Mau Lihat “Sarang Mafia CPO” Datang Ke Riau.?, Oknum Aparat “Tutup Mata”

0
80
gggg
Lokasi tempat Penampungan CPO ilegal yang berada di Duri XIII,di dekat Pos Polisi Duri XIII, Kabupaten Bengkalis
cpo
Lokasi tempat Penampungan CPO ilegal yang berada di Sungai Dumai

Propinsi Riau,kompasriau.com. Tempat penampungan sekaligus pembongkaran Crude Palm Oil (CPO minyak mentah) ilegal yang beroperasi di pinggir sungai Dumai, Kota Dumai, diduga dibeking oknum

Jpeg
Lolasi Tempat Penampungan CPO ilegal yang Berada di wilayah Hukum Polsek Bukit Kapur.

Polisi yang bertugas di Kota Dumai.

aaaaaaaaaaa
Tangki Tempat Penampungan CPO ilegal yang berada di Sungai Mesjid.Kota Dumai. Khusus untuk menampung CPO dari Kapal Tongkang dan Tanker, disebut-sebut dibeking oknum aparat.
Foto0137
Tempat Penimbunan CPO ilegal di sungai Mesjid. Kota Dumai

Konon oknum Polisi disebut berinisial RH sengaja ditugaskan kaki tangan mafia CPO untuk membeking aktivitas menurunkan CPO ilegal dari kapal tanker ke palka kapal  pompong dan dibongkar di gudang yang berada dipinggir sungai Dumai, selanjutnya CPO tersebut dimuat ke mobil tangki untuk mengangkut ke tempat penampungan CPO ilegal yang berada di Bukit Timah Km 7.

Informasi yang berhasil dihimpun tim kompasriau.com, dua tanki CPO diduga ilegal sedang dimuat dipingir di Sungai Dumai, Kota Dumai. Menurut sumber, pembongkaran CPO dua tanki tersebut dibeking oknum Polisi berinisial RH.

“Itu ada dua tanki CPO ilegal sedang muat. Coba Bapak pantau di pelabuhan Abu. Lokasi muatnya tidak begitu jauh dari tempat pemakaman didekat pelabuhan Abu itu,”ungkap salah seorang aparat di Kota Dumai melalui telepon genggang.

Ketika hal tersebut dikonfirmasi kompasriau.com kepada oknum Polisi berinisial RH, mengatakan bahwa CPO tersebut memiliki izin dari perusahaan. “CPO itu ada izin dari perusahaan,”kilah RH kepada kompasriau.com dan pergi meninggalkan kompasriau.com.

Informasi yang berhasil dihimpun tim media kompasriau.com, oknum penampungan CPO ilegal yang berada di sungai Dumai bebas menampung CPO dari para anak buah kapal (ABK) tanker dan kapal tongkang yang sedang berlabuh dipingir pantai laut Dumai.

Menurut sumber, oknum aparat di Kota Dumai disinyalir sudah diatur oleh oknum jaringan mafia CPO ilegal dengan bermodalkan uang rupiah dari hasil omset penjualan yang cukup lumayan besarnya setiap minggu. Karena CPO yang dibeli kaki tangan mafia CPO dari para anak buah kapal tanker dan dari ABK kapal tongkang mencapai ratusan ton sekali bongkar dipinggir sungai Dumai atau sungai Mesjid.

Menurut beberapa warga di Sungai Dumai, modus operansi mafia CPO untuk mendapat CPO dari para oknum ABK tanker dan kapal tongkang, dengan cara mafia CPO di sungai Mesjid sengaja menugaskan kali tangannya yang cukup mapan turun ke kapal, untuk melobi para ABK kapal tanker dan kapal tongkang yang sedang berlabuh jangkar disekitar  pantai laut Dumai agar para ABK mau menjual sebagian CPO yang ada di dalam kapal tersebut.

Kaki tangan mafia CPO langsung membawa kapal pompong mendekat ke kapal tanker maupun kapal tongkang, kemudian setelah ada kesepakatan antara kaki tangan mafia CPO dengan para ABK, selanjutnya CPO diturunkan dengan menggunakan alat selang ke dalam palka kapal pompong sesuai kesepakatan, kemudian para kaki tangan mafia CPO mengangkut CPO tersebut ke gudang yang berada dipinggir sungai Dumai atau ke pinggir sungai mesjid.

“Aktivitas penampungan CPO ilegal ini diduga dibeking oknum polisi. Karena kalaupun ada aparat dan wartawan yang datang ke lokasi pembongkaran CPO ini, usaha CPO ilegal ini terus aman melakukan pembongkaran CPO dari palka pompong ,”ungkap sumber di sungai Dumai kepada wartawan media kompasriau.com, yang namanya dirahasiakan. (Jeckson Manalu/Tim).

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here