Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual Di Muka Umum Bakal Dilapor Ke Polres Siak

KAK 1Diduga terjadi pelecehan seksual dihadapan anak-anak yang masih di bawa umur di perumahan karyawan  Koperasi Air Kehidupan.

Kandis,kompasriau-Pelaku dugaan tindak pidana pelecehan seksual, perampasan dan pengerusakan terhadap barang karyawan, yang terjadi di perkebunan Koperasi Air  Kehidupan (KAK) di Desa Sam-Sam, Kecamatan Kandis, bakal dilapor ke Polres Siak.

Pasalnya, oknum kabag keuangan bersama oknum security,  diduga melakukan perampasan, pengerusakan barang dan pelecehan seksual di muka umum terhadap salah seorang karyawannya, pada tanggal 2 Juni 2017.

“Pada saat pihak KAK melakukan pengosongan terhadap rumah karyawan bernama Mangandar Malango,kemudian Mangandar Malango dan isterinya menghalang-KARYAWAN KAKhalangi agar pihak koperasi air kehidupan tidak bisa mengeluarkan barangnya dari dalam rumahnya, tetapi pada saat itu,  oknum kabag keuangan koperasi air kehidupan berinisial M.S menarik kuat baju isterinya Mangandar Malango sampai koyak di dihadapan anak-anaknya yang masih dibawa umur dan dihadapan orang banyak,”terang Ketua Serikat Pekerja Perjuangan Indonesia (SPPI), Indra Sinulingga kepada awak media ini, Selasa (6/6/2017).

Ditegaskan Indra, tugas dan tanggung jawab manajemen perusahaan adalah untuk menerapkan dan menetapkan kebijakan-kebijakan yang digunakan dalam bagian perusahaan sesuai aturan hukum yang berlaku, namun manajemen koperasi air kehidupan diduga melakukan tindakan pemecatan terhadap 24 orang karyawannya tanpa melalui proses, padahal sejumlah karyawan tersebut selalu bertanggung jawab terhadap tugas-tugas yang diperintahkan manajemen koperasi air kehidupan.

“Tetapi sejak sebagian karyawan koperasi air kehidupan masuk ke organisasi Serikat Pekerja Perjuangan Indonesia, pihak koperasi air kehidupan langsung melakukan  pemecatan terhadap 24 orang karyawannya tanpa adanya surat peringatan atau surat teguran pertama, kedua dan surat peringatan ke tiga, padahal karyawan yang dipecat itu sudah bekerja di perkebunan koperasi air kehidupan selama 5 tahun,”ungkap Indra.

Kapolsek Kandis, AKP Ernis Sitinjak, ketika dikonfirmasi awak media ini via pesan singkat (SMS), terkait kasus tersebut, namun hingga saat ini belum ada keterangan dari Kapolsek Kandis.

Begitu juga Kepala PK Koperasi Air Kehidupan, Lamhot Sitohang, ketika berulang kali dikonfirmasi awak media ini melalui pesan singkat (SMS) ke nomor tetepon genggamnya 0852656756…., soal pengosongan rumah karyawan tersebut, namun hingga berita ini dimuat belum ada tanggapan atau penjelasan.

Direktur Koperasi Air Kehidupan, Dian C Anggara Situmorang, ketika dimintai tanggapannya terkait hal tersebut, via pesan singkat nomor telepon 0811233488…, namun hingga saat ini belum ada tanggapannya.

Informasi yang berhasil dihimpun awak media ini dari sejumlah warga menyebut manajemen perkebunan koperasi air kehidupan diduga membawa sekelompok “preman” dan melibatkan 2 (dua) oknum aparat melakukan pengosongan rumah karyawannya secara paksa.

Menurut Indra, 4 (empat) rumah karyawan perkebunan koperasi Air Kehidupan tersebut sudah lebih 5 tahun menjadi karyawan tetap di perkebunan Koperasi Air Kehidupan, namun pada hari Jumat, 02 Juni 2017, sekira pukul 09 Wib, pihak manajemen Koperasi Air Kehidupan, diduga membawa sekelompok “preman” menuju rumah karyawannya bernama Mangandar Malango, untuk mengosongkan rumah karyawannya secara paksa.

Seluruh barang dan satu unit sepeda motor dibawa keluar dari dalam rumah tersebut. Setelah itu, “rombongan preman” menuju rumah karyawan bernama Ramauli Silalahi untuk mengosongkan rumah karyawan secara paksa dan membawa barang-barangnya keluar dari perkebunan koperasi air kehidupan.

Begitu juga rumah karyawan bernama Jakiman Situmorang dan Sandra Hutabarat diduga secara paksa dilakukan pengosongan, yang dipimpin langsung oleh M.Samosir. Tindakan pengosongan rumah karyawan Koperasi Air kehidupan tersebut diduga melibatkan 2 orang oknum aparat.

Kemudian salah seorang warga Desa Sam-Sam bernama Dianto, Jumat (2/6/2017), melaporkan dugaan tindak pidana pengeroyokan terhadap dirinya, yang diduga dilakukan oknum pengurus koperasi air kehidupan itu.

Laporan disampaikan ke Kepolisian Sektor Kandis sesuai Surat Tanda Penerimaan Laporan No.Pol: STPL/134/VI/2017/Riau/Res Siak/Sektor Kandis.

Terjadinya dugaan tindak pidana pengeroyokan tersebut dikarenakan karyawan perkebunan koperasi air kehidupan meminta haknya sesuai Undang-Undang ketenagakerjaan, karena pihak koperasi air kehidupan diduga tidak memberi pesangon kepada karyawannya sesuai Undang-Undang ketenagakerjaan.

Dugaan tindak pidana pengeroyokan terhadap pelapor, yang mengakibatkan pelapor mengalami luka robek pada alis matanya.

Dikatakan Indra, perkebunan koperasi air kehidupan memiliki lahan lebih kurang 7000 hektar di kawasan Kabupaten Siak dan memperkerjakan karyawan sekitar 700 orang.

“Rencananya pihak koperasi air kehidupan akan melakukan pengosongan “paksa” terhadap 12  rumah yang dihuni karyawannya, tetapi sudah 4 rumah yang sudah dikosongkan secara paksa, dipimpin langsung oleh Kabag keuangan. Padahal karyawan itu sudah bekerja di perkebunan tersebut diatas 5 tahun, tapi hanya menerima upah dari pihak perkebunan koperasi air kehidupan sebesar 1.300.000,- setiap bulannya,”beber Indra.

Ketika ditanya, apakah karyawan perkebunan koperasi air kehidupan sudah mengikuti program BPJS Kesehatan.? Dikatakan Indra, berdasarkan data dari BPJS kesehatan baru 250 orang yang mengikuti program BPJS kesehatan.

“Dari 700 orang karyawan koperasi air kehidupan, tetapi hanya 250 orang yang terdaftar sesuai data di kantor BPJS kesehatan,”ujar Indra.***(Kriston).

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *