Kapolda Riau Dinilai Tak “Becus” Meminpin Anak Buah

0
10

Jakarta. kompasriau-Berbagai kalangan masyarakat di Riau menilai oknum Kapolda Riau tak “becus” memimpin anak buahnya atau jajarannya untuk memberantas aktivitas tempat penampungan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan aktivitas tempat penampungan Crude Palm Oil (CPO) ilegal yang saat ini menjamur di wilayah hukum Propinsi Riau.

Sehingga berbagai kalangan masyarakat dan awak media menduga bahwa oknum Kapolda Riau menerima “suap” setiap bulan dari oknum jaringan mafia BBM dan CPO ilegal. “Konon oknum aparat penegak hukum sudah diatur dengan lembaran “uang suap”.?. Atau mungkin sudah terjadi indikasi konsprirasi antara oknum aparat, sehingga oknum pengelola tempat penampungan BBM dan CPO ilegal bebas beroperasi setiap hari hanya menadah BBM dan CPO dari puluhan unit mobil tanki,”Ungkap Jeckson Manalu kepada kompasriau.com,Jum’at (10/6/2016).

Lanjutnya, kesemuannya hal itu mungkin bisa muncul yang jelas berdampak terhadap citra dan kewibawaan dan kinerja serta kepercayaan masyarakat terhadap kinerja oknum aparat penegak hukum. “Patut diketahui bahwa oknum petinggi aparat adalah orang-orang pilihan dan disumpah dengan janji. Jika benar oknum aparat penegak hukum menerima “suap” sedikitnya Rp 100 juta setiap bulan dari seluruh oknum jaringan mafia BBM dan CPO, tentu bisa berdampak terhadap citra dan kewibawaan, ”Kritik  Jeckson Manalu.

Hal dugaan tersebut timbul diperkuat dengan penuturan salah seorang jaringan mafia BBM berinisial AH menyebut oknum aparat menerima “suap” Rp 13 juta setiap bulan dari satu lokasi tempat penampungan CPO ilegal yang beroperasi di Kota Dumai.

Menurut AH, setiap oknum pengelola tempat penampungan BBM dan oknum pengelola tempat penampungan BBM di wilayah hukum Kota Dumai diduga memberi setoran “uang suap” kepada oknum aparat penegak hukum di Dumai agar aktivitas tempat penampungan BBM dan CPO ilegal tersebut konon tidak terjerat hukum.???

“Saya sudah cerita dengan oknum aparat di Dumai. Dari satu lokasi tempat penampungan CPO itu, oknum aparat menerima setoran Rp 13 juta rupiah setiap bulannya,”Ungkap salah seorang oknum jaringan mafia CPO berinisial AH kepada wartawan kompasriau.com, Jum’at (10/6/2016).

Ketika ditanya apakah tempat penampungan CPO ilegal berada di Km 7 Bukit Timah itu masih bebas beroperasi. Kabarnya lokasi tempat penampungan CPO Simanurung itu sudah ditutup.?

“Lokasi Tempat penampungan CPO Simanurung itu masih buka tadi malam. Kalau bapak tidak percaya, coba bapak kesana nanti sekitar pukul 17.00 Wib sampai dengan pukul 22.00 Wib, pasti banyak mobil tangki truck CPO “kencing” CPO dilokasi Simanurung itu,”Ungkap AH sembari sambil mengatakan agar jangan ditulis namanya di median kompasriau.com, Jum’at (10/6/2016).

Anehnya, ketika aktivitas tempat penampugan BBM dan CPO ilegal tersebut telah 2 (dua) kali secara tertulis dikonfirmasi wartawan kepada Kepala Kepolisian Daerah Riau, Brigjen Pol, Drs Supriyanto, namun hingg berita ini dimuat, Kapolda Riau masih memilih bungkam.?

Pengamatan tim di kawasan Kecamatan Bukit Kapur, sedikitnya 7 (tujuh) lokasi tempat penampungan BBM ilegal bebas beroperasi setiap hari diduga hanya menadah BBM dari puluhan unit mobil tangki pengangkut BBM yang datang dari PT Pertamina (Persero) terminal pengisian BBM Dumai.

Begitu juga lokasi tempat penampungan CPO ilegal disepanjang pinggir raya lintas Dumai menuju Pekanbaru bebas menadah CPO dari puluhan unit mobil tangki pengangkut CPO yang datang dari berbagai Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dengan tujuan DO pengapalan ke Pelabuhan Dumai.

Seperti aktivitas oknum aparat  berinisial D.G di kawasan Kecamatan Bukit Kapur. Usaha “bisnis haram” penampungan sekaligus penimbunan BBM ilegal itu disebut-sebut beromset ratusan juta rupiah setiap hari, karena puluhan unit mobil tanki Merk Pertamina diduga menyelinap “kencing” BBM di lokasi tempat penampungan BBM ilegal itu.

Selain itu, ada lagi 2 (dua) lokasi tempat penampungan CPO ilegal yang berada di jalan raya lintas Duri XIII menuju Pekanbaru, tepatnya di Kulim Km 9 wilayah hukum Polres Bengkalis. Dikatakan sumber, tempat penampungan CPO ilegal tersebut setiap hari beromset ratusan juta rupiah, karena pemodal usaha itu disebut-sebut bernama Acai.

Pengamatan tim kompasriau.com, puluhan unit mobil tanki pengangkut CPO menyelinap “kencing” CPO di lokasi tempat penampungan CPO tersebut, kemudian mobil tanki tersebut melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Dumai untuk pengapalan.(SS).

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here