Orang Yang Sabar Melebihi Seorang Pahlawan

0
206

Dumai,kompasriau.com-Ibadah Raya Jemaat Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jalan Air Bersih, Kota Dumai,Minggu (9/10/2016)

 

Jpeg
Jemaat GBI Jalan Air Besih Dumai Ibadah Raya, Minggu (9/10/2016)

Sabar Menanti Waktu Tuhan

Anak rohani/binaan Almarhum Pdt S.O. Simaremare, yaitu Pendeta Tamba, yang melayani jemaat Gereja Bethel Indonesia (GBI) di daerah Sibolga, dalam kotbahnya menyampaikan firman Tuhan dalam Yakobus 5:7-8. Karena itu, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi. “Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat,”tegas Pdt Tambah dengan nada senyum kepada jemaat.

Lanjutnya, dalam firman Tuhan Amsal 19: 11 menyatakan: Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran. “Karena itu, kita harus sabar. Kenapa harus sabar, karena kita adalah anak-anak Allah. Orang-orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota,”tandas Pdt Tamba.

Dalam firman Tuhan Amsal 15:18. Si pemarah mengbangkitkan perengkaran, tetapi orang yang sabar memadamkan perbantahan. Kemudian dalam firman Tuhan Amsal 16: 32 menyatakan: Orang yang melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota,

“Jadi, kita harus sabar dalam sengsara dan bertekun dalam doa dan kita berjuang walaupun pahit dan sabar kepada semua orang. karena seorang yang sabar melebihi seorang pahlawan,”tegas Pdt Tamba.

Lebih lanjut Pdt Tambah menjelaskan dalam firman Tuhan, Galatia 6: 9. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.

Begitu juga dalam Amsal 14: 29 tertulis: Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan. Dan dalam 2 Timotius 2: 6. Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya.

“Untuk kita, kita harus bekerja keras, tetap berjuang walaupun pahit, kita harus bertekun di dalam doa. Karena kita pasti mendapat upah, karena seorang petani yang bekerja keras haruslah menikmati hasil usahanya,”ujarnya.

“Seperti seorang petani harus penuh kesabaran melakukan aktivitasnya, mulai dari membabat rumput, mencangkul tanah, menanam pagi, dan sampai kepada musim panen tiba, petani itu harus sabar,”terang Pdt Tamba kepada jemaat, sambil menceritakan jeripayah orang-orang petani yang melakukan aktivitasnya harus sabar menunggu musim panen.***.

 

.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here