Aparat Diminta Melakukan Audit Terhadap BLUD RSUD Mandau

0
214

Bengkalis-Duri,kompasriau-Berdirinya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kecamatan Mandau merupakan wujud komitmen nyata dan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam menyediakan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau untuk seluruh lapisan masyarakat.

Namun demikian, kabarnya pada tanggal 12 Mei 2017, dugaan terjadi transaksi ilegal dilingkungan Rumah Sakit Umum Daerah Kecamatan Mandau-Duri, yang diduga dilakukan oleh oknum petugas RSUD Kecamatan Mandau-Duri terhadap salah seorang pasien yang sedang dioperasi di rumah sakit Permata Hati.

Terkait hal itu, Bupati Bengkalis, Amril Mukminin, saat dikonfirmasi awak media ini via pesan singkat, Jumat (19/5/2017), namun hingga kabar ini dimuat belum ada tanggapannya.

Menanggapi hal tersebut, Praktisi Hukum di Duri, A.Sitompul, SH mengatakan sudah saatnya pihak yang berkompeten di kementerian kesehatan untuk melakukan pemeriksaan khusus secara menyeluruh terhadap kinerja petugas dilingkungan RSUD Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.

“Termasuk untuk mengaudit belanja obat dari sejumlah pasien. Kita harapkan petugas yang berkompeten untuk melakukan audit setiap belanja obat, uang BLUD, dan APBD dari tahun 2016, sehingga masyarakat bisa menikmati pelayanan dan yang tercurah di dalam bisa lebih cepat sasarannya,”tandas A.Sitompul kepada awak media ini, Jumat (19/5/2017).

Selain itu, A.Sitompul berharap kepada anggota DPRD Bengkalis, Bupati Bengkalis dan pihak Dinas Kesehatan untuk melakukan pengawasan khusus terhadap kinerja petugas dilingkungan RSUD Kecamatan Mandau.

“Anggota DPRD Bengkalis wajib melaksanakan tugas pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan, termasuk melakukan pengawasan terhadap APBD yang disalurkan ke RSUD Mandau, agar benar-benar masyarakat menikmati pelayanan RSUD Mandau, dan dana yang tercurah ke RSUD Mandau itu tidak salah sasaran,”harap A.Sitompul.

Lanjutnya, Bupati Bengkalis, Amril Mukminin diminta melakukan tindakan hukum terhadap oknum petugas labor pembuat kwitansi di luar kasir dugaan  transaksi ilegal di dalam  Rumah Sakit Umum daerah (RSUD) Duri, Kabupaten Bengkalis.

“Kuat dugaan terjadi transaksi ilegal penjualan darah 3 kantong dengan harga Rp. 960.000,- di RSUD Duri. Kwitansi itu diberikan kepada pasien diduga tidak sesuai dengan standar operasional prosedur dan pola tarif di RSUD. Untuk itu kita minta kepada Bupati Bengkalis untuk melakukan tindakan hukum kepada oknum petugas labor RSUD yang membuat kwitansi itu,”tegas A.Sitompul.

Menurutnya,  3 kwitansi di luar kasir dugaan transaksi ilegal di dalam Rumah Sakit Umum Daerah Duri yang diberikan kepada pasien berinisial N.M, diduga tidak sesuai dengan SOP dan harga Rp.320.000,perkantong, diduga tidak sesuai standar operasional prosedur.

Kuat dugaan sering terjadi transaksi ilegal di salah satu rumah sakit tersebut, karena 3 kwitansi yang diberikan petugas rumah sakit itu kepada keluarga pasien tidak memakai stempel dan kwitansi RSUD Duri.

Ketika hal tersebut dikonfirmasi kepada Kepala Labor RSUD Duri, Ismani, membenarkan adanya  3 kwitansi yang dikeluarkan petugas RSUD Duri tanpa cap stempel dan kwitansi RSUD Mandau-Duri.

Namun menurut Ismani, biaya sebesar Rp. 960.000, (sembilan ratus enam puluh ribu) yang tertera di dalam 3 kwitansi tersebut dipakai untuk biaya pencarian darah dan biaya pemeriksaan siap pakai darah.

Ketika ditanya kenapa ada 3 kwitansi diberikan kepada pasien tanpa adanya stempel dan kwitansi resmi dari RSUD Duri.? Dijawab Ismani, “Benar kwitansi itu bukan kwitansi RSUD Duri. Mungkin itulah kelalaian saya. Nanti kedepannya akan kita perbaiki,”ujar Ismani.

Dijelaskan Ismani, setiap ada pasien yang membutuhkan darah bisa mengambil darah di RSUD Duri, tetapi harus diganti BHP (barang habis pakai).

“Karena bukan semua darah langsung bisa pakai pasien, tetapi dalam pemeriksaan semua darah banyak prosesnya, karena setiap darah yang masuk ke RSUD Duri harus kita periksa dulu. Jadi kita tidak ada jual darah,”tegas Ismani via telepon genggamnya kepada awak media ini baru-baru ini.***(Red).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here