Presiden Perintahkan Kapolri Untuk Mencari Pelaku Teror

0
109
Struktur Kabinet Jokowi-JK : Presiden dan Calon Presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla menggelar jumpa pers terkait struktur kabinet pemerintahannya di Rumah Transisi, Jakarta, Senin (15/9/14). Mereka memutuskan kabinet mendatang akan diisi oleh 18 orang dari profesional non-partai politik dan 16 orang profesional asal parpol. Koran Sindo/Yudistiro Pranoto

Jakarta,kompasriau-Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengutuk keras aksi penyiraman air keras ‎kepada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Presiden memerintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mencari pelaku teror tersebut.

“Itu tindakan brutal yang saya mengutuk keras, dan saya perintahkan kepada Kapolri untuk mencari pelakunya. Jangan sampai orang-orang yang punya prinsip teguh seperti itu dilukai dengan cara-cara yang tidak beradab!” tegas Jokowi di Istana Negara, Selasa (11/3/2017).

Presiden mengecam aksi teror tersebut. Terlebih saat kejadian Novel Baswedan baru saja usai Salat Subuh di Masjid Al Ikhsan, Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara.‎ “Saya kira ini tidak boleh terulang hal-hal yang seperti itu,”tandasnnya.

Agar semua penyidik lembaga antirasuah ‎dapat waspada setelah adanya kejadian kriminal ini, Presiden meminta agar penyidik KPK tetap semangat dalam memberantas kasus korupsi yang terjadi di Indonesia.

“‎Ya tetap semangat. Tetap semangat bekerja. Saya kira ini urusan karena kriminal urusannya Kapolri untuk carinya,”tandas Presiden, Joko Wododo.

Terkait hal tersebut, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut penyidik KPK, Novel Baswedan sempat meneleponnya usai diserang menggunakan air keras oleh orang tak dikenal.

Dikatakan Tito, usai menerima telepon Novel subuh tadi, ia langsung memerintahkan Kepala Polsek Kelapa Gading Komisaris Argo Wiyono menjaga keluarga dan kediaman penyidik KPK Novel Baswedan yang berada di kawasan Kelapa Gading.

“Tadi habis salat subuh, saya dapat telepon dari Novel, dia terkena serangan, saya langsung suruh kapolsek amankan,”ujarnya usai menjenguk Novel di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Jakarta, Selasa (11/4/2017).

Kapolri meminta seluruh jajarannya mengawal perwira kepolisian itu selama masa perawatan di rumah sakit. Sempat menjalani perawatan singkat di RS Mitra Keluarga, kini Novel dibawa ke Jakarta Eye Center di Menteng.

Lanjutnya, kepolisian telah memeriksa dan mengumpulkan barang bukti serangan air keras yang diterima Novel, dan sejumlah saksi juga sudah diperiksa. Namun menurut Toto,  Polri belum akan memberikan pengawalan khusus kepada pimpinan dan penyidik KPK, karena KPK belum mengajukan permintaan penjagaan khusus dari Kepolisian.

Dikatakan Tito, pihaknya telah menawarkan bantuan pengamanan untuk pejabat KPK, namun tawaran itu belum mendapatkan tanggapan. “Kami selalu siap mengamankan, tapi kami tunggu juga persetujuan ketua (KPK),” kata Tito.***(J.P.)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here