak adanya balasan konfirmasi via SMS yang dilayangkan reportaseriau.com ke Nomor Hand Phone 0821 9501 xxxx.

Dan untuk sekedar diketahui,bahwa,terdakwa kasus Narkoba jenis sabu bernama Ali Mutaqin dan 5 orang rekannya,telah menerima ganjaran hukuman berat,akibat diyakini oleh pihak Jaksa Penuntut Umum dan Majelis Hakim,telah melanggar Psl 114 Ayat ( 2 ) Jo Psl 132 Ayat ( 2 ) Undang Undang Republik Indonesia No 35 Tahun 2009,tentang Narkotika.

Dan pengenaan Psl 114 Ayat ( 2) Jo Psl 132 Ayat ( 2 ) UU RI No 35 tahun 2009 itu,dikarenakan Ali Mutaqin Dkk,telah diyakini oleh JPU maupun Majelis Hakim,memuluskan peredaran Narkotika jenis sabu dari Negara Malaysia ke Indonesia,khususnya Riau pada umumnya Dumai dan Sumatera Utara.**(M.SINAGA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here