Guntur Simbolon,Dkk Ucapkan Terima Kasih Kepada Hakim PN Dumai

0
162
Jpeg
Ketua DPC PDI P Kota Dumai, Uber Firdaus dan anggotanya diruang tunggu Pengadilan Negeri Dumai

Dumai, kompasriau.com– Wakil Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bukit Kapur, Guntur Simbolon dan kawan-kawannya, Selasa (6/9/2016), usai sidang mengucapkan terima kasih kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Dumai, yang menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Misran selama 1 tahun penjara dalam perkara Karhutla.

“Terima kasih Bapak hakim yang memutus perkara terdakwa Misran seadil-adilnya. Ternyata masih ada hakim yang adil di Pengadilan Negeri Dumai. Majelis hakim yang mulia telah menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Misran, yang menjunjung tinggi kepastian hukum, dan keadilan. Kami harapkan para pejabat tinggi negara ini, untuk memberikan kesejahteraan kepada bapak hakim yang memberi putusan seadil-adilnya terhadap terdakwa Misran,”ucap Guntur Simbolon kepada koran ini di Pengadilan Negeri Dumai, yang diamini sejumlah masyarakat Gurun Panjang,Dumai,Selasa (6/9/2016).

Selain itu, Guntur Simbolon, juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Dumai, Uber Firdaus, yang selalu memberi dukungan sosial dan support  selama ini terhadap seluruh keluarga Misran.

“Selama ini, ketua kami, bapak Uber Firdaus selalu memberikan dukungan sosial kepada kami dan kepada keluarga Misran. Mudah-mudahan PDI Perjuangan semakin besar dan jaya, sehingga dapat terus membantu seluruh masyarakat miskin,”ujar Guntur dengan nada senyum.

Pengamatan koran ini di ruang sidang Pengadilan Negeri Dumai, bahwa Hakim Ketua, Irwansyah SH dibantu hakim anggota, Desbertua Naibaho SH. MH dan hakim Alfonsus Nahak SH. MH, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Misran selama 1 tahun penjara.

Sidang sebelumnya, bahwa Misran dalam perkara pembakaran hutan dan lahan itu, tetap menyatakan tidak pernah membakar hutan, sebagaimana dalam dakwaan dan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Andi Bernard Simanjuntak SH.

Terdakwa Misran dihadapan hakim majelis, membacakan surat pledoi atau pembelaannya, tidak benar membakar hutan.

“Saya dituntut Jaksa selama 4 tahun pidana penjara, Saya berkeberatan dan tidak saya terima, karena tidak sesuai fakta perbuatan yang dituntut kepada saya dalam perkara ini. Karena itu, saya akan tetap mempertahankan pembelaan saya sebagaimana sudah saya sampaikan kepada bapak hakim majelis yang mulia,”ujar Misran kepada majelis hakim.

Dalam pledoi terdakwa Misran menjelaskan, bahwa diatas tanah padat seluas lebih kurang 20 x 40 meter, keluarga Misran akan menanam sayur-sayuran dan cabai, dan menompang tanah milik orang lain, yakni tanah milik Triono. Jadi saat kejadian itu, Misran hanya membakar tumpukan rumput dan ilalang lebih kurang satu meter.

Sidang sebelumnya,  dalam surat tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum Kejari Dumai, supaya hakim menolak nota pembelaan/pledoi terdakwa,Misran untuk seluruhnya dan menuntut terdakwa selama 4 tahun penjara dikurangi dengan masa penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa.***(Red).

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here