Pemerintah Kota Dumai Komit Wujudkan Visi Kota Dumai

Wakil Walikota Dumai Melakukan Safari Ramadhan Di Masjid Al Ikhlas Kelurahan Bagan Besar.

RAMADAN BUKIT KAPUR WAKO 2Dumai,kompasriau-Wakil Walikota Dumai, Eko Suharjo menegaskan Walikota H Zulkifli As dan dirinya komit mewujudkan Visi Kota Dumai “Mewujudkan Masyarakat Kota Dumai Makmur Madani”. Komitmen itu akan diwujudkan secara bertahap dengan mengedepankan skala prioritas.

Penegasan ini disampaikan, wakil Walikota Dumai,  Eko Suharjo pada Safari Ramadhan di Masjid Al Ikhlas Jalan Tengku Ahmad, Kelurahan Bagan Besar, Kecamatan Bukit Kapur, Sabtu (3/6/2017). Pada Safari kali ini, wakil Walikota Dumai didampingi Dandim 0320 Letkol (Kav) Rendra Adrian Siagian, Kepala Bapenda Marjoko Santoso, Kepala Disdukcapil Suardi, Kepala Satpol PP Bambang Wardoyo, PLT Kadis Perikanan Afifuddinsyah, PLT Kadinsos, Bambang Hardianto, Sekwan, Fidarson dan Plt  Kadis Perkim, Zulkarnaen.

Wakil Walikota  mengemukakan, pemerintah Kota Dumai periode ini baru berjalan 1 tahun 4 bulan. “Visi Makmur madani itu akan dijalani. Perjalanan ini tentunya penuh dinamika. Dan komitmen itu akan kita dilaksanakan,”katanya.

Dari 21 misi yang akan dilaksanakan Pemko Dumai pada tahap asal akan difokuskan ke pelyananan dasar. Selain melalui APBD Kota Dumai juga akan minta dukungan dari provinsi dan pusat. “Bermohon ke provinsi dan pusat boleh kan kita minta. Kan masih NKRI,”kata Eko Suharjo.

Perlunya dukungan provinsi dan pusat ini, sebut Wawako, karena APBD Kota Dumai termasuk yang terkecil di Riau. Tahun ini hanya 1,07 Triliun. Sementara jumlah penduduk 274 rb jiwa dengan wilayah kota terluas di Indonesia.

“Kondisi tanahya juga bermasalah. Sebagian merupakan tanah gambut dan lempung. Agak susah membangun. Perlu biaya besar,”urainya.

Lanjutnya, dengan anggaran yang terbatas itu, Pemko Dumai saat ini masih memprioritaskan air infrastruktur jalan, air bersih dan mengatasi banjir. “Wilayah luas, anggaran terbatas. Kondisinya itu mengharuskan untuk berbagi. Masih banyak jalan tanah dan setapak.

Menyinggung pendidikan, Eko Suharjo mengemukakan bahwa pendidikan di Kota Dumai harus mampu menawab tantangan sebagai kota industri. Harus diperbanyak jurusan atau vokasi untuk memenuhi kebutuhan industri yang tengah berkembang. “Yang dibutuhkan teknik industri, teknik kimia, maritim dan lain-lain. Jangan tenaga administrasi yang diperbanyak. Tidak nyambung,”katanya.

Terkait kemaritiman, Pemko Dumai akan dirikan politeknik kemaritiman dengan biaya sepenuhnya dari pusat. Bangunan, tahap awal akan memanfaatkan areal Terminal Agrobisnis. ***(Hms/Rudy)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *