Jaksa Budi, SH Masih Bungkam Terkait Dugaan Oknum Aparat “Kongkalikong” Dengan Oknum Pengusaha

0
76

Dumai,kompasriau– Oknum aparat diduga “kongkalikong” dengan oknum pengurus pangkalan Elpiji di Kota Dumai dalam perkara nomor: 401/Pid.B/LH/2016/PN.Dum, yang telah telah divonis majelis hakim di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Dumai, Kamis (6/4/2017).

Pengamatan awak media ini di ruang sidang, terdakwa TR dijatuhi hukum pidana 1 (satu) tahun percobaan. Sidang dipimpin wakil Ketua PN Dumai, Sarah Louis S,SH,M.Hum dibantu hakim anggota, Aziz Mulim,SH dan Alfonsus Nahak,SH.MH.

Barang bukti berupa tabung gas besar 12 kg berjumlah 140, tabung gas kecil 3 Kg berjumlah 132, kukas es baru berjumlah 2 dan 1 unit kendaraan kaisar dikembalikan kepada terdakwa TR.

Usai sidang, sejumlah awak media menyebut oknum pengurus pangkalan elpiji PT Nasko diduga memberi izin “palsu” kepada terdakwa TR dan oknum petugas disperindag diduga pembuat surat izin “palsu” itu tidak tersentuh hukum.

“Aneh proses hukum perkara ini, masak hanya TR saja yang dijadikan sebagai terdakwa dalam kasus kebakaran tabung gas ini, sementara agen besar penyalur elpiji yang diduga memberi surat izin “palsu”  kepada terdakwa TR dan oknum petugas Disperindag tidak terlibat dalam rangkaian pengurus surat izin usaha “palsu” itu,”ungkap pengunjung sidang, J.Situmeang kepada awak media ini.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum, Mona Amalia,SH, ketika dikonfirmasi awak media ini melalui telepon genggam, Rabu (12/4/2017), mengatakan bahwa perkara tersebut diteliti Jaksa Penuntut Umum, Budi saat bertugas di Kejaksaan Negeri Dumai.

“Menang saya yang membuat surat dakwaan itu setelah berkas perkaranya diteliti pak Jaksa Budi, karena yang meneliti berkas perkara itu pak Jaksa Budi sebelum pindah ke Kejaksaan Negeri Bengkalis. Jadi, saya menyindangkan berkas perkara yang sudah lengkap,”terang Mona.

Menurut Mona, keterangan saksi-saksi termasuk saksi dari PT Nasco yang diperiksa majelis hakim di muka persidangan tidak mengakui mengeluarkan surat izin palsu dan memberikan surat izin kepada terdakwa. Kemudian setelah mendengar keterangan saksi-saksi itu, terdakwa mengatakan keterangan saksi itu “bohong”.

“Jadi waktu itu sempat ribut, karena  saksi dari PT Nasco itu mengaku tidak kenal sama terdakwa TR,”ujar Mona.

Terkait hal tersebut, Jaksa Penuntut Umum, Budi SH, ketika dikonfirmasi awak media ini melalui pesan singkat (SMS), namun hingga berita ini ini dimuat, Jaksa Budi SH masih memilih bungkam.

Seperti dikabarkan media ini sebelumnya, bahwa bakal terkuak kebobrokan oknum pengurus pangkalan Elpiji dan oknum petugas disperindag yang memberi surat izin usaha kepada pedagang LPG di kota Dumai.

Pasalnya, salah seorang pedagang LPG berinisial TR berani menngungkapkan kepada sejumlah awak media ini, bahwa oknum pengurus pangkalan elpiji dan oknum petugas disperindag pembuat surat izin “palsu” diduga dilindungan oknum aparat.

“Hanya saya yang dijadikan korban atau terdakwa dalam perkara ini, sementara oknum pengurus pangkalan Elpiji dan oknum petugas disperindag Dumai tidak tersentuh hukum, karena oknum pengurus perusahaan pangkalan itu diduga sudah “main mata” kepada oknum aparat, padahal, saya tidak tahu bahwa surat izin yang diberikan oleh pengurus pangkalan itu kepada saya adalah palsu, setelah aparat melakukan penyelidikan terhadap perkara ini,”ungkap TR kepada awak media ini dengan nada kesal di ruang tunggu Pengadilan Negeri Dumai, Kamis (6/04/2017).

Bahkan TR mengaku bakal melaporkan kasus dugaan pembuat izin “palsu” tersebut kepada Petinggi aparat penegak hukum di Pekanbaru dan Jakarta. Pasalnya menurut TM, oknum oknum petugas disperindag surat izin “palsu” diduga “main mata” kepada oknum aparat agar tidak terserat hukum dalam rangkaian kasus tersebut.

“Semua berkas perkara ini bakal saya kirimkan kepada aparat penegak hukum di Pekanbaru dan Jakarta, karena diduga oknum aparat melindungi oknum pengusaha pangkalan elpiji yang memberi izin “palsu” itu kepada saya,”ungkap TR.

Pengurus pangkalan elpiji PT Nasco, belum berhasil diemui awak media ini, kendati awak media sudah upayakan menemuinya guna konfirmasi terkait surat izin usaha tersebut, karena ketika hendak ditemui di kantornya, menurut anak buah, pengurus PT Nasko masih berada di Pekanbaru.***(Red)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here