LSM Dumai Laporkan Dugaan Penggelapan Pajak Kapal-Kapal Sembako Di Pelabuhan Dumai Ke KPK Dan Kejagung

0
88

Dumai,kompasriau.com-Pengurus inti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kota Dumai, dan Manager Umum PT Indomas Jaya Raya, Ir Muhammad Hasbi, secara resmi melayangkan surat, melaporkan dugaan tindak pidana penggelapan pajak ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Dirjen Bea dan Cukai RI, Menteri Keruangan dan Menteri Perdagangan RI, Dirjen Pajak Bea dan Cukai, Kapolri, dan Dirjen Menteri Perhubungan Laut RI.

Pasalnya menurut Muhammad Hasbi, penggelapan pajak dan jasa labuh oleh kapal-kapal sembako di Pelabuhan Dumai selama 15 tahun, diduga merugikan negara ratusan miliar rupiah akibat penyalagunaan  wewenang oleh oknum petugas kesyabandaran Dumai dengan oknum petugas Bea dan Cukai.

“Untuk itu, kami dari pengurus koalisi LSM Dumai, meminta kepada KPK, Kejagung dan Dirjen menteri perhubungan laut, untuk mengusut tuntas kasus dugaan penggelapan pajak dan jasa labuh kapal-kapal sembako di Pelabuhan Dumai ini. Kuat dugaan selama 15 tahun terjadi penggelapan pajak dan jasa labuh kapal-kapal sembako di Pelabuhan Dumai merugikan

negara ratusan miliar rupiah,”ungkap Muhammad Hasbi kepada sejumlah wartawan dalam temu pers di kediamannya di Bumi Ayu Dumai, Minggu (10/7/2016).

Seperti dikabarkan media ini sebelumnya, bahwa manager PT Indomas Jaya Raya, Ir Muhammad Hasbi menyatakan banyak kapal sembako yang bersandar di Pelabuhan diduga manipulasi  gross tonnage (GT).

Menurut Hasbi, hari ini Kapal BAHTRA LAJU yang bersandar di dermaga D Pelabuhan Dumai surat ukur internasional (1969) internasional tonnage Certificate, panjangnya 35,05 M, lebarnya 11,00 M dan ukuran dalam 4,00 M. Gross Tonnage (GT) 300 ton, dan tonase bersih 195 ton.

“Tetapi faktanya dilapangan, kapal BAHTRA LAJU  itu  gross tonnage bobot 1000 ton, tetapi di dalam surat ukur internasional gross tonnage diduga dimanipulasi menjadi gross tonnage 300 ton. Tentu perbuatan itu merugikan negara dari sektor  pajak dan dari sektor penerimaan negara bukan pajak,  seperti jasa sewa sarana dan fasilitas, ”ungkapnya.

“Buktinya, hari ini ada 5 kapal sembako sedang bongkar di dermaga D pelabuhan Dumai, gross tonnage 1000 ton, tetapi ke 5 kapal sembako tersebut diduga dimanipulasi menjadi gross tonnage 300 ton dan 250 ton, agar mengurangi pembayaran pajak dan penerimaan negara bukan pajak untuk Pelindo,”bebernya.

Surat internasional (1969) internasional Tonnage Certificate Kapal Bahtra Laju No: 452 tertanggal 02 Septermber 2006, yang diterbitkan oleh menteri perhubungan Administrator Pelabuhan Tanjung Wangi, kuat dugaan dimanipulasi gross tonnagenya (GT).

“Karena kita tau mana kapal yang gross tonnage 300 ton dan nama kapal gross tonnge 250 ton. Yang pasti faktanya di lapangan kapal Bahtra Laju itu gross tonnagenya 1000 ton, karena tidak mungkin kapal GT 1000 ton hanya mengangkut barang sembako tonase bersih 195 ton dari luar negeri ke Pelabuhan Dumai, ”ungkap Hasbi.

Ditempat terpisah, Kabid Lala Kantor Kesyabandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Dumai,Joni Simbolon, saat dikonfirmasi wartawan kompasriau.com diruang kerjanya, Jum’at (24/6/2016) menyarankan agar berita di media kompasriau.com diklarifikasi kepada narasumbernya. “Ini kan kata Dia. Coba anda klarifikasi dulu ke narasumber berita ini, betul atau tidak, karena kita belum lihat kapal ini,”ujar Kabid Lala, Joni Simbolon.

Menejer Bisnis Terminal PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Cabang Dumai, Deni Rahayu Santosa, belum berhasil dikonfirmasi wartawan kompasriau.com, karena ketika hendak dikonfirmasi, Jumat (14/6/2016), menurut petugas di PT Pelindo, Deni Rahayu Santosa sedang melaksanakan ibadah umrah.

Berdasarkan Perjanjian kerja antara PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Cabang Dumai dengan PT Indomas Jaya Raya tentang pengoperasian dermaga D dan dermaga Pelra PT Pelindo, bahwa pihak PT Indomas Jaya Raya melakukan dan mengkordinir pengoperasian dermaga D dan dermaga Pelra di Pelabuhan Dumai milik PT Pelindo.

“Dalam target pendapatan atas pengoperasian dermaga D dan dermaga Pelra sebesar Rp 350 Juta rupiah. Apabila target pendapatan sebesar Rp 350 juta setiap bulan melebihi, maka terhadap kelebihan dimaksud menjadi pendapatan PT Indomas Jaya Raya,”terang Hasbi.

Ketika hal tersebut dikonfirmasi kompasriau.com, melalui pesan singkat kepada General Manager PT Pelabuhan Indonesia I (Pelindo) Cabang Dumai, M Junaidi, namun hingga berita ini dimuat belum ada tanggapan.(Red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here