Mahasiswa Desak Polda Riau Untuk Menindak Pelaku Perusak Kawasan Hutan Dan Kasus Lainnya

0
70

massa_bakar_banPekanbaru,kompasriau– Gabungan mahasiswa dari Universitas Riau berunjuk rasa besar-besaran di depan gerbang Mapolda Riau, Rabu (12/4/2017). Tuntutan aksi unjuk rasa mahasiswa mulai soal kawasan hutan dan kasus lainnya.

Salah seorang mahasiswa mengatakan kepada awak media ini, unjuk rasa dilakukan di Polda Riau salah satunya mendesak aparat penegak hukum untuk potretnewscom_tr2yr_11248penindak tegas pelaku perusak kawasan hutan, lahan dan perusahaan ilegal yang beroperasi di Propinsi Riau. Perkara lainnya yaitu upaya kriminalisasi terhadap ulama dan mahasiswa. Selain itu, pengunjuk rasa juga menuntut pemerintah agar serius dalam menjalankan roda pemerintahan.

Pengamatan awak media ini, terlihat aparat kepolisian diturunkan untuk mengawal kondusifitas unjuk rasa tersebut. Mereka dikerahkan dari Polsek, Polresta Pekanbaru dan Polda Riau.

KAWASAN HUTANDalam aksinya, mahasiswa juga sempat membakar ban bekas di depan gerbang Mapolda Riau. Mahasiswa juga meminta Kapolri, Jenderal Tito Karnavian menindak tegas Kapolda dan oknum pelaku tindak represif terhadap mahasiswa.

Tuntutan mahasiswa meminta pemerintah serius dalam menjalankan pemerintahan yang pro kepada rakyat. Selain itu desakan lainnya khusus untuk Polda Riau terkait ketegasan dalam penanganan kasus kehutanan dan perusahaan ilegal yang beroperasi di Riau.

Mendengar tuntutan gabungan mahasiswa tersebut, Ketua Gerakan Pemuda Melayu Riau (GPMR), Zulfahmi mendesak petinggi aparat penegak hukum untuk serius melakukan penyelidikan terhadap para pelaku perusak kawasan hutan seluas 6.170 hektar di Desa Kota Garo, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Propinsi Riau.

IMG-20170103-WA0003“Kami atas nama LSM gerakan Pemuda Melayu Riau mengucapkan terima kasih kepada adek-adek mahasiswa yang sangat peduli terhadap kawasan hutan dan lahan, karena kawasan hutan di kawasan Kabupaten Kampar, diporakporandakan para mafia tanah di Desa Kota Garo seluas lebih kurang 6.170 hektar. Untuk itu, kita minta kepada Kapolda Riau untuk serius menangani kasus masalah kerusakan hutan di Kabupaten Kampar,”ungkap Zoelfahmi kepada awak media ini.

Pasalnya menurut Zoelfahmi, oknum petinggi aparat penegak hukum terindikasi melakukan pembiaran terhadap aksi para pelaku perusak kawasan hutan ribuan hektar di kawasan Kabupaten Kampar.

“Kami surat menyurati Kapolri dan Menteri Kehutanan soal aksi perusak kawasan hutan di Kampar itu, tetapi sampai saat ini, oknum pemilik perkebunan kelapa sawit masih bebas melakukan aktivitasnya di dalam kawasan hutan tanpa adanya tindakan hukum. Untuk itu, kita minta kepada adek-adek mahasiswa untuk terus memamtau kawasan hutan yang sudah hampir habis diporakporandakan para mafia tanah,”tegas Zoelfahmi.***(S.Purba).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here