Kajari Dumai Minta Anggotanya “Stop” Kasus Tanah Bukit Datuk?

0
107
Jpeg

Dumai, kompasriau-Mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Dumai, H. Kamari. SH, ketika menjabat di Kejaksaan Negeri Dumai, disebut sebut memerintahkan anak buahnya untuk tidak “menindaklanjuti” penyelidikan kasus ganti rugi tanah Bukit Datuk Dumai yang sedang ditangani anggotanya.

Namun hingga berita ini dimuat, awak media ini belum memperoleh keterangan resmi dari Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Dumai, Bambang Heri Purwanto SH MH, soal kebenaran informasi dimaksud, karena Bambang Heri Purwanto sudah dipindah tugas.

Awak media ini telah mencoba menghubungi nomor telepon genggam Bambang Heri Purwanto terkait informasi tersebut, namun nomor telepon genggam Bambang Heri tidak aktif.

Sementara itu, ketika hal tersebut dikonfirmasi awak media ini kepada H Kamari SH, melalui  nomor telepon genggamnya, Kamari SH, membantah.

Menurut Kamari SH, dari hasil gelar perkara yang dilakukan pihaknya (kejaksaan-red) saat itu, kasus ganti rugi tanah Bukit Datuk tidak cukup bukti.

“Hasil ekspose kasus tidak cukup bukti, jadi bukan saya yang larang, tetapi alat bukti tidak cukup,”kata Kamari,SH membantah informasi tersebut seraya meyakinkan awak  media ini via layanan pesan singkat.

Untuk diketahui, bahwa informasi soal adanya larangan agar kasus ganti rugi tanah Bukit Datuk untuk tidak dilanjutkan penyelidikannya, sebelumnya diperoleh awak media ini dari oknum terpercaya di lingkungan kantor Kejari Dumai.

Akan tetapi, bahwa oknum di lingkungan kantor kejari yang memberikan informasi dimaksud tidak bersedia namanya diekspos.

“Pak Bambang Heri Purwanto waktu itu marah-marah karena kajari (maksudnya saat itu kajari Kamari SH-red), melarang untuk tidak melanjutkan kasus itu”, ungkap oknum tersebut meyakinkan awak media ini.

Bukan itu saja, oknum tersebut justru balik bertanya kepada awak media ini mengira kalau Bambang Heri Purwanto sudah memberi tahu soal larangan tersebut. “Masak abang ngak tau, saya kira pak Bambang Heri Purwanto sudah kasih tau abang,”ujar oknum seraya heran.

Sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya, bahwa kasus ganti rugi tanah Bukit Datuk Dumai saat itu sedang ditanganani oleh tim Jaksa intelijen dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Dumai, Bambang Heri Purwanto SH MH.

Akan tetapi, sebelum Bambang Heri Purwanto dipindah tugas ke kejari Sumatera Utara, kepada awak media ini pernah diakui Bambang, bahwa saksi-saksi seputar kasus ganti rugi tanah Bukit Datuk Dumai sudah delapan puluh persen di panggil dan diperiksanya.

Bambang Heri Purwanto kepada awak media ini saat itu juga mengatakan dan memastikan kalau kasus ganti rugi tanah Bukit Datuk kasusnya akan naik ke persidangan.

Selain itu, Bambang Heri Purwanto tidak ada menjelaskan soal hasil ekspos atau gelar kasus sebagaimana diakui mantan kajari Dumia, H Kamari SH. Bambang Heri justru mengatakan dan memastikan kalau kasus tersebut akan naik ke persidangan.

 “Saya pastikan bang, kalau kasus ini akan naik ke persidangan, tapi jangan dipublikasikan dulu,”pesan Bambang meyakinkan awak media ini ketika itu.

Artinya, dari pengakuan Bambang Heri Purwanto terkait kasus tanah Bukit Datuk yang sedang ditanganinya dapat diartikan kalau dari kasus tersebut sudah terindikasi kuat dugaan terjadi tindak pidana penggelapan atau korupsi uang negara dalam proses ganti rugi tanah Bukit Datuk yang bermasalah itu.***Tambunan).

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here