Oknum Petugas Maskapai Lion Air “Tipu” Penumpang Warga Dumai

0
91

Pekanbaru,kompasriau-Penerbangan Lion Air dari Bandara Ngurah Rai Bali/Denpasar, tujuan Jakarta lagi-lagi kecewakan 2 (dua) orang penumpang warga Kota Dumai  bernama Satya Tiopan Purba (22) dan Enggi, (21), pada hari Selasa, 2 Mei 2017.

Satya Tiopan Purba dan Enggi berangkat dari Bandara SS. Kasim Pekanbaru pukul, 08.00 Wib, tujuan Bandara Ngurah Rai Bali/Denpasar. Tiket pesawat lion air yang di pesan Satya dan Enggi PP (pulang-pergi) Pekanbaru-Bali/Denpasar menggunakan jasa Traveloka Pekanbaru, nomor pesanan 149531692 dengan kode pembayaran Nomor: 144 624 144, dan transaksi pembayaran dilakukan melalui Indomart Pekanbaru dengan ongkos PP Pekanbaru/Depasar-Bali sebesar Rp.4.830.692,- untuk 2 (dua) orang.

Menurut Satya Tiopan Purba, dalam tiket disebutkan dari Pekanbaru berangkat pada tanggal 2 Mei dan kembali ke Pekanbaru dari Bandara Ngurah Rai Bali/Denpasar  pada tanggal 6 Mei 2017 transit di Bandara Sukarno Hatta Cenkareng  Jakarta.

Pada 6 Mei 2017 tepat pukul 10.00 Wib, Satya dan Enggi melakukan chek-in di Conter Lion Air 32 Bandara Ngurah Rai Bali/Denpasar, namun menurut counter loket Lion Air 32, Dewi Juna Bandara Ngurah Rai Bali/Denpasar mengatakan, bahwa pesawat Lion Air JT 17 sesuai tiket yang di boking sudah berangkat 1 jam yang lalu.

“Pesawatnya sudah berangkat satu jam yang lalu. Tiket pesawat dinyatakan hangus, “kata Dewi Juna  remaja ini, bagaikan disambar petir disiang bolong, spontan tidak terima atas perlakuan oknum petugas counter Maskapai Lion air Bandara Ngurah Rai.

“Kesalahan di pihak lion air, kenapa justru ongkos tiket kami dinyatakan hangus. Kami tidak terima. Kami tidak punya uang lagi, Saya lapor ke petugas Angkasa Pura Bandara,”kata Satya Tiopan Purba.

Pertengkaranpun terjadi antara Satya penumpang Lion JT 17 dengan petugas counter lion air Dewi Juna. Terjadinya perang mulut, karena kesal biaya tiket pesawat kembali ke Pekanbaru sebesar Rp.2.440.000,- atas nama Satya dan Enggi dinyatakan hangus oleh Dewi Juna.

Satya dan Enggi mengaku merasa  tertipu oleh petugas counter Lion Air 32 Bandara Ngurah Rai Bali. Kemudian Satya dan Enggi melaporkan peristiwa tersebut ke petugas Angkasa Pura Bandara Ngurah Rai Bali/Denpaar yang sedang bertugas di Bandara tersebut.

“Lion air jangan main hakim sendiri terhadap penumpang, Lion Air harus bertanggungjawab, karena bukan kesalahan mereka,”ujar Satya menirukan ucapan petugas Angaksa Pura Ngurah Rai Bali, namun Dewi Juna tidak menggubris apa yang disarankan petugas Angkasa Pura tersebut.

Menurut Satya dalam tiket disebutkan jadwal penerbangan Lion JT-17 pukul 10.50 Bali/Denpasar Ngura Rai pada tanggal 6 Mei 2017, tujuan Jakarta nomor bangku juga sudah ditetapkan. Meski terjadi pertengkaran antara Satya dengan pihak maskapai Lion Air, namun pihak Maskapai Lion Air hanya menyanggupi mengembalikan ongkos penerbangan tujuan Jakarta hanya 10 % dari harga tiket.

“Perlakuan lion air akan dilapor ke Menteri Perhubungan Republik Indonesia dan Komnas HAM, karena hak kami di jolimi,”ungkap Satya melaporkan dari Bandara Ngurah Rai Bali/Denpasar melalui telepon genggamnya kepada awak media ini, Sabtu (6/05/2017).

Hingga berita ini dimuat, petugas Maskapai Lion Air, belum berhasil ditemui awak media ini, guna konfirmasi terkait hal tersebut.***( S.Purba)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here