Pengecoran Jalan Asri Bekas Galian PGN Asal Jadi

0
152

PURBA 2Dumai,kompasriau-S.Purba (65) warga RT/RW 09 BTN Asri, Kelurahan Simpang Tetap Darul Ihsan (STDI), Kecamatan Dumai Barat Kota Dumai, menyoroti soal pengecoran bahu jalan bekas galian pemasangan pipa gas PGN (Perusahaan Gas Negara) Simpang Jalan BTN Asri, diduga dikerjakan asal jadi.

Menurut S.Purba, pengecoran tersebut dibuat asal jadi besi beton yang dipasang dalam pengecoran bekas galian tersebut, mengunakan wayarmes berdiameter 6 mm, sehingga pengecoran tersebut tidak bertahan lama belum “seumur bayam”, kondisi pengecoran simpang jalan BTN Asri bekas galian PGN tersebut anjlok dan  hancur.

Simpang Jln Asri Kelakap Tujuh belum lama ini, oleh PGN dengan menggunakan alat berat Komatsu melakukan penggalian pada bahu jalan, untuk pemasangan pipa gas PGN, kemudian bekas galian tersebut ditimbun menggunakan tanah bekas galian bahu jalan tersebut, tanpa pemadatan. Padahal Simpang Jl. Asri adalah pintu keluar masuk yang dilalui kenderaan bermotor oleh warga BTN Asri dan sekitarnya, mestinya sebelum dilakukan pengecoran bekas galian tersebut dipadatkan terlebih dahulu, setelah penimbunan bekas galian tersebut benar-benar padat, maka kemudian dlakukan pengecoran dengan konstruksi beton bertulang yang ukuran besi beton sesuai standar untuk badan jalan,”ungkap S. Purba kepada awak media ini, Jumat (28/4/2017).

Namun, oleh pihak PGN melakukan pengecoran bekas galian tersebut, konstruksinya tidak sesuai yang diharapkan banyak pihak, lantaran pengecoran tersebut tidak sesuai standar konstruksi jalan beton bertulang, sehingga pengecoran tersebut tidak bertahan lama, akibat dilalui kenderaan badan jalan yang di cor tersebut anjlok, dan hancur, masyarakat yang tinggal di komplek BTN Asri dan sekitarnya mengeluhkan hasil pekerjaan pengecoran tersebut.

Untuk itu, kami warga mendesak PGN untuk melakukan perbaikan Jalan Simpang BTN Asri dalam kondisi bagus, dan kembali seperti semula,”ucap S.Purba.

Kondisi tanah yang digali untuk penanaman pipa gas PGN di kota Dumai pada umumnya konstruksi tanahnya labil, karena bergambut sehingga perlu pemadatan yang permanen, kemudian di semenisasi dengan beton bertulang agar pengecoran pada di setiap persimpangan jalan menuju pemukiman warga diharapkan  dalam kondisi kokoh seperti semula.

Sejumlah keterangan yang dihimpun awak media ini, menyebut pemasangan pipa gas PGN tersebut tidak menggunakan lantai kerja, seperti beton, pipa gas PGN yang langsung  ditanam, kemudian ditimbun dengan tanah bekas galian bahu jalan tersebut. “Dengan sistem pemasangan pipa gas tanpa lantai kerja tersebut, patut di pertanyakan, “ucap warga yang memantau kegiatan penggalian dan pemasangan pipa gas PGN tersebut*** (PUR)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here