Tumpahan CPO Milik PT KLK Cemari Laut Dumai

0
12
DUMAI, kompasriau-Kejadian tumpahan Crude Palm Oil (CPO) milik perusahaan PT. Kuala Lumpur Kepong (KLK) yang beroperasi di Kawasan PT. Pelindo I Cabang Dumai, Kamis (2/6/16) kembali terjadi.
Informasi yang berhasil dirangkum menyebutkan, kejadian tumpahan CPO milik perusahaan asal Malaysia itu terjadi subuh dini hari di lokasi Dermaga B Pelindo Dumai.
“Informasi saya terima dari Manager Usaha Terminal. CPO yang tumpah juga hanya sedikit dan sudah dibersihkan,” kata Humas PT. Pelindo Dumai, Hendri kepada wartawan.
Atas peristiwa itu empat anggota DPRD Dumai yang terdiri Johanes, Hasan, Suprianto dan Yusman langsung datang ke lokasi terjadinya tumpahan CPO milik Perusahaan PT. KLK.
Sebelum masuk ke lokasi terjadinya tumpahan CPO, empat wakil rakyat tersebut sempat dilarang masuk oleh petugas PT. KLK. Adu argumen pun sempat terjadi antara pegawai PT. KLK dan wakil rakyat.
Salah satu dari empat anggota dewan memberikan keterangan kepada media, bahwa setelah melihat kondisi CPO yang tumpah dan pembersihannya jelas melanggar standar operasional prosedur (SOP).
“Kejadiannya subuh tadi dan waktu kami lihat pembersihan masih dilakukan. Kami khawatir tumpahan cpo ini sudah menyebar ke lautan lepas. Jadi tugas Kantor Lingkungan Hidup, untuk melakukan pengawasannya,” ujar Hasan, anggota Komisi III.
Dijelaskan Hasan, pembersihan PT. KLK atas tumpahan CPO dilakukan secara manual menggunakan ember dan gayung. Menurutnya ini tidak sesuai dengan SOP yang ada.
“Seharusnya menggunakan oil boom, untuk melokalisir CPO yang tumpah melebar lebih jauh lagi. Atas peristiwa ini DPRD Kota Dumai, akan memanggil perusahaan, untuk dimintai pertanggungjawabannya,” jelas Hasan.
Kejadian penahanan empat anggota dewan juga dirasakan ketika rombongan Kantor Lingkungan Hidup Kota Dumai, hendak masuk ke dalam lokasi terjadinya insiden tumpahan CPO milik perusahaan PT. KLK.
Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Dumai, Bambang Surianto, kepada awak media usai melihat kondisi tumpahan CPO milik PT. KLK membenarkan adanya tumpahan minyak tersebut.
“Kita (KLH Kota Dumai, red) lakukan pengecekan, dengan mengambil sampel air laut yang terkena tumpahan minyak CPO. Kami sangat respon dengan persoalan lingkungan ini,” kata Bambang.
Bambang menegaskan, bahwa tumpahan minyak milik perusahaan PT. Kuala Lumpur Kepong tidak terlalu berbahaya. “Itu minyak nabati, jadi tidak terlalu berbahaya. Meskipun demikian, harus dilakukan pembersihan terhadap lemak nabatinya,” ujar Bambang.
Sementara Humas PT. Kuala Lumpur Kepong, Ricky belum bisa memberikan keterangan resmi persoalan ini. Pihaknya meminta kepada awak media bersabar dan melihat hasil uji sempel yang dilakukan Kantor Lingkungan Hidup Dumai.
“Nanti dulu ya, kita lihat hasilnya nanti. Kami saat ini sedang melakukan pembersihan diaera terjadinya tumpahan minyak sebagaimana intruksi dari instansi pemerintah dan pemilik kawasan,” pungkasnya.**(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here