Laporan Dugaan Korupsi Ke Kejari Bengkalis Belum Jelas Tindak Lanjutnya

0
117

IMG_20170406_142325Bengkalis,Kompasriau-Laporan DPC Laki Kabupaten Bengkalis Propinsi Riau terkait dugaan korupsi pelaksanaan proyek Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkalis tahun anggaran 2013 senilai Rp 5,9 Miliar, Kontraktor Pelaksana PT DWI CAHAYA, hingga saat ini belum jelas tindak lanjutnya.

Padahal menurut Abdul Kadir Siregar, laporan tersebut sudah dilapor ke Kejaksaan Negeri Bengkalis, Kejaksaan Tinggi Riau dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia pada bulan Maret 2015.

“Tetapi Kasi Intel Kejari Bengkalis menyarankan kepada kita untuk membuat kembali laporan baru ke Kejaksaan Tinggi Riau dengan alasan tidak jelas,”ujar Abdul Kadir Siregar kepada awak media ini, Kamis (06/04/2017).

Dikatakan Kadir, setelah pihaknya melayangkan surat laporan kepada Petinggi Kejari Riau di Pekanbaru, kemudian ada informasi kalau penyidik Kejari Riau sudah turun langsung ke tempat kejadian perkara di Bengkalis untuk mengecek proyek anggaran 2013 tersebut.

“Nanum aneh, sampai saat ini, belum jelas tindak lanjutnya apakah akan tindak lanjuti atau tidak, karena kasus ini pada bulan Desember 2016, sudah kami laporkan lagi ke Kejaksaan Agung di Jakarta,’sebut Abdul Kadir Siregar.

Informasi yang berhasil dihimpun awak media menyebut dugaan korupsi pelaksanaan proyek tersebut menjadi perbincangan masyarakat di Kabupaten Bengkalis. Pasalnya, pelaksaan proyek tersebut diduga merugikan negara miliaran rupiah.

“Kita heran melihat proses hukum dugaan korupsi pelaksanaan proyek ini, apakah mungkin PT. DWI Cahaya ada sahamnya oknum aparat, sehingga kasus ini belum bisa diungkap,”ucapnya.

Untuk itu, Abdul Kadir Siregar (pelapor) berharap kepada pihak aparat penegak hukum untuk menindak lanjuti laporan tersebut. “Kalau memang laporan kami itu tidak memenuhi unsur tindak pidana korupsi, tentu kita berharap kepada pihak kejaksaan agar memberi penjelasan atau jawaban kepada pelapor, apa kendalanya sehingga laporan kami itu tidak jelas tindak lanjutnya, sementara Ardiansyah selaku PPTK proyek tersebut mengaku sudah diperiksa di kantor Kejari Bengkalis,”ujar Abdul Kadir Siregar dengan nada senyum.

Terkait hal itu, Kepala Kejaksaan Negeri Bengkalis, Dwi Rahman, SH , ketika dikonfirmasi awak media media ini belum lama ini mengatakan,”Saya memang pernah mendengar laporan ini, tapi nanti saya coba tanya dulu kepada anggota saya,”ujar Kajari singkat.***(A.S)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here