Terkait Perkara Terdakwa Misran, Pemerintah Tinjau Lahan Yang Dikelola Misran

0
143

Dumai, kompasriau.com-Sejumlah elemen masyarakat khususnya di daerah Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Bukit Kapur-Kota Dumai, masih terus menyuarakan keprihatinannya terhadap perkara yang menimpa terdakwa Misran alias Ipong, yang di tuntutan hukuman selama 4 (empat) tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) kejari Dumai dalam perkara Karhutla.

Cukup beralasan Warga Kelurahan Kampung Baru tersebut menyampaikan keprihatinan, dan menyayangkan sikap JPU menuntut terdakwa Misran selama 4 tahun penjara. Hal itu diungkapkan Guntur Simbolon,dkk, karena Misran dianggap  masyarakat tidak bersalah dan tidak benar sebagaimana yang dituntut Jaksa.

Keprihatinan yang terus mengalir itu, diantaranya datang dari pengurus Warga Kelompok Tani Sumber Sari, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Bukit Kapur Kota Dumai.

Ditegaskan pengurus Kelompok tani Sumber Sari itu, bahwa di tanah garapan Misran rencana hendak menumpang sari tanaman sayuran dan cabai seluas 20 x 40 meter persegi, adalah rumput ilalang dan baru dibersihkan selebar 2 meter persegi saja sebagaimana bekas lugutan atau tumpukan yang dibakar Misran.

“Tanah garapan yang hendak dibuat kebun sayur dan cabai oleh Misran, adalah benar tanah milik Triono. Lahan tersebut bukan lahan gambut sedalam 5 meter sebagaimana disebut dalam berkas tuntutan jaksa, akan tetapi adalah tanah bukit, ungkap Guntur Simbolon.

Soal lahan garapan Misran seluas 20 x 40 meter persegi disebut ahli dan jaksa berada didalam kawasan hutan, maka harus ada izin dari DPR dan kementerian kehutanan, namun dikatakan Guntur Simbolon, tidak ada tertulis atau tidak ada plang dari kehutanan terpampang di areal atau sekitar  lahan garapan Misran.

“Karena itu, kami berharap dan meminta kepada hakim majelis, agar benar-benar menyikapi dan mempertimbangkan isi dakwaan dan keterangan para saksi yang sudah dihadirkan di persidangan maupun keterangan terdakwa Misran untuk keadilan. Hal ini kami sampaikan, karena kami melihat tuntutan JPU itu, terkesan di paksakan dan di opinikan,”ungkap Guntur Simbolon kepada kompasriau.com, menyikapi pernyataan tertulis Abdi Susilo, Ketua Kelompok tani dan Ketua LPMK, Kelurahan Kampung Baru itu.

Selain itu, menyikapi keprihatinan terhadap perkara terdakwa Misran ini, aparat Kelurahan kampung baru, juga ambil bagian membuat pernyataan secara tertulis, mengharap warganya, terdakwa Misran, mendapat keadilan yang sesungguhnya dari hakim.

Aparat Kelurahan kampung baru itu pun turun kelokasi tanah garapan Misran, untuk membuktikan dan meyakinkan hakim majelis yang menangani perkara Misran.

Selain beberapa orang aparat kelurahan kampung baru turun kelokasi tanah yang hendak di ladangi sayuran tersebut, Ketua RT 10 kampung baru, Agus Syahrial maupun LPMK dan salah seorang mahasiswa, juga turut terjun kelapangan memastikan lahan Misran bukan lahan gambut dan memastikan yang dibakar Misran adalah lugutan atau tumpukan dari lebar 2 meter persegi.

Sedangkan dari warga yang satu organisasi partai dengan terdakwa, yakni Guntur Simbolon, yang merupakan wakil PAC PDI P Kecamatan Bukit Kapur, maupun Triono pemilik tanah yang hendak diladangi Misran, bersamaan aparat kelurahan tersebut turun kelapangan.

Sebagaimana disebut pengurus kelompok tani menyikapi tuntutan Jaksa yang diduga tidak cermat atau terkesan “sengaja mengopinikan” unsur pembuktian perbuatan Misran, aparat kelurahan juga menegaskan hal yang sama menyebut tanah yang dikelola Misran, bukan dilahan gambut.

Selain itu, tidak ada ditemukan merek atau plang nama atau plang larangan dari kehutanan untuk mengelola lahan rumput atau ilalang. Sementara disekitar lahan garapan Misran terdapat dikelilingi kebun sawit masyarakat berumur sekitar 15 tahun.

Sementara itu, soal titik kordinat yang diambil oleh apar kelurahan tersebut saat di lapangan, mereka menemukan titik kordinat N:01 33’45.67’’ E:101 26’40.71” . Apa yang ditegaskan aparat kelurahan ini, adalah ditulis dalam berita acara, guna kebenaran keadilan dalam pertimbang hakim majelis, ditandatangani Lurah Kampung Baru, Waginen.

Guntur Simbolon, lewat media ini, berharap masih ada hakim di PN Dumai yang benar-benar menegakan keadilan dan bernurani menangani perkara. Terkait pernyataan aparat kelurahan maupun RT dan kelompok tani yang turun ke lokasi perkara. Guntur Simbolon sangat yakin dengan hakim majelis akan mempertimbangkannya.

“Hal inilah yang saya harapkan dari bapak hakim majelis yang menangani perkara terdakwa Misran. Saya memohon, tolong jernih dilihat perkara Misran ini pak hakim, agar keadilan tidak melukai warga kecil,”ujar Guntur berharap.*** (AstonTambunan)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here