J.Barus Bakal Dilapor Ke Polisi, Dugaan Penggelapan 42 SKT

0
132

DUMAI,KOMPASRIAU.COM-Kriston Sitompul meminta kepada J.BARUS untuk segera mengembalikan 42 surat keterangan tanah atas nama Hamzah dan kawan-kawannya yang berdomisili di Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai.

“Pasalnya, tindakan J.Barus warga Pematang Siantar, diduga dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang atau 42 surat tanah kepunyaan warga Kelurahan Pelintung, dan diancam karena penggelapan dengan pidana paling lama empat tahun. Untuk kasus ini, saya sudah sarankan kepada warga pemilik SKT itu agar membuat laporan secara resmi ke Polres Dumai, dugaan tindak pidana penggelapan,”terang Kriston Sitompul kepada awak media ini, Kamis (12/1/2017).

Seperti dibakarkan media ini sebelumnya, bahwa seorang warga Pematang Siantar bernama J.Barus diduga dengan sengaja ingin menggelapkan 42 Surat Keterangan Tanah kepunyaan sejumlah masyarakat di Kecamatan Medang Kampai.

“J.Barus sudah lama tidak datang ke Pelintung setelah beliau menerima 42 SKT tanah milik kami. Gayanya seperti orang berduit, padahal kenyataannya J.Barus diduga mafia tanah untuk melakukan berbagai cara untuk melakukan penggelapan terhadap 42 surat tanah kami. Jangan-jangan surat tanah kami itu digadaikan kepada orang lain untuk mendapatkan sejumlah uang,”ungkap sejumlah masyarakat kepada wartawan kompasriau,com, Kamis (12/1/2017).

Hal tersebut dibenarkan juga salah seorang warga Dumai bernama Hamzah, yang berdomisili di Kelurahan Pelintung,Kecamatan Medang Kampai.

“Karena perbuatan J.Barus, jadi saya yang dicari-cari warga Pelintung ke rumah, karena J.Barus diduga dengan sengaja melakukan tindakan “berniat jahat” menggelapkan berjumlah 42 SKT milik sejumlah masyarakat, dan digadaikan kepada orang lain untuk mendapat uang secara tidak benar,”keluh Hamzah kepada awak media ini, Kamis (12/1/2017).

“Awalnya J.Barus baik-baik ngomongnya sebagai pembeli atas tanah kami itu, tetapi  J,Barus sempat “menghilang” setelah surat tanah kelompok kami dibawa berjumlah 42 SKT. Oleh karena itu, dalam waktu dekat, saya bakal melapor J.Barus ke pihak yang berwajib,”ungkap Hamzah.

Ketika ditanya, kenapa surat tanah Pak Hamzah diberikan kepada J.Barus.? Apakah saat memberikan surat tanah tersebut ada saksi-saksi yang melihat? Dikatakan Hamzah, berjumlah 42 SKT tersebut diserahkan kepada J.Barus di kediamannya sekitar bulan Mei 2016.

“Surat tanah itu saya berikan dihadapan pak Dolok, pak Sukri,dan disaksikan oleh keluarga saya di rumah. Katanya tanah itu mau diselesaikan dan mau dikasi panjar dulu kepada kami. Menurut pak barus dan pak Dolok mau diurusnya, tetapi sampai saat ini, J.Barus tidak mau lagi mengangkat telepon genggamnya,”ungkap Hamzah.

Ditempat terpisah, S.Doloksaribu, saat dikonfirmasi membenarkan J.Barus telah menerima sejumlah Surat Keterangan tanah milik warga Kota Dumai. “Benar saya surat tanah itu diberikan Hamzah di rumahnya kepada J.Barus,”ujar  S.Doloksaribu kepada awak media ini.

Semetara itu, J.Barus, ketika dikonfirmasi awak media ini melalui telepon ganggamnya dengan nomor: 0812688988.., mengatakan, “Berapa anda mau kubayar, kalau anda mau, kirim nomor rekening anda, biar kukirim uang,”bujuk  J.Barus.

Kemudian awak media ini menjelaskan kepada J.Barus, bahwa sejumlah warga Dumai menceritakan tindakan J.Barus yang diduga menggadaikan 42 SKT milik warga kepada pihak lain, namun, J,Bagus seakan kurang memahami tugas dan fungsi wartawan. ***(red)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here