MA Kuatkan Putusan PN Dumai Dalam Perkara Terdakwa Misran Alias Ipong

0
114

Dumai,kompasriau-Hakim Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA-RI) di Jakarta memvonis Misran Alias Ipong, dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dengan pidana penjara selama 1 tahun.

Putusan Hakim MA RI terhadap terdakwa Misran alias Ipong menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) klas IB Dumai, yang sebelumnya hakim PN Dumai menjatuhi pidana penjara terhadap Misran selama 1 tahun, pada tanggal 6 September 2016 lalu.

Dalam pertimbangan hakim PN Dumai saat itu, bahwa perbuatan terdakwa Misran terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana, dan dijatuhi pidana penjara selama 1 tahun, dengan subsider 2 bulan kurungan.

Sidang waktu itu dipimpin hakim ketua, Desbertua Naibaho SH dibantu hakim anggota, Irwansyah SH dan Alponsus Nahak SH, tidak sepakat dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum kejari Dumai, Andi Bernard Simanjuntak SH yang menuntut terdakwa Misran pidana penjara selama 4 tahun penjara.

Namun, hakim PN Dumai hanya menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Misran selama 1 tahun.  Kemudian Jaksa Penuntut Umum, Andi Bernard melakukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi (PT) di Pekanbaru.

Kemudian hakim Pengadilan Tinggi Riau menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Misran dengan selama 3 tahun, dan atas putusan hakim PT Riau tersebut, terdakwa Misran tidak menerima putusan PT Riau tersebut, dan  melakukan upaya hukum kasasi ke MA RI.

Atas permohonan kasasi yang diajukan terdakwa Misran ke Mahkamah Agung RI, maka hakim Mahkamah Agung RI menjatuhkan pidana penjara terhadap Misran selama 1 tahun, pada hari Rabu tanggal 5 April 2017 lalu dan menguatkan putusan hakim PN Dumai dengan putusan pidana penjara selama 1 tahun, subsidaer selama 2 bulan kurungan.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Misran didakwa JPU membakar lahan kosong seluas 6 hektar dengan merembes dari tumpukan sampah akar ilalang yang dibakar Misran.

Padahal menurut Misran dan fakta di persidangan, dia (Misran-red) hendak pulang ke rumahnya telah menyiram hingga padam bekas bara api tumpukan sampah yang dibakarnya.

Demikian penjelasan ketua Rt setempat mengakui dihadapan sidang dengan tegas menyebut tidak mungkin api merembes ke sebelah lahan yang terbakar seluas 6 hektar, karena antara lahan terbakar 6 hektar denga tumpukan akar ilalang yang dibakar Misran ada sempadan pembatas luasnya sekitar 150 meter tidak ada bekas terbakar.

Namun apa yang dijelaskan saksi Rt di muka sidang, tidak di buat atau tidak dimunculkan oleh JPU Andi Bernard Simanjuntak SH dalam tuntutannya baik dalam memori bandingnya ke PT Riau.

Namun anehnya, dalam pertimbangan atau putusan hakim majelis Pengadilan Tinggi Riau di Pekanbaru yang di ketua hakim Betty Aritonang SH, muncul kalimat menyebut bahwa terbakarnya lahan 6 hektar, adalah karena merembes dari tumpukan akar ilalang yang dibakar Misran alias Ipong.*** (Tambunan).

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here