KPK Diminta Usut Dugaan Korupsi Proyek 19 M Yang Dilaksanakan PT Cakrawala Monica Abadi

0
105

IMG_20170315_074504BENGKALIS,KOMPASRIAU-Proyek mencapai Rp 20 miliar yang dilaksanakan oleh PT.CAKRAWALA MONICA ABADI dianggap kurang untung, sehingga material lama yang sudah di bayar oleh Pemerintah Kabupaten Bengkalis tahun sebelumnya kembali minta di bayar,”ungkap salah seorang pengurus Lembaga Swadaya Masyarakat di Bengkalis, J.Manalu  kepada awak media ini baru-baru ini.

Untuk itu, Jeckson meminta kepada Dinas PU Bengkalis untuk tidak melakukan pembayaran kepada rekanan yang diduga melakukan penyimpangan dalam melaksanakan pekerjaan.

“Apalagi sampai mengunakan eks material yang notabenenya sudah dibayar pemda, tentu kita pertanyakan konsultan pengawas dan PPTK, sejauh mana mereka melakukan pengawas terhadap pelaksana teknis proyek itu,”tegas J.Manalu.

Menurut Jeckson, pihaknya dari LSM tidak akan mempermasalahkan keuntungan rekanan dari setiap proyek,namun bagi rekanan itu perlu memperhatikan mutu dan standar kualitas dalam kontrak yang telah di tentukan.

“Kita tidak terpikir akan  senekan kontraktor melakukan pekerjaan itu,apalagi nilai proyeknya mencapai puluhan miliar rupiah, sementara kalau kita lihat nilai penawar mereka juga baru mencapai dibawah 2 persen, tentunya mereka bekerja sesuai aturan dan tidak perlu harus neko-neko demi mencari keuntungan yang lebih,”ucap Jeckson.

Diungkapkan Jeckson, kalau mau jujur berapa hot mix permeter atau apa saja aitem pekerjaan pemeliharaan jalan Bengkalis muntai dengan nilai Rp. 19.656.miliar.

“Kita akan minta  konsultan melakukan perhitungan kembali pekerjaan itu, bila perlu BPKP dan KPK langsung akan melakukan audit. Karena siapapun yang melakukan pekerjaan yang patut diduga melakukan kecurangan dan kita minta jangan dibayar, karena para kontraktor tidak asing dalam proyek serta mekanisme dalam kontrak sudah hapal luar kepala,”tandasnya.

Begitu juga, Direktur  LSM Komunitas Pemantau korupsi (KPK) Riau. Toro, Z Laiya, saat dimintai tanggapannya via selulernya baru-baru ini mengatakan,”Kita minta penegak Hukum untuk lebih serius menindaklanjuti  setiap laporan yang telah disampaikan masyarakat.

“Bila perlu dari pemberitaan media juga agar bisa dijadikan petunjuk terlebih dugaan penyimpangan proyek pemeliharaan Bengkalis Muntai dengan nilai mencapai 20 miliyar itu. Karena sangat perlu di usut dari proses lelangnya, karena penetapan pemenang kuat dugaan terjadi indikasi KKN, penawaran pemenang dibawah 2 persen,”ungkap Toro,Z.

Menurut Toro, Z.Laiya, belum lagi dugaan penggunaan material lama yang sengaja dilakukan pada pekerjaannya, bila perlu Kejagung dan Komisi Pemberantasan korupsi KPK diminta usut dugaan penyimpangan ini, karena kalau Polda Riau kita khawatir tak mampu menanganinya,”ucap Toro.

Sementara Kepala Dinas PU Kabupaten Bengkalis, Tajul Mudaris, ketika dikonfirmasi via genggam mengatakan sedang rapat di Jakarta sedang,”ujar Tajul Mudaris.***(Red).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here