Proses Pengurusan HGB Di Kantor BPN Rokan Hilir “Bertele-tele”

0
163

BPN ROHILRokan Hilir,KompasriauPelayanan di ruang Kantor ATR BPN Rokan Hilir (Rohil) patut dipertanyakan. Pasalnya, masyarakat yang akan mengurus sertipikat tanah atau perpanjangan sertipikat Hak Guna Bangunan (HGB) sangat kecewa atas pelayanan oknum petugas ATR BPN Rokan Rilir, karena proses pengurus perpanjangan HGB “bertele-tele dan berbelit-belit”, memakan waktu berbulan-bulan, bahkan bisa jadi sampai satu tahun lamanya.?

“Petugas pelayanan ATR BPN Rokan Hilir diloket maupun dilapangan memakai tenaga kerja tidak tetap alias honorer,“ujar Salamuddin Purba yang mengalami langsung “bertele-tele” proses pengurusan perpanjangan HGB diruang Kantor BPN Rokan Hilir,Senin (10/04/2017).

Salamuddin kuasa Osniati (80) warga Medan Sumatera Utara telah mengajukan permohonan perpanjangan HGB atas nama Osniati. Namun,  ternyata tidak sesuai sebagaimana yang diperintahkan Presiden  Republik Indonesia, Joko Widodo, terkait reformasi birokrasi di Kementerian Agraria Tata Ruang dan BPN di seluruh Indonesia agar pengurusan sertipikat jangan dipersulit, paling selama 7 hari sudah harus selesai. Namun yang diharapkan masyarakat terkait pengurusan sertifikat tanah cepat selesai jauh dari harapan.

“Urusan perpanjangan HGB atas nama Osniati 8 (delapan) bulan tak selesai, karena petugas loket terkesan kinerjanya tidak profesional. Petugas yang dikedepankan melayani masyarakat dalam pengurusan sertifikat, bukan pegawai negeri sipil BPN, melainkan pegawai tidak tetap (PTT) alias honorer,”ungkap Salamuddin.

Bahkan ketika Salamuddin bertanya kepada salah seorang petugas bernama  Adi honorer di kantor ATR BPN Rokan Hilir, kenapa pengurusan HGB atas nama Osniati “berbelit-belit”?. Namun aneh, petugas BPN Rokan Hilir itu tidak mampu menjelaskan.

“Pak berkasnya lagi di aspek kasi III,“ujar Adi kepada Salamuddin. Kemudian Salamudin bertanya, apa yang dimaksud aspek, namun aneh, petugas BPN Rokan Hilir bernama Adi tidak dapat bisa menjelaskan. “Saya tidak paham pak, apa itu Aspek,”jawab Adi. Aneh petugas BPN Rokan Hilir mengaku tidak paham soal Keagrariaan yang dikedepankan menghadapi persoalan ke Agrariaan.

Padahal Salamuddin kuasa Osniati telah mengajukan perpanjangan HGB ke kantor ATR BPN Rokan Hilir. Dalam pendaftaran di loket sertipikat lama pada tanggal 27 September 2016 telah diserahkan kepada petugas loket, Sri Windarti Sp, kemudian dilakukan pembayaran PNBP melalui Bank BNI sesuai nomor rekening yang diberikan berkas tersebut diterima dari Indri selaku bendahara ATR BPN Rohil. Menurut Indri biaya petugas lapangan ditanggung pemohon. Setelah pembayaran PNBP 28 September 2016, prosesnya berjalan.

Oleh pejabat ATR BPN Rohil menugaskan petugas juru ukur bernama Ari ke lokasi objek tanah untuk melakukan pengukuran ulang, biaya, transportasi, dan akomodasi dibayar tunai oleh sipemohon.

Ari petugas pengukur BPN Rokan Hilir, ketika dikonfirmasi soal pengukuran objek tanah mengaku telah melaksanakan tugasnya dengan baik pada saat pengukuran dilapangan dan disaksikan ketua RT dan ketua RW Kepenghuluan Panipahan, dan berita acara pengukuran sudah selesai.”Kemudian berkasnya telah diserahkan kepada  Ibu Indri, karena proses selanjutnya ke bagian SK ditangani Kasi III. Bapak tanyakan kepada kasi III,”saran  Ari petugas ukur yang juga honorer kepada Salamuddin.

Senin, (10-04-2017), ketika diupayakan konfirmasi Kepala Seksi III ATR BPN Rohil, Muktika Jubri, namun menurut petugas BPN Rokan Hilir, Kepala Seksi III ATR Rokan Hilir sedang di luar kota. “Kepala seksi ART sedang diluar kota,”ujar salah seorang honorer Adi, dan menyarankan kepada Salamuddin untuk menunggu. “Sabar pak saya tanyakan kepada yang menerima berkas Ibu Sri”,”ujarnya.

Kemudian Sri Windarti SP ditanya terkait proses pengurusan perpanjangan HGB atas nama Osniati “Pak saya hanya sebagai penerima berkas, saya akui itu tanda tangan saya”, tapi secara teknis itu urusannya Kasi III, bukan saya lagi pak. Bapak tanya saja ke Kasi III nya,”ketus Sri, tetapi, Kasi III Muktika Jufri tidak berada ditempat.

HGB yang diajukan untuk perpanjangan HGB No.13 dan No.24 atas nama Osniati terbit tahun 1993 berlaku hingga 2013. Perpanjangan HGB dilakukan pada kantor ATR BPN Rokan Hilir, dan didaftarkan pada 27 September 2016.

Lokasi tanah di Kepenghuluan Panipahan Kecamatan Pasir Limau Kapas Rohil semua persyaratan dan kewajipan pengurusan perpanjangan HGB tersebut telah dipenuhi pemohon.

Indri selaku petugas bendahara BPN yang memproses berkas sertipikat HGB No.13 dan 24 atas nama Osniati ketika dikonfirmasi melalui hubungan seluler mengatakan,”belum turun dan belum ditanda tangani. Masih dalam ruangan Kasi bahagian SK. Nanti saya lihat dulu apakah berkasnya sudah ditanda tangani atau belum, nanti saya kabarin,”ujar Indri kepada Salamuddin. Namun, apa yang dijanjikan Indri tidak pernah dikabarin hingga berita ini dimuat.

Pengurusan perpanjangan HGB atas nama Osniati sejak awal pihak BPN telah menunjukkan kinerja yang tidak sesuai harapan masyarakat, berbelit-belit dengan persyaratan yang dibuat-buat. Lantaran pada saat pendaftaran pihak petugas ATR BPN Rohil Indri meminta Izin Bangunan dari Kepenghuluan, dan meminta Surat Keterangan (sporadik) dari Kepenghuluan, kemudian minta foto dan pemasangan patok batas, dengan alasan Indra untuk syarat-syarat karena masa berlakunya kedaluarsa. Namun, semua syarat yang diminta Indri telah terpenuhi oleh pemohon. Ketika persyaratan terpenuhi alasan lain disampaikan dengan alasan SK nya belum ditanda tangani Kasi,”kata Indri.

Kepala kantor ATR BPN Rohil,  Budi Sartika, ketika diupayakan awak media ini konfirmasi, namun menurut salah seoranf Satpam kantor BPN bernama Dedi, “Bapak tidak ada ditempat. Beliau lagi diperjalanan dari pekanbaru,”ujar Dedy. Kemudian Kasi III BPN Rokan Hilir, Muktika Jufri, ketika dihubungi melalui Hp.0823867784XX, namun jawaban dari operator mengtakan tidak aktif.

“Sabar pak bentar lagi, bos-bos itu masuk kantor. Mana no Hp bapak nanti beliau masuk saya kabarin,”saran Dedi kepada awak media ini. Kemudian sekira pukul 12.30 Wib, Dedi dihubungi awak media ini mengatakan, “Bapak itu belum masuk pak,”ujarnya. Kemudian sekira pukul 14.00 Wib, Dedi kembali dihubungi awak media ini untuk menanyakan pejabat ATR BPN Rohil, namun nomor telepon genggam Dedi tidak aktif lagi. Setelah ditunggu dari pukul 10.00 Wib sampai pukul 15.00 Wib sore, namun petugas BPN Rokan Hilir, Budi Sartika dan Muktika Jufri belum juga masuk kantor.

Sumber awak media ini di Bagansiapiapi menyebut kepala kantor ATR BPN Rohil, Budi Sartika dan juga Kasi III, Muktika Jufri hari Senin kerap tidak masuk kantor. Hal itu terbukti pada hari Senin (10/04/2017), dua pejabat  ATR BPN Rohil ini absen dengan alasan tugas ke Pekanbaru.*** (Red).

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here