Bulan Rahmadhan, Aktivitas Penadah BBM Dan CPO Terus Merajalela

0
132
Tempat Penampungan BBM ilegal, yang disebut-sebut dikelola Anto di Bagan Besar
DSCN1176
Tempat Penampungan BBM ilegal, yang disebut-sebut dikelola anggota Ginting di Bagan Besar, Kota Dumai

Pekanbaru. kompasriau.com. Kepala Kepolisian Daerah Riau, Brigjen Pol, Drs Supriyanto, masih memilih bungkam terkait maraknya aktivitas mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Crude Palm Oil (CPO/minyak mentah) di wilayah hukum jajaran Kepolisian Daerah Riau.

Oknum aparat penegak hukum di jajaran Polda Riau terkesan “mandul”, dan tidak mampu memberantas atau penangkap penadah dan penggelapan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan mafia Crude Palm Oil (CPO/Minyak mentah) di wilayah hukum jajaran Propinsi Riau.

Demikian dilontarkan Sahat Simanjuntak kepada redaksi kompasriau.com, saat bincang-bincang diruang kantor kompasriau.com, Minggu (5/6/2016).

Indikasi ketidakmampuan oknum aparat terkait memberantas “bisnis haram” para mafia BBM dan CPO hingga keakar-akarnya, karena di bulan Ramadhan, aktivitas tempat penampugan BBM ilegal yang disebut-sebut dikelola Martias, Anto dan anggota Ginting tetap bebas beroperasi secara terang-terangan di wilayah hukum Polres Dumai.

Dikatakan Sahat Simanjuntak, meski dalam Nawa cita Agenda Prioritas Joko Widodo-Jusuf Kalla jelas menyatakan menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya.

“Namun kenyataannya untuk ukuran Kota Dumai dan Kabupaten Bengkalis terkesan hanya isapan jempol belaka. Sebab  meski sejumlah media menyoroti aktivitas mafia BBM dan CPO, namun oknum petinggi aparat terkait di Propinsi terkesan “mandul”.?,”sebut Sahat Simanjuntak.

Informasi terbaru yang berhasil dihimpun tim wartawan kompasriau.com, bahwa aktivitas tempat penampungan BBM ilegal yang disebut-sebut dikelola Martias,anggota Ginting dan Anto masih bebas beroperasi setiap hari hanya menampung BBM dari puluhan unit mobil tangki pengangkut BBM yang datang dari PT Pertamina (Persero) Terminal Pengisian BBM Dumai.

Menurut sumber, keberhasilan Martias, Anto dan anggota Ginting dan kroni-kroninya meraup penghasilan ratusan juta dari penjualan BBM ilegal, karena setiap hari puluhan unit mobil tangki pengangkut BBM diduga menyelinap masuk “kencing” BBM di tiga lokasi mafia BBM tersebut.

Selain itu, tempat penampungan CPO ilegal yang berada di jalan raya lintas Duri XIII menuju Pekanbaru, tepatnya di Kulim Km 9 wilayah hukum Polres Bengkalis. Dikatakan sumber, tempat penampungan CPO ilegal tersebut setiap hari beromset ratusan juta rupiah, karena pemodal usaha itu disebut-sebut bernama Acai.

Begitu juga tempat penampungan inti sawit ilegal yang berada, Duri XIII, usaha ilegal tersebut bebas beroperasi setiap hari hanya menadah inti sawit dari mobil truck pengangkut inti sawit yang datang dari berbagai daerah Riau. “Setahu saya lokasi ini dikelola Pak Tambunan. Biasanya Pak Tambunan datang kemari,”Ujar salah seorang warga kepada wartawan kompasriau.com, Minggu (5/6/2016)

Ketika ditanya, apakah ada lagi tempat penampungan CPO di daerah Duri XIII ini.? Dijawab warga, “Setahu saya ada lagi dua tempat penampungan CPO Kulim Km 9, tepatnya dibelakang ruko,”Sebut warga yang namanya tidak mau ditulis.

Pengamatan tim kompasriau.com di daerah Kulim Km 9, puluhan unit mobil tanki pengangkut CPO menyelinap “kencing” CPO satu sampai tiga gelang di lokasi tempat penampungan CPO ilegal tersebut, kemudian mobil tanki tersebut melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Dumai untuk pengapalan.

Sementara Kepala Kepolisian Daerah Riau, Brigjen Pol, Drs Supriyanto, kendati telah dikonfirmasi kompasriau.com secara tertulis, namun hingga berita ini dimuat belum ada tanggapannya. (Jeckson Manalu).

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here