Bakal Terkuak Kebobrokan Oknum Pengurus Pangkalan Elpiji Dan Oknum Petugas Dinas

0
77

Dumai,kompasriau-Kebobrokan oknum pengurus pangkalan Elpiji (perusahaan terbatas), dan oknum petugas Dinas pemberi izin kepada pedagang LPG ( ilquefied petroleum gas) di kota Dumai bakal terkuak.

Pasalnya, salah seorang pedagang LPG berinisial TR berani menuturkan kepada Pemimpin Redaksi kompasriau, bahwa oknum pengurus perusahaan Pangkalan Elpiji dan oknum petugas Dinas pembuat surat izin “palsu” diduga kuat dilindungan oknum aparat.

“Hanya saya yang dijadikan korban atau terdakwa dalam perkara ini, sementara oknum pengurus pangkalan Elpiji dan oknum petugas Dinas pembuat surat izin itu tidak tersentuh hukum, karena oknum pengurus perusahaan pangkalan itu diduga sudah “main mata” kepada oknum aparat, padahal, saya tidak tahu bahwa izin yang diberikan oleh pengurus pangkalan elpiji itu kepada saya adalah palsu, setelah aparat melakukan penyelidikan terhadap kasus yang menimpah saya ini,”tutur TR kepada awak media ini dengan nada kesal di ruang tunggu Pengadilan Negeri Dumai, Kamis (6/04/2017).

Bahkan TR mengaku bakal melaporkan kasus dugaan pembuat izin “palsu” tersebut kepada Petinggi aparat penegak hukum di Pekanbaru dan Jakarta. Pasalnya menurut TR, oknum pengurus perusahaan pangkalan Elpiji dan oknum pembuat surat izin “palsu” tersebut diduga “main mata” kepada oknum aparat agar tidak terserat hukum dalam rangkaian kasus tersebut.

“Semua berkas perkara ini bakal saya kirimkan kepada aparat penegak hukum di Pekanbaru dan Jakarta, karena kuat dugaan oknum aparat melindungi oknum pengusaha pangkalan elpiji yang memberi izin “palsu” itu kepada saya,”ungkap TR dengan nada serius penjelaskan secara rinci kronologis dirinya menerima izin dari salah satu perusahaan pangkalan elpiji di Kota Dumai.

TR berharap kepada aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan terhadap oknum pengurus pangkalan Elpiji dan oknum pembuat surat izin dari Dinas dilingkungan Pemko Dumai yang menerbitkan izin usaha tersebut.

“Karena pengakuan salah seorang petugas Dinas terkait kepada pengacara saya, bahwa dia yang menerbitkan izin usaha “palsu” itu, kemudian pengurus pangkalan elpiji yang berkantor di Jalan Jenderal Sudirman memberikan izin usaha itu kepada saya,”terang TR.

Menanggapi hal tersebut, salah seorang pengurus organisasi di Kota Dumai, Kriston mengatakan, pangkalan Elpiji merupakan ujung tombak dari Pertamina dalam menyalurkan elpiji tersebut ke para pedagang kelontong, toko, ataupun langsung kepada konsumen.

Lanjutnya, syarat-syarat yang harus dipenuhi, umumnya terdiri dari Surat Keterangan memiliki kerjasama dengan Agen LPG yang ada di daerah. Jadi pengecer tau pedagang meminta surat tersebut ke agen. Kemudian pangkalan elpiji mempunyai Siup Surat Izin Usaha Perdagangan, TDP Tanda Daftar Perusahaan, dan Surat izin gangguan dari Dinas perizinan, dan melampirkan surat keterangan izin dan rekomendasi mendirikan Pangkalan LPG dari kelurahan setempat.

“Tetapi yang menjadi pertanyaan kita saat ini, apakah izin yang diberikan oleh pengurus pangkalan elpiji itu kepada TR benar dikeluarkan oleh Pemerintah, karena menurut TR, izin tersebut diberikan pengurus pangkalan elpiji kepada TR, kemudian terjadi musibah kebakaran tabung gas di tempat usaha TR,”ungkap Kriston kepada awak media ini.

Pengamatan awak media ini di ruang Pengadilan Negeri (PN) Dumai, Kamis (6/4/2017), terdakwa TR dijatuhi hukuman 1 (satu) tahun percobaan.

Sidang dipimpin Wakil Ketua Pengadian  Negeri Dumai, Sarah Louis.SH.M.Hum dibantu hakim anggota, Aziz Muslim SH, Alfonsus Nahak,SH,MH dan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Agung Nugroho, SH.

Namun sejumlah awak media menyebut oknum pengurus pangkalan elpiji yang memberi izin kepada TR dan oknum pembuat izin “palsu” tidak tersentuh hukum.

“Aneh proses hukum perkara ini, masak TR yang hanya dijadikan terdakwa dalam kasus kebakaran tabung gas ini, sementara oknum pengusaha pangkalan elpiji yang memberi izin usaha “palsu” kepada TR tidak terlibat dalam kasus ini,”ungkap salah seorang wartawan pengunjung sidang di PN Dumai kepada awak media ini.***(Red).

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here