Dianto Laporkan Ke Polisi Dugaan Pengeroyokan Di Perkebunan KAK

0
17

KARYAWAN KAKKandis,kompasriau-Salah seorang warga Waduk Km 18 RT 01, RW. 01 Desa Sam-Sam, Dianto, Jumat (2/6/2017), melaporkan dugaan tindak pidana pengeroyokan terhadap dirinya, yang diduga dilakukan oleh L.S kawan-kawannya di Desa Sam-Sam, Kecamatan Kandis.

Laporan disampaikan ke petugas Kepolisian Sektor Kandis sesuai Surat Tanda Penerimaan Laporan No.Pol: STPL/134/VI/2017/Riau/Res Siak/Sektor Kandis.

Dari data dan foto yang diterima WhatsApp kompasriau, Senin (5/6/2017), diduga terjadi penganiayaan, pengeroyokan terhadap karyawan dan pengosongan rumah karyawan secara paksa di perkebunan KAK, yang diduga dilakukan pihak KAK.

KAKMenurut Ketua SPPI, Indra Sinulingga, terjadinya dugaan tindak pidana pengeroyokan tersebut dikarenakan karyawan perkebunan KAK meminta haknya sesuai Undang-Undang ketenagakerjaan, karena pihak perusahaan KAK diduga tidak memberi pesangon kepada karyawannya sesuai Undang-Undang ketenagakerjaan.

“Dugaan tindak pidana pengeroyokan terhadap pelapor diduga dilakukan oleh L.S dan kawan-kawannya, yang mengakibatkan pelapor mengalami luka robek pada alis matanya,”ungkap Indra Sinulingga kepada awak media ini via telepon genggamnya, Senin (5/6/2017).

Dikatakan Indra, perkebunan KAK memiliki lahan lebih kurang 7000 hektar di kawasan Kabupaten Siak dan memperkerjakan karyawan sekitar 700 orang.

“Rencananya pihak KAK akan melakukan pengosongan “paksa” terhadap 12  rumah yang dihuni karyawannya, tetapi sudah 4 rumah yang sudah dieksekusi, dipimpin langsung oleh Kabag keuangan. Padahal karyawan itu sudah bekerja di perkebunan tersebut diatas 5 tahun, tapi hanya menerima upah dari pihak perkebunan KAK sebesar 1.300.000,- setiap bulannya,”ungkap Indra.

Ketika ditanya, apakah karyawan perkebunan KAK sudah mengikuti program BPJS Kesehatan.? Dikatakan Indra, berdasarkan data dari BPJS kesehatan baru 250 orang yang mengikuti program BPJS kesehatan.

“Dari 700 orang karyawan perkebunan KAK, tapi hanya 250 orang yang terdaftar sesuai data di kantor BPJS kesehatan mengikuti program BPJS,”ujar Indra.

Humas dan Kabag Keuangan Perkebunan KAK, belum berhasil dikonfirmasi awak media ini, guna dimintai tanggapannya.***(Kriston).

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here