Merasa Tak Didukung Sang Kades, Direktur BUMDes Desa Sri Tanjung Mengundurkan Diri.

0
534

IMG_20160803_220932Bengkalis-Rupat, kompasriau.com-Berniat untuk membangun perekonomian Desa melalui Badan usaha milik Desa (BUMDes) yang berada di kawasan Desa Sri Tanjung Kecamatan Rupat  Kabupaten Bengkalis dengan berbagai program memanfaatkan potensi Desa yang ada, Direktur Bumdes Sri Tanjung, Abdul Samiun harus rela mengubur dalam-dalam niat mulianya.

Pemerintahan Desa yang di pimpin pj Jabarrudin tidak mau mengalokasikan dana ADD Desa tersebut untuk membantu dalam penyertaan modal Bumdes sepeserpun. Sehingga IMG_20160803_221006program usaha Bumdes tidak dapat terlaksana.

Merasa apa yang diharapkan untuk membangun Desa tidak di dukung oleh pemerintah desanya, maka Direktur Bumdes (25/07/2016), Samiun pilih mengundurkan diri.

Dijelaskan Samiun, dirinya sudah membuat perencanaan atau program pengembangan potensi desa dengan cara memanfaatkan kekayaan alam desa sehingga menghasilkan pendapatan asli desa ( PADes).

Guna menunjang terlaksananya program itu, Samiun mengajukan penyertaan modal yang di ambil dari ADD/APBDes sesuai dengan permen Nomor: 04 tahun 2015, tentang pendirian dan pengelolaan Bumdes.

Akan tetapi pihak pemerintahan Desa yang di pimpin Pj.Jabarudin seakan tidak menginginkan perkembangan desanya sehingga enggan memberikan Modal dan mengalihkanya pada kegiatan fisik yang sudah jelas keuntunganya.

“Saya heran, sudah kita jelaskan soal program Bumdes pada kades, BPD  tak sepeserpun di penuhi baik modal atau oprasional kantor,”ungkap samiun

Sementara itu, ketua BPD Sahabbudin saat dikonfirmasi direktur kenapa tak dianggarkan untuk Bumdes, akan memberikan modal melalui dana hibah yang tak jelas sumber dananya.

Sedangkan pendamping Desa Impron yang seharusnya dapat memberi penjelasan malah pilih diam.”Inilah yang membuat kami kesal, kenapa dari Kades,BPD  juga pendamping tidak dapat memberikan klarifikasi akan masalah ini, seakan saling menutupi atas keterbukaan informasi publik penggunaan ADD di desa Sri Tanjung,”Ujar samiun

Direktur BUMDes yang secara resmi mengundurkan diri ini dan sudah menyerahkan suratnya kepada Kades dan Ketua BPD  mengharapkan Inspektorat dan aparat penegah Hukum mengawasi penggunaan ADD di Desa Sri Tanjung, sehingga tidak terjadi penyelewengan sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat se luas-luasnya.***(Choirul Anam)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here