Proyek “Siluman” Dilokasi Masjid Assa’adah Dipertanyakan

0
398

DUMAI,KOMPASRIAU-Proyek fasilitas masjid berupa ruang kamar mandi dilokasi masjid Assa’adah BTN Asri Kelurahan  Simpang Tetap  Darul Ihksan (STDI) Kecamatan Dumai Barat dibangun bulan November 2016, disebut-sebut para jama’ah bangunan “siluman”. Pasalnya, warga/jama’ah Masjid Asa’adah tidak tahu asal usul dana dan pelaksana yang membangun tersebut, sehingga warga/jama’ah mempertanyakan bangunan fasilitas masjid tersebut. Anehnya pengurus masjid Assa’adah dikabarkan tidak dilibatkan dalam pelaksanaan pembangunan fasilitas masjid tersebut.

Pantauan awak media ini dilapangan ukuran bangunan fasilitas masjid tersebut 6 X 14 meter dengan konstruksi beton bertulang, dibangun diatas tanah yang berasal hibah dari warga/jama’ah masjid Assa’adah. Tidak terdengar adanya pungutan dari warga/jama’ah atau donateur, namun setelah ditelusuri awak media ini, terkait bangunan diduga “siluman” tersebut di informasikan bantuan Kementerian PU-PR. Tahun anggaran 2016 melalui dana APBN, sebagai pelaksana Dinas PU Propinsi Riau.

Bantuan pembangunan untuk fasilitas masjid berupa ruang kamar mandi tersebut tidak memiliki papan plang nama proyek, sehingga banyak pihak khususnya warga/jama’ah masjid Assa’adah mempertanyakan besaran dana, dan volume bangunan, celoteh warga Komplek BTN Asri yang juga jama’ah masjid Assa’adah kepada awak media ini. Kamis (9/03/2017).

Warga/Jama’ah masdjid Assa’adah berasumsi bahwa pembangunan fasilitas Masjid Asa’adah itu biayanya dari swadaya masyarakat, ternyata setelah ditelusuri awak media ini fasilitas berupa bangunan fasilitas masjid dari Pemerintah.

Ketika dikonfirmasi kepada Lurah Simpang Tetap  Darul Ihksan (STDI). Wahyu mengatakan bahwa bangunan fasilitas untuk masjid Assa’adah tersebut bantuan dari Kementerian PU-PR dan sebagai penanggungjawab Dinas PU Propinsi.

“Ada sejumlah masjid di Dumai yang mendapat bantuan dari Kementerian PU-PR salah satunya termasuk masjid Assa’adah. Saya yang masukkan masjid Assa’adah untuk mendapatkan bantuan tersebut, Tetapi soal besaran dana proyek saya tidak tau, yang mengusulkan memang saya,”ujar Wahyu

Bahkan menurut Wahyu, proyek tersebut ditangani langsung oleh PU Provinsi Riau, tetapi soal bestek maupun besaran biaya proyek tersebut PU Propinsi tersebut Lurah dan LPMK tidak mengetahui.

“Lurah dan LPMK hanya menerima arahan dan perpanjangan tangan Dinas PU Propinsi Riau setiap bulan pegawai Dinas PU Propinsi Riau mengontrol bangunan tersebut,”ujar Wahyu.

Secara terpisah ketua panitia pembangunan fasilitas masjid Assa’adah, Muktar yang juga ketua LPMK Kelurahan STDI, ketika dimintai tanggapannya soal bangunan fasilitas mesjid Assa’adah tersebut mengaku dirinya ditugaskan sebagai pengawas, mengawasi para pekerja. Namun ketika ditanya jumlah material bangunan yang diterima dan besteknya, Muktar menjawab tidak mengetahui.

“Saya hanya mengontrol orang kerja, hari ini Kamis (9/03/2017), karena pekerja ada yang tak masuk kerja dengan alasan sakit, masuk atau tidak masuk orang kerja saya tau, selebihnya saya tidak tau,”ujar Muktar.*** (S.Purba)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here