70 Tahun Masyarakat Rupat Menanti Perbaikan jalan, Pemerintah Kabupaten Bengkalis Seakan “Tutup Mata”

0
137
94jalan poross
Jalan Poros Yang Terlihat Sangat Memprihatikan Di Kawasan Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis (26 Juli 2016)

Rupat-Bengkalis, kompasriau.com -”Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia'” Bunyi pancasila sila ke 5 itu dirasa jauh dari kenyataan yang dirasakan oleh masyarakat 3 Dusun, Teluk Tungku,Pangkalan Durian dan Dusun Teluk Mas Desa Darul Aman Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis.

Pemerataan dari berbagai sektor yang di elu-elukan oleh Pemerintah Kabupaten Bengkalis, untuk kesejahteraan masyarakat hanya sebatas isapan jempol belaka, Dengan APBD Kabupaten terbesar di indonesia, Bengkalis dinilai gagal oleh masyarakat dalam pelaksanaanya.

Kenapa tidak….! Sudah 70 Tahun indonesia merdeka, dan selama itu pula Dusun ini dihuni, atau mungkin malah sebelum merdeka masyarakatnya sudah ada. Akan tetapi Pemerintah Kabupaten Bengkalis seakan “tutup mata” akan kesejahteraan masyarakatnya. Masyarakat yang menanti perbaikan infrastuktur jalan, listrik dan air, sampai saat ini hanya sebatas mimpi di siang bolong belaka.

Program pengentasan kemiskinan dan pemerataan yang di gemborkan Pemkab Bengkalis hanya jalan ditempat tidak sampai ke kawasan tertinggal seperti Dusun Teluk Tungku, Desa Darul Aman ini.

Jalan yang di idam-idamkan masyarakat yang menjadi akses satu-satunya penghubung ke kota kecamatan belum pernah tersentuh pembangunan alias masih tanah gambut.
Dengan kondisi jalan yang masih tanah tentunya sangat mengganggu masyarakat dalam beraktivitas, postur tanah gambut diwaktu kemarau jalan berdebu dan disaat musim penghujan jalan menjadi lembut dan becek, sehingga tidak dapat untuk dilalui.

Yang lebih memprihatinkan adalah adanya program pemerintah wajib belajar 12 tahun dan upaya ”Mencerdaskan kehidupan bangsa”, semua ini bagi masyarakat Dusun Teluk Tungku Desa Darul Aman Kecamatan Rupat ini seakan cuma sebatas selogan belaka, untuk mengenyam pendidikan dari tingkat SMP anak- anak harus keluar dari desa tersebut, akan tetapi dengan kondisi infrastruktur jalan yang tidak layak untuk dilalui anak-anak harus mengubur mimpinya dalam-dalam, memutuskan untuk tidak melanjutkan bersekolah.

Demikian dituturkan Kepala Dusun (kadus) Teluk Tungku, Edi Prabowo, saat ditemui wartawan kompasriau.com, Selasa (26/7/2016).

”Sebetulnya minat anak-anak untuk bersekolah cukup tinggi,akan tetapi dengan kondisi jalan yang cukup parah untuk dilewati, anak-anak kami memilih untuk tidak bersekolah,”keluh sang kadus.

Begitu juga Kepala Desa Darul Aman, Hairul Bahar, saat ditemui wartawan kompasriau.com mengatakan, sebagai garda terdepan dalam memperjuangkan aspirasi masyarakatnya, menjelaskan sudah berbagai cara dilakukan mengajukan perbaikan infrastktur di Desanya ke Pemerintah Kabupaten Bengkalis.

“Cuma sampai saat ini nihil, belum ada kejelasan. Kami sudah berusaha setiap tahun mengajukan apa yang memjadi permasalahandi  desa kami ini. Baik secara langsung ke Pemerintah Kabupaten Bengkalis, maupun melalui aspirasi Dewan, akan  tetapi belum membuahkyan hasil. Kamia berharap kedepan pemkab Bemgkalis memprioritaskan desa-desa terpencil seperti desa kami ini,”harap Kades

Masyarakat berharap ke depan Pemerintah Kanupaten Bengkalis untuk lebih memprioritaskan desa-desa terpencil dan terisolir, sehingga tercipta pemerataan sesuai dengan amanat undang-undang, dan tercipta kesejahteraan masyarakat, “tandas Kades.**(Choirul Anam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here