Pengusutan Proyek Air Minum Kota Dumai Berlanjut

0
195

dscf0021Dumai,kompasriau.com-Pengusutan dugaan tindak pidana korupsi proyek infrastruktur air minum Kota Dumai TA 2008-2011 oleh Tim Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, dipimpin Eko JP SH berlanjut, kamis (17/11/2016), memasuki hari ke-3. “Tim penyidik Kejagung melakukan pemeriksaan secara marathon,”ujar sumber di lingkungan Korps Adhyaksa Dumai.

Pantauan awak media ini di kantor Kejari Dumai, mantan pejabat Pemko Dumai dipanggil untuk diperiksa oleh tim penyidik diruang expos Kejaksaan Negeri Dumai, yang terperiksa Mustafa Kadir, saat ini menjabat PLt. Kadis  Tata Kota Kebersihan dan Pertamanan Kota Dumai merangkap Asisten Pemerintahan Setdako Dumai.

Mustafa Kadir yang juga mantan Kadis Pendapatan Kota Dumai, pada masa kepemimpinan Walikota Dumai, Drs H.Zulkifli AS tahun 2005-2010, kemudian yang juga menjadi terperiksa mantan Kadis PU Dumai, Jhoni Hamdani, mantan Kabag Keuangan PU Dumai, Syaiful dan Amanto mantan Dirut PDAM Kota Dumai.

Informasi yang berhasil dihimpin media ini menyebut pejabat yang terperiksa oleh penyidik Kejagung RI, Rabu (17/11/2016), berjumah 6 orang dan satu wanita.

Terperiksa Mustafa Kadir, saat keluar dari ruang pemeriksaan langsung dikerumini awak media. Ketika ditanya media ini terkait kedatangannya di kantor Kejari Dumai, mengatakan bahwa dirinya diperiksa terkait pembangunan infrastruktur air minum Kota Dumai.

Menurut Mustafa, pemeriksaan terhadap dirinya terkait pencairan dana pembangunan infrastruktur air minum Kota Dumai. Ketika ditanya berapa jumlah dana proyek infratruktur air minum yang dicairkan? “Jumlahnya saya tidak ingat, tapi seingat saya, ada dua kali pencairan, berapa saya lupa, maklum sudah lama,”jawab Mustafa.

Mustafa Kadir menyambangi gedung Kejaksaan Negeri Dumai dengan berpakaian liris-liris hitam dasar putih kemeja lengan panjang, dan berkopiah hitam, celana warna gelap, yang didampingi oleh mantan bendahara Dinas Pendapata Daerah Kota Dumai.

Sementara Jhoni Hamdani bertubuh gempal mantan Kadis PU Dumai, saat dikonfirmasi awak media ini mengatakan, ”Saya dipanggil ke Kejaksaan Negeri Dumai ini tanpa melalui surat panggilan, tetapi saya dipanggil melalui pesan singkat,”ujar Jhoni.

Jhoni yang telah memasuki masa pensiun pada 2015 silam tidak tahu menahu soal proyek infrastruktur air minum kota Dumai. “Pasalnya, saya menjabat Kadis PU Kota Dumai tahun 2012, sedangkan proyek air minum itu dikerjakan 2008-2010. Jadi apa yang mau saya jelaskan kepada penyidik, “ujar Jhoni Hamdani.

Pada hari Selasa (15/11) dan Rabu (16/11/2016), juga telah dilakukan pemeriksaan terhadap mantan Kabiro Hukum Setdako Dumai, Firdason dan mantan Kabid Bina Marga PU Dumai selaku ketua lelang proyek infrastruktur air minum Syafril.

Sumber di Kejaksaan menyebut terperiksa lainnya yang telah dimintai keterangan oleh tim Kejagung RI, Rabu (16/11/2016), Konsultan PT. Dellasonta Moulding International, dan Kontraktor  PT. Nindya Karya, PT. Waskita Karya dan PT. Adhy Karya.

Pembangunan infrastruktur air minum dari hasil kesepakatan Walikota Dumai, Drs H. Zulkifli AS dengan DPRD Kota Dumai Periode 2004-2009. Dengan anggara proyek air minum sebesar Rp.233 miliar lebih, tetapi setelah dilakukan lelang menjadi Rp.224 miliar lebih.

Pembangunan infrastruktur air minum yang telah dibangun berdasarkan data yang diperoleh awak media ini menyebutkan, EPC Pembangunan Uprating IPA dengan kapasitas 40 lt/det menjadi 80 lt/det di Jl. Sudirman dan Pembangunan baru IPA kapasitas 250 lt/det di Bukit Timah, yang dilaksanakan oleh PT. Nindya Karya dengan progress 23,91% dengan nilai sebesar Rp.26.761.280,491,-.

Untuk pekerjaan tersebut telah diadakan pemutusan kontrak pada tanggal 9 Desember 2010 dan sudah diklaim Jaminan Uang Muka sebesar Rp.10.736.445.203,- dan Jaminan Pelaksanaan sebesar Rp.3.527.550.000,-. Klaim Jaminan tersebut diinformasikan sudah dicairkan dan dimasukkan ke kas daerah Kota Dumai.

Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Pipa Transmisi Air Baku dan Pipa Distribusi, Sekunder, Tersier, dan Sambungan Rumah (SR) Kota Dumai (Paket I) dilaksanakan oleh PT. Waskita Karya dengan progress terakhir 78,326% dengan nilai sebesar Rp. 53.091.749.800,-.

 Untuk pekerjaan tersebut telah dilakukan pemutusan kontrak berdasarkan kesepakatan bersama pada tanggal 20 Desember 2011. Pengadaan dan Pemasangan Pip Distribusi, sekunder, Tresier, dan Sambungan Rumah (SR) Kota Dumai (Paket II) dilaksanakan oleh PT. Adhy Karya (Persero) dengan progress terakhir 78,903% dengan nilai sebesar Rp.65.389.230.023,-

Untuk pekerjaan tersebut telah diadakan pemutusan Kontrak berdasarkan kesepakatan bersama pada tanggal 20 Desember 2011 dan Konsultan Manajemen Konstruksi Pembangunan Infrastruktur Air Minum Kota Dumai. yang dilaksanakan oleh PT. Dellasonta Molding International dengan progress 57,048% dengan nilai sebesar Rp.847.163.000,-. Bahwa proses pembayaran progres terakhir disebutkan telah melalui audit oleh BPKP Propinsi Riau.*** (Salamuddin Purba)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here