Rumah Nasabah Dilelang Sepihak Oleh Bank BTN

0
143

Batam,kompasriau-Manajemen Bank Tabungan Negara (BTN) KCP Batam melalui legalnya enggan “bungkam” memberikan penjelasan terkait pelelangan rumah nasabahnya bernama Jufri Lokong Banua.

 “Mohon maaf, kita tidak bisa memberikan keterangan apapun karena anda bukan nasabah kita,”ungkap Angga Pratama selaku legal dari BTN Cabang Batam, Senin (8/5/2017) di kantor Bank BTN Syariah Pelita.

Jufri Lokong Banua W (45) mengaku rumah yang diagunkan ke Bank BTN KCP Batam pada tahun 2011 lalu sudah dilelang karena terjadi penunggakan cicilan selama 16 bulan. Namun, rumah tersebut dilelang tanpa ada pemberitahuan dari manajemen Bank BTN.

 “Tahun 2011, saya meminjam uang sebesar Rp 150 juta dengan mengagunkan rumah yang sudah direnopasi menjadi lantai 2 di Batu Aji,”kata Jufri.

Menurutnya, pinjaman sebesar Rp 150 juta tersebut dibayar dengan cicilan Rp 2,4 juta/perbulan. Selama 42 bulan berjalan pembayaran cicilan lancar.

Pada cicilan selanjutnya terjadi penunggakan karena ekonomi yang dialaminya memprihatinkan. “Sejak tahun 2015, memang terjadi tunggakan selama 16 kali cicilan pembayaran dan saya tidak mempermasalahkan tunggakan itu, karena jelas itu salah saya. Yang saya kesalkan, kenapa Bank BTN dan perusahaan pelelangan rekanan Bank BTN adalah karena fihak Bank BTN tidak melakukan pemberitahuan (surat pemberitahuan) saat akan pelelangan, “ujar Kata Jufri.

Lanjutnya, Bank BTN selaku pihak pertama pemberi kredit seharusnya mempasilitasi dirinya dan menerangkan terkait apa yang menjadi tuntutannya. Bahkan, saat istri Jufri melakukan pembongkaran paksa pada gembok rumah yang diagunkan tersebut, PT AMP selaku pihak ketiga malah membuat laporan perusakan ke Polsek Batu Aji.

 Jufri rela rumahnya di lelang, tapi, berapa harga lelangnya? dan berapa hutang saya ke Bank BTN yang belum terbayar? Apakah rumah saya itu dihargai dengan sisa pinjaman saya, yang benar sajalah,”tuturnya.

Katanya lagi, dengan sulitnya ekonomi saat ini. Jufri berharap pada Bank BTN dan pihak ke tiga yakni perusahaan pelelalangan dapat menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan.

Sebelumnya Jufri pernah menemui pihak Bank BTN untuk minta penjelasan, bertemu dengan Zaki selaku Aset Managemen dan diberi jawaban “Kewajiban bapak di Bank BTN telah dialihkan pada PT AMP. Dan urusan BTN hanya sampai disitu saja, atau kalau mau informasi yang lebih lanjut nanti saya ketemukan bapak dengan pihak legal kami. Biar lebih jelas,”tutur Jufri kepada rekan wartawan.*** (Roma).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here