Angkatan Kerja Non Skill Membengkak Di Dumai

0
200

Dumai, kompasriau.com-Angkatan Kerja Non Skill, yang tidak punya keahlian, setiap tahun terus membengkak tahun 2017, sedangkan pencari kerja di kota Dumai, lulusan tahun ajaran 2015-2016, yang terdaftar di Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Dumai berjumlah 3000 orang, belum lagi pencari kerja yang tidak terdaftar dan lulusan SMK/SMU tahun ajaran 2016-2017.

“Untuk menekan angka pengangguran di kota Dumai harus ada solusi melalui pengoptimalan pelatihan keterampilan khusus terhadap pencari kerja non skil tersebut di Balai Latihan Kerja (BLK) Dumai, jumlah peserta pelatihan harus ditingkatkan, dari tahun sebelumnya,”terang Drs, H. Amiruddin MM, MBA diruang kerjanya pada awak media ini, Jumat (23/12/2016).

Menurut Amiruddin mantan Camat Dumai Barat ini, melihat dari pesatnya investasi yang masuk membuka usaha di kota Dumai membuka peluang lapangan kerja, peluang tersebut harus direspon positif dengan mempersiapkan calon pekerja terampil, untuk itu perlu kesiapan tenaga skill, melalui pelatihan.

“Tahun anggaran 2017 BLK sedang mempersiapkan pelatihan khusus terhadap pencari kerja non skill, menjadi tenaga skill yang nantinya mereka bisa mandiri dimasyarakat,  bidang pekerjaan yang sangat potensial saat ini, yakni  bidang kelistrikan, elektoronik, computer, mesin, dan mereka-meraka ini diberi pelatihan, mereka yang lulus dari pelatihan tersebut yang nilainya “baik”, akan diberikan sertifikat, sehingga dengan adanya sertifikasi keahlian yang dimiliki, nantinya mereka bisa mandiri, dan mampu menciptakan lapangan kerja sendiri, program ini yang sedang digalakkan Disnakertrans,”ujar Amiruddin.

Menurutnya, kendala yang dihadapi Disnakertrans adalah anggaran Tahun 2017 untuk pengadaan jasa termasuk pelatihan terhadap pencari kerja non skill terbatas, anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan pelatihan dan pengadaan jasa termasuk ATK (alat tulis kantor) sebesar Rp.3 miliar, menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya 2016 biaya pelatihan di BLK termasuk pengadaan jasa dan ATK sebesar Rp.4 miliar “turun Rp 1 miliar”.

“Dengan keterbatasan dana tersebut jumlah pencari kerja non skill yang dilatih otomatis menurun, bagaimana mungkin angka pengangguran bisa diminimalisir, sedangkan pencari kerja yang akan mengikuti pelatihan dalam tahun 2017 untuk 64 orang, pelatihan dilakukan per tiga bulan sebanyak 16 orang, sementara pencari kerja yang menunggu 3000 orang, bahkan bisa bertambah dari angka tersebut,”ujarnya.

Lanjutnya, untuk meminimalisir angka pengangguran di kota Dumai harus ada kebijakan Pemerintah kota Dumai dengan kerberpihakan terhadap para pencari kerja non skill dengan memberikan pelatihan di BLK, jumlah peserta pelatihan harus ditingkatkan. Menekan angka pengangguran melalui penciptaan tenaga telampir di BLK merupakan visi dan misi Walikota Dumai. Oleh karenanya untuk meminimalisir angka pengangguran pelatihan harus ditingkatkan setidaknya pertahun anggaran untuk pelatihan terhadap pencari kerja non skill tersebut jumlah peserta harus di tingkatkan.

“Tahun 2017 investor yang membuka usaha di Kota Dumai antara investor dengan Pemko Dumai harus ada MoU calon tenaga kerja yang siap pakai harus disiapkan sehingga pada saat Investor mengoperasikan usahanya tenaga kerja sudah siap, oleh karenanya pelatihan terhadap pencari kerja non skill harus ditingkatkan,”katanya*** (S.Purba)

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here