Manager Umum PT Indomas Jaya Raya Minta Jawaban Tertulis Dari Direktur Utama PT Pelindo I Medan

0
320
Jpeg
Surat yang dilayangkan PT Indomas Jaya Raya ke Direktur Utama PT Pelindo I Medan

Dumai, kompasriau.com-Manager Umum PT Indomas Jaya Raya, Ir Muhammad Hasbi meminta jawaban tertulis dari PT Pelindo terkait keamanan dan kenyamanan kerja dilingkungan Pelabuhan dermaga D dan Pelra Kota Dumai.

Pasalnya menurut Hasbi, pihak sebagai pengelola dermaga D telah menyurati Direktur Utama PT Pelindo I Medan untuk melakukan evaluasi ulang kontrak yang telah berjalan sesuai dengan clousul kontrak, namun hingga saat ini, Direktur Utama PT Pelindo I Medan belum juga menanggapi surat permohonan dan pengaduan pihak PT Indomas Jaya Raya di Dumai.

PT Indomas Jaya Raya ditunjuk sebagai pengelola terminal D dan Pelra yang telah berjalan selama 5 (lima) bulan dengan target pendapatan untuk usaha kepelabuhanan di terminal D dan Pelra mencapai Rp 1 Miliar Rupiah pada bulan ke tiga/bulan Mei dengan sistim shering target pendapatan.

Apabila pihak pengelola tidak mencapai target pendapatan Rp 350 juta rupiah per bulannya, pihak pengelola tidak dapat pembagian hasil pendapatan dari bulan itu, dan target pendapatan di bulan itu menjadi hutang pihak pengelola di bulan depannya.

“Terkait hal itu, kita dari pihak PT Indomas Jaya Raya sudah tiga kali menyurati Direktur Utama PT Pelindo I Medan, dan mengadukan masalah tanggungjawab PT Pelindo I Cabang Dumai, untuk situasi keamanan di dermaga D itu. Namun hingga saat ini, pihak PT Pelindo I Medan tidak ada tanggapan untuk permohonan negosiasi terkait masalah itu,”ungkap Ir Muhammad Hasbi kepada kompasriau.com,Kamis (4/8/2016).

Menurut Hasbi, pihaknya sebagai pengelola dermaga D wajib membayarkan target senilai Rp 350 juta setiap bulan kepada PT Pelindo I Cabang Dumai, namun pihak PT Indomas Jaya Raya sebagai pengelola pada bulan berikutnya tidak mencapai target yang ditentukan.

Persoalan itu muncul ketika pekerjaan buruh SBKD mulai tidak nyaman dimana sebelumnya pagar di areal tersebut di kunci, sehingga membuat buruh dan pengelola terjadi bersitegang.

“Kami merasa diadu domba antara PT Indomas Jaya Raya dengan buruh. Pelindo kalau mau pakai kita jangan gunakan adu domba dengan buruh,”keluh Hasbi.

Dikeluhkan Hasbi, kerja keras pihak perusahaan PT Indomas Jaya Raya  tidak dihargai, bahkan mengalami pembedaan perlakukan yang tidak adil.

“Buktinya semenjak kontrak kerja ditanda tangani oleh PT Pelindo Cabang Dumai sampai sekarang, kami dari PT Indomas Jaya Raya merasa sudah diperlakukan dengan tidak adil dalam sistem kerjasama yang diciptakan oleh pihak PT Pelindo dengan menggunakan sistim target pendapatan yang sangat memberatkan,”keluh Hasbi.

Lanjutnya, data yang diperlukan PT Indomas Jaya Raya untuk pelaksanaan kerjasama operasional terminal D dan Pelra dari pihak PT Pelindo I Cabang Dumai tidak pernah diterima pihak PT Indomas Jaya Raya secara lisan dan tertulis. Semua berjalan dengan ketidakjelasan peraturan.

“Sementara PT Indomas Jaya Raya dituntut untuk profesional dan akuntabel dalam melaksanakan pekerjaan pengeperasian terminal D dan Pelra. Namun kenyataannya, semenjak PT Indomas Jaya Raya melaksanakan tugas pengeperasian di terminal D dan pelra tidak ada bantuan pengamanan dan perlindungan untuk para anggota kami dilapangan, sementara keadaan dilokasi kerja sangat tidak kondusif,”ungkapnya.

Lanjutnya, direktur Utama PT Pelindo I Medan harus bisa mencari solusi terkait permasahan tersebut, Direktur Utama PT Pelindo I Medan harus tanggap terhadap permasalahan yang terjadi di Pelabuhan Dumai. “Pelindo harus tegas, kalau memang pihak kami dari PT Indomas Jaya Raya masih dipercaya untuk mengelola dermaga D itu,”harap Hasbi

Pengamatan wartawan kompasriau.com di mapolres Dumai,Rabu (3/8/2016) lalu, pihak PT Pelindo I Cabang Dumai, PT Indomas Jaya Raya, TKBM dan SBKD bersama Polres Dumai telah melakukan mediasi terkait persoalan antara pengelolaan dan serikat buruh yang berada dilingkungan dermaga D dan Pelra Dumai.

Mediasi berlangsung di gedung Citra Waspada Mapolres Dumai. Wakapolres Dumai, Kompol Ferly menyampaikan kiranya mediasi berjalan lancar dan diharapkan dapat selalu menjaga kenyamanan pengusaha dan pekerja di Kota Dumai, sehingga tetap menjaga Kota Dumai kondusif dan menghindar jauh dari perselisihan.

“Kita menginginkan dalam pelaksanaan mediasi ini jangan menimbulkan prokator antar kelompok dan juga saling eko sektoral,”tandas Wakapolres Dumai.

Sementara Perwakilan PT Pelindo I Cabang Dumai, Deni Rais mengatakan, bahwa pemenang lelang sebagai pengelola dermaga D ditunjuk PT Indomas Jaya Raya sebagai pengelola sesuai pemenang lelang. Bahwa PT Indomas Jaya Raya wajib membayar target senilai Rp 350 juta rupiah setiap bulan kepada PT Pelindo I Cabang Dumai.

Namun menurut Deni Rais, pihak PT Indomas Jaya Raya terkait target pembayaran pada bulan berikutnya tidak mencapai target yang ditentukan. Persoalan muncul ketika perkerjaan buruh SBKD mulai tidak nyaman, dimana sebelumnya pagar areal tersebut di kunci, sehingga membuat buruh dan pengelola terjadi bersitegang, sehingga untuk mengantisipasi konflik dikawal pihak petugas Polres Dumai.***(Red).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here