PT Inti Benua Perkasatama Diduga Serobot Jalan Negara

0
186

Dumai,kompasriau-Advokat, Hotland Thomas Sianturi, SH melayangkan surat peringatan ke 2 (dua) kepada Direktur PT Inti Benua Perkasatama, yang beroperasi di Jalan Cut Nyak Dien, Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai.

Pasalnya menurut Hotland, pihak PT Inti Benua Perkasatama terindikasi melakukan tindakan melawan hukum pidana dalam pasal 385 KUHP tentang penyerobotan tanah negara.

Pemilik perusahaan PT Inti Benua Perkasatama diduga membangun pipa-pipa perusahaan yang melintang di atas jalan tanah negara.

“Kita selaku kuasa hukum Syaripuddin telah melayangkan surat peringatan ke dua kepada Direktur PT Inti Benua Perkasatama, tetapi sampai saat ini, pihak PT Inti Benua Perkarasama belum juga mengembalikan tanah negara tersebut kepada Pemerintah Kota Dumai,”ungkap Hotland Sianturi, SH kepada awak media ini, Selasa, (9/5/2017).

Padahal menurut Hotland, pihak PT Inti Benua Perkasatama telah membuat surat kesepakatan bersama warga untuk pemakaian jalan Alah Air dilingkungan RT 003, Kelurahan Lubuk Gaung, yang diketahui oleh Camat Sungai Sembilan dan Lurah Lubuk Gaung yang notabene itu adalah aset Pemerintah tanpa adanya persetujuan pembebasan tanah dari Pemerintah.

“Untuk kasus ini, dalam waktu dekat, kita akan membuat laporan khusus kepada aparat penegak hukum di propinsi Riau dan Jakarta, karena tindakan pihak perusahaan terindikasi melakukan perbuatan melawan hukum dan merugikan masyarakat setempat,”tegas Hotland.

Lanjutnya, pihak PT Inti Benua Perkasatama telah menembok dan mengambil alih akses jalan umum tanpa izin dan prosedur sesuai dengan Undang-Undang dan peraturan.

Tindakan perusahaan tersebut diduga melanggar perundang-undangan nomor: 2 tahun 2012 tentang pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum dan nomor: 27 tahun 2014 tentang pengelolaan barang milik negara.

“Klien kami saudara Syaripuddin yang bertempat tinggal di dekat perusahaan tersebut berhak untuk melakukan tindakan hukum secara pidana maupun perdata sesuai ketentuan hukum yang yang berlaku,”tandas Hotland.

Kata Hotland, selain itu, akibat kebisingan mesin-mesin pabrik dan polusi cerobong asap yang berada dibelakang rumah Syaripuddin yang dilakukan atas segala kegiatan dari pihak PT Inti Benua Perkasatama memuat warga setempat merasa terganggu.

“Air dari perusahaan PT Inti Benua Perkasatama selalu merembes dari tembok perusahaan dan membanjiri rumah klien kami, dan disinyalir pihak perusahaan PT Inti Benua Perkasatama tidak pernah menanggapi keluhan klien kami,”beber Hotland.

Terkait hal tersebut, Humas PT Inti Benua Perkasatama, Sarmin, saat dikonfirmasi awak media ini via telepon genggamnya mengaku telah mengajukan surat kepada Pemerintah Kota Dumai terkait hal tersebut, namun hingga saat ini surat pengajuan tersebut belum juga ditanggapi  oleh pemerintah Kota Dumai.

Ketika tanya kapan surat tersebut diajukan kepada Walikota Dumai.? Namun Humas PT Inti Benua Perkasatama menyarankan, “Tidak usah dimuat beritanya di media, nanti jadi ribut,”ucap Humas PT IBP kepada awak media ini belum lama ini.

Seperti diberitakan media ini sebelumnya, bahwa kuasa hukum Syaripuddin telah melayangkan surat peringatan pertama kepada Direktur Utama PT Inti Benua Perkasatama untuk menghentikan tindakannya atau perbuatan yang merugikan hak masyarakat di Kelurahan Lubuk Gaung.

Pihak PT Inti Benua Perkasatama membangun tembok pembatas perusahaan industri di sebelah kanan, kiri dan belakang milik rumah warga hingga sampai menembok jalan masyarakat setempat yang seharusnya dipergunakan akses jalan demi kelancaran sarana dan prasarana masyarakat.

Padahal jalan tersebut telah disemenisasi menggunakan dana alokasi anggaran Pemerintah Kota Dumai, namun,  jalan tersebut ditembok pihak perusahaan, sehingga akses jalan masuk untuk menggunakan jalan negara ini tidak dapat digunakan lagi sebagaimana fungsinya dan sudah beralih fungsi menjadi jalan operasional PT Inti Benua Perkasatama.***(Kriston).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here