Kejari Dumai Lakukan Penyidikan Terhadap Dugaan Korupsi ABA

0
180

Dumai, kompasriau-Kejaksaan Negeri Dumai masih terus menggesa proses penyidikan kasus dugaan korupsi anggaran siap pakai di lingkungan Badan Penanggulangan Bencana Alam (BPBD) Kota Dumai, tahun anggaran 2014.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kotan Dumai, Mat Perang Yusuf SH MH, melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Andriansyah SH MH, membenarkan pihaknya masih melakukan proses penyidikan kasus tersebut.

Saat disambangi di ruang kerjanya kantor kejari Dumai, Rabu (10/5), kasi pidsus, Andriansyah, tidak banyak menjawab pertanyaan awak media ini seputar kasus dugaan korupsi dilingkungan BPDB tersebut.

Ketika awak media ini mengorek penjelasan soal kasus tersebut, Andriansyah tampak masih enggan memberikan keterangan dengan alasan masih tahap proses penyelidikan kasus tersebut masih tahap penyidikan.

“Kasus ini masih proses penyidikan, Mudah-mudahan secepatnya selesai akan kita ekspos,”ujar Andriansyah seraya meyakinkan kalau kasus tersebut secepatnya tuntas.

Menurutnya, kasus dugaan korupsi anggaran bencana alam (ABA) tersebut, pihak-pihak yang bersentuhan dalam penanganan bencana alam di Kota Dumai tahun anggaran 2014 sudah dipanggil dan dimintai keterangan.

Para saksi yang sudah dimintai keterangan tersebut jumlahnya sudah ratusan orang, diantaranya dari pihak kesehatan Pemko Dumai,Relawan, TNI, Damkar dan termasuk pegawai dan petinggi dari lingkungan BPBD Kota Dumai.

Ditanya soal tersangka dalam kasus dugaan korupsi tersebut, Andriansyah mengatakan belum menentukan atau belum menetapkan tersangkanya, karena belum usai tahap proses penyidikan.

Hanya saja, Andriansyah mengakui kalau dalam kasus dugaan korupsi ini, menurutnya berpotensi sebagai tersangka adalah lebih dari satu orang.

Sementara itu, kembali ditanya soal kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi anggaran bencana alam itu, Andriansyah mengaku belum bisa memastikan karena masih proses audit BPK.***(Tambunan)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here