Kepala Satpol PP Dumai: Dalam waktu Dekat Akan Dibongkar Bangunan Diatas Lahan Akri

0
119

AKRIDUMAI, kompasriau.com  – Terkait lahan Yayasan AKRI (Akademi Akuntansi Riau) Dumai diserobot sejumlah masyarakat, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Dumai, Noviar mengatakan dalam waktu dekat akan membongkar habis bangunan yang berada di atas lahan Yayasan AKRI. Hal tersebut disampaikan pada saat bincang-bincang dengan wartawan kompasriau.com.

“Dalam waktu dekat, kita akan bongkar semua bangunan yang berada di lahan itu. Karena lahan tersebut akan dibangun sekolah,”Tandas Noviar.

Sebelumnya Lurah Bukit Batrem, Noorwansyah,S.Sos telah memanggil masyarakat yang menduduki lahan yang dihibahkan oleh oleh pihak Migas kepada Yayasan AKRI Dumai di kantor Lurah Bukit Batrem Kamis (07/4/2016) lalu. Sebagian masyarakat siap untuk meninggalkan lahan tersebut dan mendukung program Pemerintah.

“Sebagian masyarakat siap meninggalkan lahan tersebut dan mendukung program Pemerintah. Hal tersebut disebabkan karena dilahan tersebut akan dibangun Yayasan AKRI dan sekolah,”terang Noorwansyah,S.Sos

Diterangkannya, untuk mengosongkan lahan tersebut pihaknya akan melakukan sesuai aturan yakni 7 (tujuh) hari peringatan pertama, 7 hari peringatan kedua dan tiga hari peringatan terakhir. “Kita akan melakukan pengosongan lahan dengan cara 773. Tujuh hari peringatan pertama, tujuh hari peringatan kedua dan tiga hari peringatan terakhir, kalau tidak kita grebek,”ujarnya.

Akan tetapi sampai saat ini, program Lurah Bukit Batrem belum tercapai. Karena sudah lebih dari ± 30 hari dari hitungan program yang dilaksanakan Lurah Bukit Batrem, masyarakat masih menduduki lahan tersebut.

Begitu Walikota Dumai, Drs. H. Zulkifli, AS, MSi telah menyampaikan agar Dinas terkait bekerja serius untuk pembebasan lahan yang diserobot masyarakat Bukit Batrem. Hal tersebut dikatakan saat ditemui kompasriau.com.

“Kita berikan waktu kepada Dinas terkait, apakah dapat dijalankan sesuai aturan yang berlaku. Kita berikan saja pada petugas yang kewenangan,”ujar Walikota Dumai.

Untuk diketahui, lahan milik Yayasan Akademi Akuntasi (AKRI) yang berada di kawasan Kelurahan Bukit Batrem diserobot sejumlah masyarakat Kelurahan Bukit Batrem. Walikota Dumai dengan tegas mengatakan bahwa tanah tersebut adalah tanah Yayasan AKRI Dumai.

“Tanah tersebut bukan tanah tak bertuan. Namun tanah tersebut adalah tanah AKRI Dumai yang dihibahkan oleh pihak Migas kepada Yayasan AKRI dumai,”tegas Walikota Dumai.

Menurutnya, tanah seluas ± 3 Hektar yang berada di Kelurahan Bukit Batrem, tepatnya yang berada disamping Universitas STT Dumai merupakan lahan Yayasan AKRI Dumai yang akan dibenahi dalam waktu dekat.

“Untuk itu, diminta kepada masyarakat yang menduduki lahan AKRI Dumai tersebut, supaya sesegera mungkin mengosongkan lahan tersebut. Karena sebelumnya, diatas lahan tersebut telah dipasang plang nama merk AKRI Dumai. Namun, plang nama tersebut dicabut oleh orang yang diduga penyerobot tanah AKRI itu,”Terang Walikota Dumai.

Selain itu, informasi yang berhasil dihimpun tim kompasriau.com menyebutkan sekitar 25 KK masyarakat Dumai telah menguasai, menduduki lahan AKRI Dumai itu.

Dari pengakuan salah seorang IRT, pembeli lahan itu berinisial BJ, bahwa tanah tempat berdirinya rumah miliknya itu dibelinya dari berinisial HT, TM dan HER dengan harga Rp 6 juta rupiah sampai dengan Rp 4 juta rupiah tanpa bukti alas hak kepemilikan atas tanah.**(Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here